Diganggu ketika Sampaikan Materi, Paus Fransiskus Justru Lakukan Hal Istimewa Pada Si Gadis Kecil

Ketika menyampaikan materi dalam audiensi mingguan, Paus Fransiskus diganggu oleh perilaku seorang gadis berusia 10 tahun.


zoom-inlihat foto
paus-fransiskus-autisme-vatikan.jpg
Tangkap Layar Catholic News Service
Clelia Manfelloti, gadis berusia 10 tahun yang menderita autisme. Clelia berlarian diatas panggung ketika Paus Fransiskus menyampaikan materi dalam audiensi mingguan pada 21 Agustus 2019 di Aula Paul VI, Vatikan.


Karena memiliki berbagai gejala, kondisi ini sekarang disebut Autism Spectrum Disorder (ASD) atau gangguan spektrum autisme.

Istilah 'spektrum' mengacu pada berbagai gejala dan tingkat keparahan dalam ASD.

Beberapa orang dengan kondisi tersebut mengalami masalah sosial, namun ada pula yang dapat berfungsi secara lebih mandiri.

ASD adalah istilah umum yang menjelaskan sejumlah kelainan perkembangan saraf.

Baca: Ciri Ciri Bayi dan Balita yang Mengalami Autisme

Baca: Ini Langkah Dian Sastro Atasi Autisme Anak Pertamanya

Pengobatan autisme

Gangguan Spektrum Autisme
Gangguan Spektrum Autisme (rhythmichealingart.com)

Autisme termasuk kelainan yang tidak bisa disembuhkan.

Meskipun demikian, terdapat berbagai pilihan terapi yang dapat dilakukan untuk mengembangkan kemampuan penderita.

Melalui terapi, diharapkan penderita bisa mandiri dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Beberapa metode terapi bagi penderita autisme adalah:

1. Terapi perilaku dan komunikasi

Terapi ini memberikan sejumlah pengajaran pada penderita, mencakup kemampuan dasar sehari-hari, baik verbal maupun nonverbal, meliputi:

  • Applied behaviour analysis (ABA). Terapi Analisis Perilaku Terapan membantu penderita berperilaku positif pada segala situasi. Terapi ini juga membantu penderita mengembangkan kemampuannya dalam berkomunikasi dan meninggalkan perilaku negatif.
  • Developmental, individual differences, relationship-based approach (DIR). DIR atau biasa disebut Floortime, berfokus pada pengembangan hubungan emosional antara anak autis dan keluarga.
  • Occupational therapy. Terapi okupasi mendorong penderita untuk hidup mandiri, dengan mengajarkan beberapa kemampuan dasar, seperti berpakaian, makan, mandi, dan berinteraksi dengan orang lain.
  • Speech therapy. Terapi wicara membantu penderita autis untuk belajar mengembangkan kemampuan berkomunikasi.
  • Treatment and education of autistic and related communication-handicapped children (TEACCH). Terapi ini menggunakan petunjuk visual seperti gambar yang menunjukkan tahapan melakukan sesuatu. TEACCH akan membantu penderita memahami bagaimana melakukan aktivitas sehari-hari, misalnya untuk berganti pakaian.
  • The picture exchange communication system (PECS). Terapi ini juga menggunakan petunjuk visual seperti TEACCH. Namun PECS menggunakan simbol, untuk membantu penderita berkomunikasi dan belajar mengajukan pertanyaan.
  • Obat-obatan.

Baca: Gangguan Spektrum Autisme

Baca: Lama Tersimpan, Dian Sastro Beber Kisah Sang Anak Idap Autisme, Suami Sempat Tak Percaya

Walau tidak bisa menyembuhkan autisme, obat-obatan dapat diberikan guna mengendalikan gejala.

Contohnya, obat antipsikotik untuk mengatasi masalah perilaku, obat antikonvulsan untuk mengatasi kejang, antidepresan untuk meredakan depresi, dan melatonin untuk mengatasi gangguan tidur.

(TRIBUNNEWSWIKI/Magi/Indah)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved