Karena takut, lanjut Rozi, pelaku langsung melarikan diri, namun saat itu anak korban sempat menghadang pelaku.
“Anak korban sempat menghadang mobil pelaku,”
“Namun malah hendak ikut ditabrak sehingga anak korban lari,”
“Pelaku ketika itu langsung lari,” ujarnya.
Meski begitu, pelaku tetap menjalankan mobilnya dan hendak menabrak anak korban.
"Namun, saat itu hanya mengenai sepeda motor milik anak korban.”
“Sementara, korban setelah itu dibawa oleh warga ke Puskesmas Jirak namun sesampainya didepan puskesmas Jirak korban meninggal dunia," jelasnya.
Mendapati laporan tersebut, petugas kepolisian langsung melakukan pengejaran terhadap Husni yang sempat melarikan diri.
Usai dilakukan negoisasi, Husni akhirnya menyerahkan diri kepada petugas.
“Mobil dan sepeda motor milik korban sudah kita amankan.”
“Motifnya, pelaku ini kesal dengan korban karena menebang batang kayu dilahan miliknya. Pelaku memang adalah Kades,” ungkapnya.
Bantahan Kades
Mengutip pemberitaan Tribun Sumsel, Husni membantah tudingan dirinya sengaja menabrak warganya itu.
Menurut dia, dirinya tidak sengaja menabrak korban Akri alias Enggek (52) sehingga menyebabkan korban meninggal dunia.
"Saya Haji Pak, saya punya iman. Jadi demi tuhan saya memang tidak sengaja melakukannya (menabrak korban)" ungkap Yin, Senin (16/12/2019).
Ia menjelaskan, kejadian tersebut, bermula saat dirinya ingin menggesek (memotong) Kayu Racuk yang berada di kebunnya untuk dibuatkan di dapur rumah.
Saat kejadian, ia terkejut bahwa sudah ada operator yang terlebih dahulu menggesek kayu di kebunnya bersama kebun milik saudaranya.
Kemudian, operator mengaku diperintahkan Enggek (korban-red).
Lalu ia meminta operator tersebut pulang meninggalkan kebunnya yang sudah digesek hingga nyaris setengah kebun bersama kebun saudaranya Bibik (Paman Pelaku).
"Saat saya di rumah Bibik (Pemilik lahan) saya dikejar Enggek, lalu menanyakan kenapa menyetop operator bekerja? Saya jawab kamu itu salah menggesek lahan, karena lahan berada di seberang sungai," jelasnya.
"Saya diajak ke tempat operator bernama Kancil menanyakan perihal lahan digesek yang berada di tebingan.”
“Kemudian dia (korban-red) balik kanan dan mengawal saya. Saya mengikuti dia, lalu saat berada di jalan setapak, Enggek kembali memutar arah dan saat itulah tertabrak mobil," tambah Yin.