TRIBUNNEWSWIKI.COM – Kepala Desa Desa Talang Mandung, Kecamatan Jirak Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan menabrak warganya hingga tewas.
Kepala Desa tersebut bernama Husni Thamrin (45).
Ia menabrak seorang pria bernama Akri (52) dengan menggunakan mobil hingga tewas.
Akibat dari perbuatannya, kini Husni diamankan pihak kepolisian setempat untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya itu.
Baca: Ramalan Zodiak Hari Ini Selasa 17 Desember 2019: Sagitarius Gila Kerja, Gemini Kontrol Emosi
Baca: Kisah Viral, Orangtua Sakit Tempuh 5 Jam Naik Motor demi Anak, Tapi Ditolak: Ini Faktanya Sebenarnya
Dikutip dari Tribun Sumsel, Kapolres PALI AKBP Yudhi Suharyadi mengatakan pihaknya menunggu di Polsek Jirak.
"Karena wilayah hukumnya berada di Kabupaten PALI, maka kami (Polsek Talang Ubi) telah menunggu di Polsek Jirak.”
“Dan pelaku menyerahkan diri ke sana, kemudian langsung dibawa ke Polsek Talang Ubi untuk dilakukan penyidikan," ungkap Kapolres PALI AKBP Yudhi Suharyadi melalui Kapolsek Talang Ubi Kompol Okto Iwan Setiawan disampaikan Kanit Reskrim Aipda Hairil Rozi, Senin (16/12/2019).
Sebelumnya diketahui, Tim Elang unit Polsek Talang Ubi Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) berhasil mengamankan Husni Thamrin alias Yin (45) warga Desa.
Baca: FILM - A Rainy Day in New York (2019)
Baca: Unggahan Mesut Özil tentang Uighur Dikecam, Mengapa Negara Muslim Diam terhadap Pemerintah China?
Dikutip dari Kompas.com, Kanitreskrim Polsek Talang Ubi Aipda Hairil Rozi mengatakan kejadian tersebut berlangaung pada Sabtu (14/12/2019).
Awalnya, pelaku Husni sedang mengecek lahan miliknya di Desa Talang MANDUNG.
Ketika berada di lokasi, ternyata batang kayu milik tersangka dan pamannya terlah ditebang oleh anak korban bernama Rizky.
Mendapati hal tersebut, Husni pun hendak melaporkan kejadian tersebut kepasa pamannya.
Setelah itu pelaku hendak pulang dan sekitar pukul 16.00 WIB.
Baca: NFO BMKG - Prakiraan Cuaca Rabu 18 Desember 2019: Waspada Hujan Lebat di Aceh dan Bandar Lampung
Baca: Masih Kontroversi di Indonesia, 7 Negara Ini Tak Ragu Hukum Gantung hingga Pancung Para Koruptor
Ketika berada di jalan Talang Padang pelaku bertemu dengan korban dan terjadi cekcok mulut mengenai lahan tersebut.
“Antara korban dan pelaku terjadi cekcok.”
“Kemudian korban mengajak pelaku untuk mengecek ke lokasi kebun miliknya,” kata Hairil, Senin (16/12/2019).
Hairil menerangkan, pelaku ketika itu mengendarai mobil berjenis Ford Ranger.
Sementara korban menggunakan sepeda motor.
Di tengah jalan, pelaku pun mendadak menabrak korban dari belakang hingga akhirnya Akri terpental dan terseret mobil pelaku sejauh tujuh meter.
Kejadian tersebut terjadi di Jalan Cor depan lokasi BKB 233, Dusun Talang Padang, Desa Benakat Minyak, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan.
Karena takut, lanjut Rozi, pelaku langsung melarikan diri, namun saat itu anak korban sempat menghadang pelaku.
“Anak korban sempat menghadang mobil pelaku,”
“Namun malah hendak ikut ditabrak sehingga anak korban lari,”
“Pelaku ketika itu langsung lari,” ujarnya.
Meski begitu, pelaku tetap menjalankan mobilnya dan hendak menabrak anak korban.
"Namun, saat itu hanya mengenai sepeda motor milik anak korban.”
“Sementara, korban setelah itu dibawa oleh warga ke Puskesmas Jirak namun sesampainya didepan puskesmas Jirak korban meninggal dunia," jelasnya.
Mendapati laporan tersebut, petugas kepolisian langsung melakukan pengejaran terhadap Husni yang sempat melarikan diri.
Usai dilakukan negoisasi, Husni akhirnya menyerahkan diri kepada petugas.
“Mobil dan sepeda motor milik korban sudah kita amankan.”
“Motifnya, pelaku ini kesal dengan korban karena menebang batang kayu dilahan miliknya. Pelaku memang adalah Kades,” ungkapnya.
Bantahan Kades
Mengutip pemberitaan Tribun Sumsel, Husni membantah tudingan dirinya sengaja menabrak warganya itu.
Menurut dia, dirinya tidak sengaja menabrak korban Akri alias Enggek (52) sehingga menyebabkan korban meninggal dunia.
"Saya Haji Pak, saya punya iman. Jadi demi tuhan saya memang tidak sengaja melakukannya (menabrak korban)" ungkap Yin, Senin (16/12/2019).
Ia menjelaskan, kejadian tersebut, bermula saat dirinya ingin menggesek (memotong) Kayu Racuk yang berada di kebunnya untuk dibuatkan di dapur rumah.
Saat kejadian, ia terkejut bahwa sudah ada operator yang terlebih dahulu menggesek kayu di kebunnya bersama kebun milik saudaranya.
Kemudian, operator mengaku diperintahkan Enggek (korban-red).
Lalu ia meminta operator tersebut pulang meninggalkan kebunnya yang sudah digesek hingga nyaris setengah kebun bersama kebun saudaranya Bibik (Paman Pelaku).
"Saat saya di rumah Bibik (Pemilik lahan) saya dikejar Enggek, lalu menanyakan kenapa menyetop operator bekerja? Saya jawab kamu itu salah menggesek lahan, karena lahan berada di seberang sungai," jelasnya.
"Saya diajak ke tempat operator bernama Kancil menanyakan perihal lahan digesek yang berada di tebingan.”
“Kemudian dia (korban-red) balik kanan dan mengawal saya. Saya mengikuti dia, lalu saat berada di jalan setapak, Enggek kembali memutar arah dan saat itulah tertabrak mobil," tambah Yin.