Hari Ini dalam Sejarah: 4 Desember 1791 The Observer, Koran Mingguan Pertama di Dunia Terbit Perdana

The Observer adalah koran mingguan pertama di dunia yang terbit perdana pada 4 Desember 1791


Hari Ini dalam Sejarah: 4 Desember 1791 The Observer, Koran Mingguan Pertama di Dunia Terbit Perdana
ceseurogator.com
Edisi perdana The Observer, koran mingguan pertama di dunia 

The Observer adalah koran mingguan pertama di dunia yang terbit perdana pada 4 Desember 1791




  • Informasi awal


TRIBUNNEWSWIKI.COMThe Observer adalah surat kabar mingguan pertama di dunia, didirikan oleh WS Bourne.

Koran Inggris The Observer terbit perdana pada Minggu, 4 Desember 1791.[1]

The Observer disebut sebagai satu di antara koran terbaik di dunia.

Pada 1976, The Observer dibeli oleh konglomerasi Amerika bernama Atlantic Richfield Company.

Namun, The Observer kembali lagi ke tangan seorang Inggris bernama Roland Rowland pada 1981.

The Observer kemudian dibeli oleh Guardian Media Group pada 1993.

Markas The Observer berada di Kings Place, 90 York Way, London.[2]

 

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: 1 Desember 1828 – Jenderal Argentina Juan Lavalle Mengkudeta Manuel Dorrego

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: 1 Desember 1988 - Peringatan Hari AIDS Sedunia

Paul Webster, editor The Observer mulai 2018
Paul Webster, editor The Observer mulai 2018 (Twitter.com/paulfwebster)

  • Asal-usul


The Observer didirikan oleh W.S. Bourne dan terbit perdana pada Minggu, 4 Desember 1791.

Pada awalnya Bourne percaya bahwa The Observer akan membuatnya kaya, namun dia kemudian malah berutang hampir 1.600 pound.

Meskipun pada edisi-edisi awal mengklaim kemerdekaan editorial, Bourne justru berusaha menjual The Observer untuk mengatasi masalah keuangan.

Namun, usaha Bourne ternyata gagal.

Saudara laki-lakinya juga menawarkan The Observer pada pemerintah, tetapi juga ditolak.

Terlepas dari penolakan, pemerintah kemudian setuju mensubsidi The Observer asal pemerintah memiliki pengaruh di editorial koran tersebut.  

Hasilnya The Observer diisi para radikal seperti Thomas Paine, Francis Burdett dan Joseph Priestly. [3]

  • Abad ke-19


Pada 1807, Bourne bersaudara memutuskan mendapatkan kembali kendali editorial dan menunjuk Lewis Doxat sebagai editor baru.

Tujuh tahun kemudian, mereka menjual The Observer pada William Innell Clement, namun koran ini kembali menerima subsidi pemerintah.

The Observer memiliki sirkulasi 23.000 eksemplar pada 1819 dan mulai memperlihatakan kemerdekaan editorial dengan mengkritik pemerintah.

Clement mengurus koran ini sampai dia meninggal pada 1852.

Pada waktu itu, The Observer mendukung reformasi parlemen, tetapi menentang kepemimpinan para Chartist.

Setelah Doxat pensiun pada 1857, pewaris Clement menjual The Observer pada Joseph Snowe yang juga menjadi kepala editor.

Di bawah Snowe, koran ini mengadopsi pandangan politik yang lebih liberal, misalnya mendukung pihak Utara pada perang sipil Amerika.

Alhasil sirkulasi The Observer pun menurun.

Pada 1870, seorang pengusaha bernama Julius Beer membeli The Observer dan menunjuk Edward Dicey sebagai editor, berhasil menaikkan sirkulasi.

Ketika Julius meninggal, anaknya yang bernama Frederick kemudian ganti memiliki The Observer.

Pekerjaan Edward sebagai editor digantikan istri Frederick pada 1891. [4]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: 2 Desember 1908 – Puyi Naik Tahta sebagai Kaisar Terakhir Tiongkok

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: 1 Desember 1828 – Jenderal Argentina Juan Lavalle Mengkudeta Manuel Dorrego

  • Abad ke-20


The Observer dijual ke Alfred Harmsworth pada 1905.

Namun sirkulasi hanya mencapai 5.000 eksemplar, dan baru naik kembali ketika Austin Harrison ditunjuk menjadi editor.

Tiga tahun kemudian Austin digantikan James Louis Garvin pada 1909 dan sirkulasi meningkat sampai 40.000.

William Waldorf membeli The Observer pada 1911 dan memberikannya pada anaknya yang bernama Waldorf.

Pada 1942, anak Waldorf Astor bernama David Astor mulai memodernisasi koran ini.

Iklan di halaman depan dihapus demi mendukung berita, foto, dan opini.

Keluarga Astor memindahkan kepemilikan The Observer ke sebuah Trust  yang menyatatakan bahwa setiap keuntungan harus digunakan untuk menyempurnakan koran, mempromosikan jurnalisme baik atau untuk tujuan  sosial.

Mulai 1956, The Observer kehilangan ribuan pembacanya karena mengkritik tindakan pemerintah selama Krisis Suez.

The Observer Color Magazine dirilis pada 1964, sampul depannya menampilkan foto berwarna pertama The Observer, yakni potret Lord Mountbatten.

Donald Trelford ditunjuk sebagai editor pada 1975 dan berusaha mencari pemilik baru untuk menyelamatkan The Observer dari kebangkrutan.

Dua tahun setelahnya The Observer dimiliki Atlantic Richfield dan mulai 1981 dimiliki Lonhro.

Guardian Media Group membeli The Observer dan menyelamatkannya dari penutupan.[5]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: 3 Desember 1984 – Bencana Kebocoran Gas di Bhopal, Tewaskan 15.000 Orang

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: 3 Desember, Hari Disabilitas Internasional

  • Daftar editor


·         W. S. Bourne & W. H. Bourne (1791–1807)

·         Lewis Doxat (1807–1857)

·         Joseph Snowe (1857–1870)

·         Edward Dicey (1870–1889)

·         Henry Duff Traill (1889–1891)

·         Rachel Beer (1891–1904)

·         Austin Harrison (1904–08)

·         James Louis Garvin (1908–1942)

·         Ivor Brown (1942–48)

·         David Astor (1948–1975)

·         Donald Trelford (1975–1993)

·         Jonathan Fenby (1993–95)

·         Andrew Jaspan (1995–96)

·         Will Hutton (1996–98)

·         Roger Alton (1998–2007)

·         John Mulholland (2008–2018)

·         Paul Webster (2018– ) [6]

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Febri)



Peristiwa Terbitnya edisi perdana The Observer, koran mingguan pertama di dunia
Pada 4 Desember 1791
   


Sumber :


1. www.theguardian.com
2. wikivisually.com
3. www.britannica.com








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2019 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved