Walaupun kenyataannya, menurut Mulyono, Nadiem Makarim memang masih tetap endah hati setelah menjadi Mendikbud.
"Sekarang jadi menteri pun tetap rendah hati. Selamat menjalankan tugas di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan," tutur Mulyono.
Pernah mengalami berbagai ancaman dan intimidasi
Pria kelahiran Sragen tersebut lalu menceritakan, tranformasinya dari seorang pengemudi ojek pangkalan menjadi pengemudi ojek online menemui jalan berliku.
Apalagi profesi yang tergolong masih sangat baru itu dapat mengancam profesi serupa, yakni ojek pangkalan.
Mulyono juga mengaku sering mendapatkan intimidasi dan ancaman dari para pengemudi ojek pangkalan.
Baca: Klarifikasi Nadiem tentang Pemberitaan UN Dihapus: UN Tidak Dihapuskan, Melainkan Diganti
Baca: 5 Fakta Pelaku Bom Bunuh Diri Polrestabes Medan, Driver Ojol Hingga Miliki Akun YouTube
"Kami sering banget diintimidasi sama (pengemudi) opang-opang. Saya pernah ditimpuk, saya di Graha Raya pernah dikalungin golok, tetapi saya pasrah, saya mencari nafkah dan tidak mengganggu," ujar Mulyono.
Bahkan dirinya pernah dikejar segerombolan tukang ojek pangkalan (opang), saat ia menerima pesanan di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Mulyono juga mengaku sering membujuk kawan-kawannya ojek pangkalan untuk bergabung menjadi ojol, namun naasnya dirinya justru mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan.
"Pernah ditempeleng, waktu itu saya ngajak teman-teman opang (ojek pangkalan) gabung," ungkap Mulyono.
Meski begitu, Nulyono mengaku tidak kapok untuk terus mengajak kawan-kawannya bergabung menjadi ojol.
"Mereka nggak mau awal mulanya, cuma saya tidak pernah bosan untuk mengajak," ucapnya.
(Tribunnewswiki.com/Ami Heppy, Sosok.id/Dwi Nur Mashitoh)