Hari Ini dalam Sejarah: 29 November 1781 – Pembantaian Zong, Para Budak Dibunuh Demi Klaim Asuransi

Para budak di atas kapal Zong dilempar ke laut agar kru kapal selamat dan bisa mengklaim asuransi


Hari Ini dalam Sejarah: 29 November 1781 – Pembantaian Zong, Para Budak Dibunuh Demi Klaim Asuransi
face2faceafrica.com
Ilustrasi Pembantaian Zong 29 November 1781 

Para budak di atas kapal Zong dilempar ke laut agar kru kapal selamat dan bisa mengklaim asuransi




  • Informasi awal


TRIBUNNEWSWIKI.COMPembantaian Zong adalah pembantaian massal lebih dari 130 budak Afrika di kapal budak Inggris bernama Zong.

Pembantaian Zong dilakukan oleh kru kapal Zong pada 29 November 1781.

Para kru kapal melakukan Pembantaian Zong  agar mereka tetap bisa bertahan hidup sekaligus mengklaim asuransi para budak.

Pada waktu itu kapal Zong kekurangan persediaan air minum dan agar para kru dan penumpang tetap hidup, mereka memutuskan menenggelamkan para budak ke laut.

Para budak saat itu dapat diasuransikan layaknya barang, sehingga walaupun mereka mati, pemiliknya masih bisa mengajukan klaim asuransi. [1]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: 28 November 1821 - Panama Menyatakan Merdeka dari Imperium Spanyol

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: 27 November 1810 - Theodore Hook Menyebarkan Berners Street Hoax di London

Para budak dilempar dari kapal Zong ke laut
Para budak dilempar dari kapal Zong ke laut (face2faceafrica.com)

  • Kapal Zong dan para krunya


Pada awalnya kapal Zong dimiliki perusahaan dagang Belanda bernama  Middelburgsche Commercie Compagnie, digunakan sebagai kapal pengangkut budak dan bermarkas di Middelburg, Belanda.

Zong berlayar pada 1777, mengangkut para budak ke Suriname di Amerika Selatan.

Namun, kapal Inggris HMS Alert membajak Zong pada 10 Februari 1781.

Pada 26 Februari, Alert dan Zong tiba di Cape Coast Castel (sekarang Ghana).

Pada Maret 1781, Zong dibeli oleh sindikat pedagang Liverpool.

Satu dia antara anggota sindikat tersebut adalah William Gregson, yang pada 1762 menjadi Wali Kota Liverpool.

William Gregson sudah mengangkut budak antara tahun 1747 dan 1780 sebanyak lima puluh kali pelayaran.

Dia mengasuransikan Zong dan menggunakannya untuk mengangkut para budak pada 1781 ke Jamaica.

Zong dikomandani oleh Luke Collingwood, seorang dokter bedah.

Luke tidak berpengalaman dalam navigasi, namun dia terlibat dalam pemilihan komoditas budak yang dibeli di Afrika.

Jika Luke menganggap seorang budak tidak berkualitas, maka budak tersebut akan dibunuh oleh pedagangnya karena dianggap tidak memiliki nilai.

Satu-satunya penumpang Zong adalah Robert Stubs, seorang mantan kapten kapal budak.

Zong memiliki 17 kru kapal ketika meninggalkan Afrika.[2]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: 26 November 1876 – Kelahiran Willis Carrier, Father of Air Conditioning

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: 23 November 1992 – IBM Memperlihatkan Simon, Smartphone Pertama di Dunia

Peta Jamaica, tujuan kapal Zong
Peta Jamaica, tujuan kapal Zong (Commons.wikimedia.org)

  • Pembantaian budak


Zong berangkat dari Afrika pada 18 Agustus 1781, mengangkut 442 budak.

Sebelumnya, Zong dan para budak telah diasuransikan.

Jumlah budak yang diangkut mencapai dua kali jumlah orang yang bisa diangkut secara aman di kapal tersebut.

Pada 6 September, setelah berhenti di Sao Tome untuk mengisi persediaan air, Zong berangkat ke Jamaica.

Pada 18 atau 19 November, Zong sudah harus mengisi persediaan air lagi.

Namun, kru kapal tidak berhenti untuk mengambil air.

Para kru kapal kemudian membuat kesalahan karena mengira Jamaica yang mereka lihat adalah Saint Domingue, Hispaniola.

Mereka baru menyadari kesalahannya setelah berlayar 300 mil laut.

Saat itu, persediaan air hanya tinggal empat hari, sementara berbalik ke Jamaica akan membutuhkan 10-13 hari.

Jika para budak mati di atas kapal, para pekerja kapal tidak akan menerima ganti rugi dari perusahaan asuransi.

Perusahaan asuransi tidak akan membayar ganti rugi jika para budak mati karena “sebab natural.”

Namun, jika para budak dilemparkan dari kapal ke laut dengan alasan menyelamatkan yang lainnya di atas kapal, kerugian dapat diklaim pada perusahaan asuransi.

Persediaan air akan cukup untuk para kru kapal dan tiap budak yang ditenggelamkan akan diganti $39,50.

Para kru kapal akhirnya memutuskan menenggelamkan setengah dari jumlah budak pada 29 November.

Mereka akan mengklaim bahwa penenggelaman budak diperlukan karena persediaan air kurang.

Zong akhirnya sampai di Jamaica pada 22 Desember, membawa 208 budak dan 420 galon air.[3]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: 22 November 1943 – Lebanon Merdeka dari Prancis

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: 21 November 1694 – Penulis dan Filsuf Prancis Voltaire Lahir

  • Klaim asuransi


James Gregson satu di antara anggota sindikat pedagang Liverpool kemudian mengajukan klaim asuransi atas kerugian yang dialaminya.

Gregson berpendapat bahwa Zong tidak memiliki persediaaan air yang cukup untuk menopang kehidupan kru dan para budak.

Thomas Gilbert, penanggung jawab asuransi, menolak klaim Gregson dengan mengatakan bahwa Zong masih memiliki 420 galon air ketika sampai di Jamaica.

Namun, pengadilan Jamaica pada 1782 memenangkan pemilik Zong.

Perusahaan asuransi naik banding pada 1783 dan proses tersebut menarik perhatian publik dan para abolisionis Inggris.

Granville Sharp, seorang abolisionis terkenal pada waktu, menggunakan kematian budak di kapal Zong untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang perdagangan budak dan menyuarakan anti-perbudakan.[4]

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Febri)



Peristiwa Pembantaian di atas kapal Zong
Pada 29 November 1781
   


Sumber :


1. wikivisually.com
2. face2faceafrica.com
3. www.blackpast.org


Editor: Melia Istighfaroh






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved