Perang Suriah: Erdogan Peringatkan Negara Eropa, Turki Tidak Akan Tampung Gelombang Pengungsi Baru

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan memperingatkan bahwa negaranya tidak dapat lagi menampung 'gelombang pengungsi baru'.


Perang Suriah: Erdogan Peringatkan Negara Eropa, Turki Tidak Akan Tampung Gelombang Pengungsi Baru
abc.com.au
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan menyebut Turki tidak akan tampung gelombang imigran baru 


Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan memperingatkan bahwa negaranya tidak dapat lagi menampung 'gelombang pengungsi baru'.

Dalam pernyataannya, Erdogan memperingatkan berulangnya krisis migran tahun 2015 -saat lebih dari satu juta orang melarikan diri ke Eropa- apabila kekerasan di timur tengah tidak berakhir.

Erdogan menambahkan, delegasi Turki akan mengunjungi Moskow, Rusia pada, Senin  (23/12), guna membahas mengenai situasi tersebut.

Kebijakan genjatan senjata sedang coba dinegosiasikan oleh Rusia dan Turki terhadap Pemerintah Suriah yang menyerang Provinsi Idlib pada Agustus tahun ini.

Di tengah negosiasi genjatan senjata, serangan dan pemboman di Provinsi Idlib terus terjadi.

Investigasi Amnesty Internasional

Sebelumnya, organisasi Amnesty Internasional melaporkan temuan investigasi adanya pemaksaan dari otoritas keamanan Turki terhadap pengungsi agar kembali ke Suriah.

Berdasarkan data Amnesty Internasional, beberapa bulan menjelang operasi militer di daerah timur Laut Suriah, pasukan Turki dilaporkan memaksa para pengungsi Suriah untuk kembali ke zona perang.

Aksi pasukan Turki ini dianggap ilegal.

Tak hanya itu, pihak Amnesty International juga telah melakukan pembicaraaan dengan sejumlah pengungsi.

Mereka (para pengungsi) mengaku dipindahkan dari Turki dan kembali dikirim ke Suriah dengan pemaksaan, seperti dilaporkan Deutsche Welle (DW), (25/10/2019).





Halaman
1234
Penulis: Dinar Fitra Maghiszha
Editor: Melia Istighfaroh




ARTIKEL REKOMENDASI



KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved