Gunung Karangetang Siaga, Warga Diimbau Tidak Mendekati Kawah, Ini Bahayanya Jika Terkena Lava Panas

Gunung Karangetang kini berstatus siaga dan mengeluarkan lava panas. Berikut adalah akibat jika kita melakukan kontak langsung dengan lava.


zoom-inlihat foto
lava-gunung-karangetang-kepulauan-siau-tagulandang-biaro-sitaro-sulawesi-utara.jpg
Dok. PVMBG
Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, terus mengeluarkan guguran lava panas.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara kini berada dalam status siaga.

Oleh sebab itu baik warga maupun wisatawan diimbau untuk tidak mendekati Gunung Karangetang.

Warga dan para wisatawan hanya diperbolehkan melakukan pendakian dan aktivitas lainnya di dalam zona aman.

Zona aman tersebut yaitu sejauh radius 2,5 kilometer dari kawah utama.

Warga juga diminta menjauhi area perluasan sektoral dari dua kawah ke arah barat laut utara sejauh 4 kilometer, dan dari kawah utama sejauh 3 kilometer ke barat.

Baca: Gunung Api Semburkan Awan Panas Setinggi 800 Meter, Sleman Diguyur Hujan Abu Tipis

Baca: Gunung Api Purba Nglanggeran

Dikutip dari Kompas.com, imbauan tersebut disampaikan Petugas Pos Pengamatan Gunungapi Karangetang, Fredianto Anthon Richard Korompis.

Terlebih tingkat aktivitas Gunung Karangetang berada dalam level III atau siaga.

Berdasarkan pantauan dari Pos Pengamatan Gunung api Karangetang, sinar api tampak di atas puncak kawah setinggi 25 meter.

Guguran lava dari puncak kawah utama tersebut mengarah ke Sungai Nanitu, Sense dan Pangi.

"Jarak luncuran mencapai 1.000 sampai 1.500 meter. Aktivitas itu terjadi pada Sabtu (14/12/2019) pukul 18.00-24.00 WITA,"katanya.

Bahaya terkena lava panas

Ilustrasi lava panas.
Ilustrasi lava panas. (pixabay.com)

Imbauan tersebut ada karena guguran lava panas sangat berbahaya bagi makhluk hidup.

Jangan pernah sekali-kali terlalu penasaran hingga membuat kita bertindak ceroboh.

Misalnya dengan menyentuh langsung lava panas dengan tangan atau bagian tubuh lain tanpa perlindungan tambahan apapun.

Dikutip dari Intisari.drid.id,  Mei 2018 silam, seorang traveller bernama Alex Rivest asal Amerika Serikat, bepergian ke Gunung Kilauea yang ada di Hawaii Volcanoes National Park, Big Island.

Gunung Kilauea merupakan salah satu gunung berapi yang paling aktif di Hawaii, sehingga di sekitarnya terdapat sungai lava pijar berwarna merah.

Alex pada saat itu penasaran dan mencoba menginjakkan kakinya ke atas lava panas.

Aksinya tersbut direkam dalam sebuah video dan diunggah di akun Alex Rivest.

Dalam video yang berdurasi 10 detik tersebut Alex menginjakkan kakinya, tak lama kemudian terlihat percikan api di alas sepatu gunung yang ia kenakan.

Alex pun refleks mengangkat kaki dan berteriak.

Rupanya, suhu lava tersebut memiliki kisaran panas sebesar 700 hingga 1.200 derajat Celcius.

Pasca melakukan aksi gilanya tersebut Alex memperingatkan, untuk tidak sekali-kali melakukan apa yang baru saja dicobanya.

Video alex dapat disaksikan di bawah ini:

Percikan lava bisa menghancurkan tulang

Baca: Jumat (16/8/2019) Pagi, Gunung Karangetang Kembali Keluarkan Lava, Warga Diimbau Tak Mendekat

Baca: Gunung Tangkuban Perahu Erupsi Lagi, Tinggi Kolom Abu Capai 100 Meter

Pesan Alex tersebut bukan tanpa alasan karena lava panas benar-benar bisa melukai hingga membunuh kita.

Dilansir dari BBC, seorang pria mengalami luka serius pada kakinya akibat percikan lava mendarat di atas kakinya.

"Percikan lava mengenai tulang kering dan menghancurkan kakinya," kata seorang juru bicara wali kota setempat seperti dikutip dari BBC pada Minggu (20/5/2018).

"Percikan lava itu jika ditimbang seberat kulkas," imbuh jubir tersebut.

Diketahui, magma dan lava adalah batuan cair.

Hanya saja sifatnya tidak sama seperti cairan-cairan lainnya.

Magma dan lava lebih padat, bisa sampai 3 kali lebih padat dari air dan tubuh manusia.

Karena adanya perbedaan kepadatan ini, ketika tubuh kita tersentuh atau jatuh ke dalam cairan tersebut, maka sudah jelas kita akan menjadi batuan panas yang mengapung.

Selain itu, magma dan lava juga dapat menenggelamkan kita.

Ilustrasi lava panas.
Ilustrasi lava panas. (pixabay.com)

Tapi bukan hanya lebih kental daripada air, tapi panas dari cairan ini dapat merusak tubuh kita.

Sebab suhu panasnya sangat mengerikan dan membuat manusia terbakar hingga tewas.

Perlu diingat, suhu magma dan lava bisa mencapai 1.200 sampai 2.200 derajat Celcius.

Terkadang kita memang bisa menemukan lava yang dingin di permukaan.

Namun untuk menjadi dingin, lava melalui proses yang sangat lama.

(TRIBUNNEWSWIKi/Magi, KOMPAS/Skivo Marcelino Mandey, INTISARI/Mentari DP)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Teman Tegar Maira:

    Teman Tegar Maira: Whisper form Papua adalah sebuah
  • Film - My Blackberry Girlfriend

    My Blackberry Girlfriend adalah sebuah film drama komedi
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved