Fakta Perempuan yang Rekam Videonya Tanpa Busana, Alasannya Ingin Lihat Bentuk Tubuhnya Sendiri

ZA ditangkap anggota Polres Sumenep pada Sabtu (7/12/2019) pukul 02.00 WIB. ZA ungkap motifnya merekam videonya sendiri tanpa busana


zoom-inlihat foto
ilustrasi87643356.jpg
TRIBUNNEWS.COM
Fakta Perempuan yang Rekam Videonya Tanpa Busana, Alasannya Ingin Lihat Bentuk Tubuhnya Sendiri. Foto hanya ilustrasi.


TRIBUNNEWSWIKI.COM – ZA (31) warga Desa Larangan Barma, Kecamatan Batuputih Sumenep, Madura ini harus berurusan dengan pihak kepolisian.

Hal tersebut lantaran perempuan yang berstatus sebagai janda tersebut nekat merekam sebuah video yang menampilkan dirinya sendiri yang tanpa busana hingga akhirnya tersebar di media social.

ZA ditangkap anggota Polres Sumenep pada Sabtu (7/12/2019) pukul 02.00 WIB.

Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti Sutioningtyas mengatakan video tubuh ZA tanpa busana memang dibuat sendiri oleh yang bersangkutan.

Video tersebut kemudian menjadi viral di media social sejak Jumat (6/12/2019) lalu.

Video di rekam di kamar mandi

Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti Sutioningtyas membenarkan jika ZA telah merekam videonya sedang telanjang pada Oktober 2019.

"Anggota kami sudah mengamankan tersangka ZA, dia ini membuat video di dalam kamar pribadinya," kata Widiarti seperti dilansir oleh Tribun Madura, Senin (9/12/2019).

Pada Jumat (6/12/2019), sekitar pukul 13.00 WIB, anggota Unit Resmob Polres Sumenep melakukan penyelidikan tentang beredarnya video porno yang terjadi di wilayah Kecamatan Batuputih, Sumenep.

Baca: Sering Nonton Video Porno, Ibu Pembunuh Bocah & 2 Anak Kandungnya di Sukabumi Berhubungan Incest

Baca: Video Viral Mobil Terjun Bebas dari Flyover dan Timpa Halte Bajaj, Begini Kondisi Sang Pengemudi

"Kami mendapat informasi bahwa pemeran dalam video porno tersebut berinisial ZA ini, setelah dilakukan penyeledikan, anggota kami mengamankannya untuk proses penyelidikan lebih lanjut," kata Widiarti.

Sementara itu, polisi sudah mengamankan sarung berwana biru motif batik serta satu unit handphone Xiami 4A warna merah muda sebagai barang bukti.

Alasan

Menurut keterangan AKP Widiarti Sutioningtyas, motif ZA melakukan perbuatan tersebut hanyalah karena iseng.

"Tersangka iseng ingin melihat bentuk tubuhnya sendiri dengan cara membuat video tersebut namun vidio tersebut akhirnya beredar kemana mana," kata AKP Widiarti Sutioningtyas.

Selain itu, ZA juga mengaku baru pertama kali merekam, video tanpa busana tersebut.

Video dikirim ke seseorang

Awal mula video ZA ini tersebar adalah setelah dirinya mengirimkan video tersebut kepada seseorang.

Kasat Reskrim Polres Sumenep AKP Tego S Marwoto menuturkan, seseorang itulah yang kemudian menyebarkan video ZA.

"Video itu disimpan di galeri ponsel Xiaomi miliknya," kata Tego S Marwoto.

"Terus video itu sempat terkirim ke seseorang, nah seseorang ini yang kemudian menyebarkan," lanjut AKP Tego S Marwoto.

Baca: Viral Video Kapolsek Bersimpuh dan Memohon di Hadapan Massa yang Bawa Golok, Ini Kronologinya

Baca: Bikin Geger Camat di Wonogiri Tak Sengaja Unggah Video Panasnya dengan Selingkuhan di WA

Identitas penyebar video

Terkait identitas si penyebar video tersebut, AKP Tego belum bisa memberikan jawaban pasti.

"Sedang kami dalami," pungkas Tego.

Nasib ZA

"Tersangka ZA ini dikena pengetrapan pasal 29 UU RI Nomer 44 Tahun 2008 tentang pornografi," kata AKP Widiarti Sutioningtyas.

Pasal tersebut menjelaskan tentang setiap orang dilarang memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi.

Pandangan ahli terkait perilaku ZA

Nyimas Rabbiany, psikolog alumnus Untag Surabaya memiliki pendapat tersendiri tentang tingkah laku ZA.

Nyimas berpendapat bahwa alasan terselubung janda Madura rekam video tanpa busana itu bukanlah untuk memamerkan tubuh.

Nyimas menduga, ZA membutuhkan perhatian khusus dari lawan jenisnya, laki-laki.

"Semua perilaku telanjang itu dilakukan untuk mendapat perhatian dari lawan jenis, terutama pasangannya," kata Nyimas Rabbiany pada TribunMadura.com, Selasa (10/12/2019).

Dalam kajiannya, Nyimas memastikan jika perilaku ZA tersebut bukanlah gangguan ekshibisionis atau kecenderungan untuk memamerkan tubuh.

"Ini bukan kasus ekshibisionis. Namun ini karena status perempuan ini punya kecenderungan ingin diterima keberadaan dirinya sebagai perempuan utuh," katanya.

Menurut Nyimas Rabbiany, perubahan sosial yang dialami seorang perempuan yang menjadi janda ini membutuhkan proses adaptasi yang memerlukan kematangan emosi yang cukup.

Baca: Kepala Desa Meninggal dalam Mobil, Diduga Hendak Mesum, Barang Bukti Pil hingga Celana Dalam

Baca: Media Vietnam Sorot Momen Evan Dimas Berkursi Roda Saat Terima Medali hingga Julukan Messi Indonesia

"Karena menjadi gadis, menjadi istri, dan sampai menjadi seorang janda ini ada perubahan secara sosial yang mempengaruhi, baik penghargaan rasa percaya diri, penerimaan sosial dan masih banyak lagi," jelas Nyimas seperti dikutip Tribunnewswiki.com dari Tribun Madura.

Menjadi seorang janda, kata Nyimas Rabbiany tidaklah mudah, karena akan menjadi stigma negatif di Masyarakat.

"Perempuan menjanda itu cenderung menjadi obyek seksual laki - laki dan stereotipe masyarakat yang mempengaruhi," katanya.

Secara psikologis, katanya, ketika menjadi janda, perempuan punya kecenderungan untuk mencari perhatian dari lawan jenis menjadi lebih besar.

Baik mulai dari perawatan wajah, tubuh, pakaian, dan lainnya.

"Secara tidak sadar mereka juga ingin mendapatkan perhatian seperti saat masih gadis, dan menunjukkan bahwa mereka masih eksis," katanya.

(Tribunnewswiki.com/Ami Heppy, Tribun Madura)











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved