Salah satu pemain bernama Hali Long sampai curhat perihal masalah buruknya akomodasi di akun pribadinya.
Menurut Long, timnya tiba di hotel sebelum tengah hari tetapi kamar untuk mereka tidak siap.
Mereka juga dipaksa untuk pindah ke ruangan lain sementara mereka menunggu untuk memberi jalan kepada tim yang tiba lainnya.
"Tiba di hotel SEA Games kami pukul 11:30 pagi. Kamar belum siap, jadi kami makan siang sementara mereka memperbaiki kamar kami.
Dari pada 2 per kamar, kami sudah menyesuaikan menjadi 4-5 per kamar.
Sekarang jam 2:15 malam dan kamar belum siap. Mereka memindahkan kami ke ruang fungsi, jadi kami tidak akan kerumunan lobi untuk tim yang datang lainnya," curhat Hali Long.
Hali Long kemudian mengaku bersedih, karena merasa diabaikan padahal mereka tuan rumah, apalagi tamu dari negara lain.
"Sedih bahwa kami adalah tim tuan rumah dan ini adalah bagaimana kami diperlakukan. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana negara lain harus merasakannya," tulis Hali Long.
Ada Pemangkasan Anggaran
Sebelumnya, Filipina diterpa isu akan mengundurkan diri sebagai tuan rumah SEA Games ke-30.
Kompas.com menuliskan, panitia penyelenggara SEA Games 2019 (PHISGOC), memastikan Filipina tetap siap menjadi tuan rumah meski ada pemotongan anggaran.
Menanggapi hal ini, Ketua PHISGOC, Alan Peter Cayetano, memastikan rumor mundurnya Filipina tidak benar.
"Tidak ada keraguan bahwa kami tetap melakukan persiapan dan kami akan menggelar SEA Games ke-30," ucap Cayetano dikutip BolaSport.com dari laman Antara.
Baca: Mendekati SEA Games 2019, Indra Sjafri Coret Empat Pemain, Satu di Antaranya Striker Senior
Baca: Cidera saat Mewakili Indonesia di Sea Games 2017, Kini Edi Subaktiar Fokus Jadi Pelatih
Terkait dengan pemotongan anggaran, Cayetano menilai hal itu bisa terjadi karena kurangnya koordinasi antara penyelenggara dan pemerintah.
"Kongres dan Senat tidak berkonsultasi dengan kami bahwa mereka tidak setuju dengan anggaran sebesar 7,5 miliar peso yang kami ajukan," ujar Cayetano.
Walaupun ada masalah anggaran, Cayetano menjamin event yang dijadwalkan berlangsung pada 30 November hingga 11 Desember 2019 akan berjalan lancar.
"Kami akan menemukan jalan untuk memastikan terselenggaranya SEA Games, selain itu juga kami telah menemukan cara untuk membayar gaji para karyawan," ucap Cayetano.
Untuk menambal anggaran yang dipotong itu, PHISGOC dikabarkan akan bekerja sama dengan pihak swasta.
Tiga Jawara Piala Presiden Esports 2019 Bakal Dipersiapkan ke SEA Games 2019
Indonesia ikut meramaikan turnamen Esport dalam gelaran SEA Games 2019.