TRIBUNNEWSWIKI.COM – Gunung Tangkuban Perahu di Jawa Barat kembali mengalami erupsi pada Rabu (4/9/2019) pagi.
Dikutip dari laman resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi tersebut terjadi pada pukul 07.42 WIB.
Tinggi kolom abu akibat letusan itu yakni mencapai 100 meter dari dasar kawah dengan intensitas tebal condong ke arah selatan dan barat daya.
“Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah selatan dan barat daya,” tulis PVMBG dalam rilis resminya di laman vsi.esdm.go.id, Rabu (4/9/2019).
Baca: Gunung Tangkuban Perahu
Baca: Ridwan Kamil Sebut Tiket Tangkuban Parahu Mahal, Pengelola : Tidak Bisa Sembarangan Turunkan Tarif
Erupsi tersebut terekam di seismogram dengan amplitude maksimum 50 mm dan durasi kurang lebih 58 detik.
“Selanjutnya erupsi menerus,” lanjut keterangan PVMBG dalam siaran persnya.
Saat ini, setelah mengalami erupsi, Gunung Tangkuban Perahu berada pada Status Level II atau Waspada.
PVMBG juga merekomendasikan kepada masyarakat di sekitar Gunung Tangkuban Perahu dan pengunjung baik wisatawan maupun pendaki untuk tidak mendekati kawah yang ada di puncak gunung dalam radius 1,5 km dari kawah aktif.
Sementara itu, demi keamanan, PVMBG juga merekomendasikan supaya kawasan Taman Wisata Alam Tangkuban Perahu ditutup untuk sementara sampai jarak aman di atas.
Meski begitu, masyarakat yang berada di sekitar Gunung Tangkuban Perahu diminta utuk tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa.
“Masyarakat di sekitar G. Tangkuban Parahu diharap tenang, beraktivitas seperti biasa, tidak terpancing isu-isu tentang letusan G. Tangkuban Parahu dan harap selalu mengikuti arahan BPBD setempat,” tutup siaran pers tersebut.
Sebelumnya, belum lama ini Gunung Tangkuban Perahu juga sempat mengalami erupsi.
Erupsi tersebut terjadi pada Selasa (20/8/2019) pagi.
Pada erupsi itu, tinggi kolom abu bahkan mencapai 250 meter dari dasar kawah.
Erupsi terus menerus terjadi di gunung yang terkenal dengan legenda cerita Sangkuriangnya itu.
“Terjadi erupsi menerus di Kawah Ratu, menghasilkan material berukuran abu dengan tinggi kolom abu lk. 70 m dari dasar kawah,” kata Kepala PVMBG, Kasbani, dalam pesan singkatnya, Selasa (20/8/2019).
Baca: Tolak Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan, 150 Ribu Buruh Ancam Demo Besar-besaran
Adapun tremor terekam terjadi terus menerus dengan amplitudo 2-50 mm, dominan 15 mm.
“Kesimpulannya, aktivitas vulkanik masih tinggi dan sedang terjadi erupsi menerus,” kata Kasbani.
Untuk itu masyarakat di sekitar Gunung Tangkuban Parahu dan pengunjung diimbau tidak mendekati kawah yang ada di puncak gunung dalam radius 1,5 km dari kawah aktif.
(TribunnewsWIKI/Widi Hermawan)
Jangan lupa subscribe kanal Youtube TribunnewsWIKI Official