Hari Ini dalam Sejarah: 3 Desember 1984 – Bencana Kebocoran Gas di Bhopal, Tewaskan 15.000 Orang

Tragedi Bhopal disebut sebagai bencana di bidang industri terburuk dalam sejarah


Hari Ini dalam Sejarah: 3 Desember 1984 – Bencana Kebocoran Gas di Bhopal, Tewaskan 15.000 Orang
corrosion-doctors.org
Bekas pabrik pestisida di Bhopal, India, yang mengalami kebocoran gas 

Tragedi Bhopal disebut sebagai bencana di bidang industri terburuk dalam sejarah




  • Informasi awal


TRIBUNNEWSWIKI.COMBencana Bhopal adalah tragedi kebocoran gas yang terjadi di pabrik pestisida Union Carbide India Limited (UCIL), yang berada di Bhopal, Madhya Pradesh, India pada 3 Desember 1984.

Ada 40 ton lebih gas metil isosianat beracun yang bocor dalam bencana Bhopal, membunuh lebih dari 3.800 saat peristiwa terjadi.

Korban bencana Bhopal kemudian bertambah, diklaim mencapai total sekitar 16.000 jiwa dan meracuni ratusan ribu orang.

Bencana Bhopal disebut sebagai bencana industri terburuk sepanjang masa.[1]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: 3 Desember, Hari Disabilitas Internasional

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: 2 Desember 1908 – Puyi Naik Tahta sebagai Kaisar Terakhir Tiongkok

Sisa-sisa tanki di pabrik metil isosenat di Bhopal
Sisa-sisa tanki di pabrik metil isosenat di Bhopal (Commons.wikimedia.org)

  • Latar Belakang


Pabrik UCIL dibangun pada 1969 untuk memproduksi pestisida Sevin menggunakan metil isosianat.

Sementara, pabrik pembuatan metil isosianat baru ditambahkan pada 1979.

Mayoritas saham UCIL dimiliki Union Carbide Corporation (UCC) yang bermarkas di Amerika Serikta dan sebesar 49,1 persen dimiliki bank-bank yang dikontrol pemerintah India dan pemegang saham lainnya.

Beberapa kebocoran juga pernah terjadi sebelum 1984.

Pada 1976, dua serikat buruh setempat mengeluhkan polusi di sekitar pabrik.

Seorang pekerja pada 1981 secara tidak sengaja terkena gas phosgene yang beracun ketika sedang merawat pipa-pipa pabrik.

Karena panik, dia membuka masker gas dan menghirup banyak gas fosgen.

Akhirnya, dia meninggal tiga hari kemudian.

Setelah kejadian tersebut, seorang jurnalis bernama Rajkumar Keswani mulai menyelidiki kejadian tersebut dan menerbitkan hasilnya di koran setempat.

Dia mengatakan penduduk Bhopal berada di pinggir “gunung api”.

Pada Januari 1983, sebanyak 24 pekerja terpapar kebocoran fosgen dan semuanya dirawat di rumah sakit.

Sebulan kemudian, kebocoran metil isosianat berdampak pada 18 pekerja.

Pada Agustus 1982, seorang teknisi kimia terkenal metil isosianat cair dan membakar 30 persen tubuhnya.

Selama 1983-1984 juga terjadi kebocoran metil isosianat, klorin, monoetilamin, fosgen, dan karbon tetraklorida. [2]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: 1 Desember 1828 – Jenderal Argentina Juan Lavalle Mengkudeta Manuel Dorrego

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: 1 Desember 1988 - Peringatan Hari AIDS Sedunia

Bekas pabrik pestisida UCIL di Bhopal, India
Bekas pabrik pestisida UCIL di Bhopal, India (thebetterindia.com)

  • Kebocoran


Pada 2 Desember pukul 23.00 waktu setempat, ketika mayoritas penduduk Bhopal tertidur, seorang operator di pabrik menemukan kebocoran kecil metil isosianat dan peningkatan tekanan di tangki penyimpanan.

Perangkat keamanan bernama scrubber yang digunakan untuk menetralisasi pelepasan racun di sistem metil isosianat telah dimatikan tiga minggu sebelumnya.

Katup yang rusak menyebabkan satu ton air, yang digunakan untuk membersihkan bagian dalam pipa, bercampur dengan 40 ton metil isosianat.

Sebuah unit pendinginan berbobot 30 ton yang digunakan sebagai alat keamanan untuk mendinginkan tangki penyimpanan metil isosianat telah kehabisan cairan pendinginnya.

Cairan pendingin ini dialihkan untuk bagian lainnya di pabrik.

Tekanan dan panas dari reaksi eksotermik yang kuat di tangki terus meningkat.

Sistem keamanan gas juga sudah tidak berfungsi selama tiga bulan.

Pada sekitar pukul 01.00 waktu setempat, suara berisik terdengar di sekitar pabrik karena gas mulai terlepas keluar dari  katup pengaman hingga pagi hari.

Dalam beberapa jam, udara di Bhopal mulai teracuni metil isosianat.

Jalan-jalan di Bhopal dipenuhi mayat manusia, kerbau, sapi, anjing, dan burung.

Diperkirakan sekitar 3.800 orang tewas secara langsung.

Mayoritas dari mereka adalah penduduk di perkampungan kumuh sekitar pabrik.

Rumah sakit setempat kemudian dipenuhi oleh orang-orang yang keracunan.

Dalam beberapa hari pertama, jumlah kematian diperkirakan mencapai 10.000 orang.

Pemerintah India melaporkan lebih dari setengah juta orang terpapar gas beracun ini.

Bencana kebocoran Bhopal disebut sebagai bencana industri/kimia terburuk dalam sejarah.[3]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: 29 November 1781 – Pembantaian Zong, Para Budak Dibunuh Demi Klaim Asuransi

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: 28 November 1821 - Panama Menyatakan Merdeka dari Imperium Spanyol

  • Kelanjutan


Setelah kejadian, pabrik ditutup oleh pemerintah India.

Penyelidikan awal dilakukan oleh Council of Scientific and Industrial Research dan Central Bureau of Investigation.

Mengetahui kejadian ini, CEO UCC Warren Anderson langsung pergi ke India.

Namun, ketika sampai di India, dia menjadi tahanan rumah dan diminta pemerintah untuk meninggalkan India.

UCC dan tenaga medis setempat mulai memperkirakan penyebab kebocoran gas. [4]

Pada 1989, UCC membayar US470 juta untuk kompensasi terhadap bencana ini.

Besar kompensasi ini hanya sepertujuh dari yang diminta pemerintah India.

Setiap keluarga dari korban yang tewas diberikan Rs 1-3 lakh, lebih tinggi tiga kali lipat dari kompensasi kematian akibat kecelakan kendaraan bermotor.

Sementara yang cacat penuh atau setengah cacat diberikan  Rs 50.000 – 2 lakh dan mereka yang sakit temporer mendapat Rs 25.000 – 1 lakh.[5]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: 27 November 1810 - Theodore Hook Menyebarkan Berners Street Hoax di London

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: 26 November 1876 – Kelahiran Willis Carrier, Father of Air Conditioning

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Febri)



Peristiwa Kebocoran gas di Bhopal India
Waktu Kejadian 3 Desember 1984
Lokasi Bhopal, Madhya Pradesh, India
   


Sumber :


1. wikivisually.com
2. www.ncbi.nlm.nih.gov
3. www.downtoearth.org.in








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2019 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved