Ingin Sejahterakan Guru Honorer di Sumut, Edy Rahmayadi Ungkap Butuh Dana hingga Rp 400 Miliar

Kabar gembira bagi guru honorer di Sumatera Utara, Edy Rahmayadi gelontorkan 250 miliar untuk menggaji guru honorer di Sumut.


zoom-inlihat foto
edy-rahmayadi-slkjsl.jpg
Tribun Medan/Satia
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi saat ditemui usai melaksanakan rapat Paripurna bersama DPRD Sumut, di Gedung Dewan, Jalan Imam Bonjol, Kota Medan, Selasa (9/7/2019) sore.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Guru honorer di Sumatera Utara patut bersenang hati, karena Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi akan menaikkan gaji guru honorer di sana.

Hal ini disampaikan pada momen peringatan Hari Guru Nasional, Senin (25/11/2019).

Dikutip dari Kompas.com, Edy Rahmayadi berjanji akan memerhatikan lebih jauh lagi mengenai kesejahteraan para guru di Provinsi Sumatera Utara.

"Kemampuan kita naikkan gaji hanya Rp 50 ribu per jam. Tapi semua itu akan terus kita evaluasi," ujar Edy

Kenaikan gaji ini tentunya disesuaikan dengan anggaran keuangan yang disanggupi oleh Pemprov Sumut.

Baca: Potret Kelam Guru Honorer Indonesia 2019: Dianiaya Wali Murid, Ditikam Murid, hingga Digaji Rendah

Baca: Ini Sejarah Hari Guru Nasional di Indonesia yang Jatuh pada Hari Senin Pekan Depan

"Jangan tengok kenaikannya, dalam setahun kami butuh Rp 250 miliar untuk membayar gaji-gaji honorer,” tuturnya.

Menurut dia, kalau keuangan Pemprov Sumut semakin baik maka kesejahteraan guru akan semakin baik pula.

“Ketika keuangan kita semakin baik, maka kesejahteraan guru juga akan membaik,” ucapnya.

Dalam rapat paripurna DPRD Sumut pada akhir Februari 2019 yang membahas tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sumut 2018-2023, sektor pendidikan menjadi salah satu program prioritas dari lima program yang dirancang untuk mewujudkan RPJMD.

Sasaran pendidikan diarahkan kepada peningkatan kualitas dan keterjangkauan layanan pendidikan dengan target tercapainya angka rata-rata lama sekolah 10,5 tahun.

Gubernur Sumatera Utara, edy Rahmayadi berfoto bersama dengan guru-guru usai berziarah dan peringatan Hari Guru Nasional di Taman Makam Pahlawan, Medan, Senin (25/11/2019). Dalam kesempatan tersebut, Edy mengatakan bahwa gaji guru sudah dinaikkan dari Rp 40.000/jam menjadi Rp 90.000/jam. Sementara Kadisdik Sumut, Arsyad Lubis menyebut bahwa guru honorer masih belum sejahtera.
Gubernur Sumatera Utara, edy Rahmayadi berfoto bersama dengan guru-guru usai berziarah dan peringatan Hari Guru Nasional di Taman Makam Pahlawan, Medan, Senin (25/11/2019). Dalam kesempatan tersebut, Edy mengatakan bahwa gaji guru sudah dinaikkan dari Rp 40.000/jam menjadi Rp 90.000/jam. Sementara Kadisdik Sumut, Arsyad Lubis menyebut bahwa guru honorer masih belum sejahtera. (KOMPAS.COM/DEWANTORO)

"Sudah saya hitung, makanya saya berani menetapkan angka segitu, tapi kalau bisa Rp 100 ribu per jam," kata Edy.

Edy menambahkan untuk peningkatan kualitas dan keterjangkauan layanan pendidikan, dirinya memasang target 10,5 tahun angka rata-rata lama sekolah yang mendapat bantuan bersubsidi.

"Kalau dihitung-hitung bisa Rp 300 sampai Rp 400 miliar per tahun untuk mensubsidi sekolah,” jelasnya.

Baca: Edy Rahmayadi

Baca: Kisah Mirisnya Gaji Guru di Pedalaman Papua, hanya Cukup untuk Beli Air Bersih dan Minyak Tanah

Untuk pemerataan pendidikan di pedalaman Sumatera Utara, pihaknya telah menyiapkan sebuah terobosan agar pendidikan di Sumut merata.

"Guru-guru yang sudah PNS atau masih honorer akan dijadwalkan mengajar ke daerah tertinggal dan mendapat insentif. Dari situ mudah-mudahan kesejahteraan guru honorer meningkat," tegasnya.

Guru Honorer Gaji Rp 700 Ribu Sebulan, Malamnya Nyari Uang Tambahan Jadi Badut Hantu

Sementara saat ini, masih banyak guru honorer yang harus melakoni pekerjaan tambahan untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka karena gaji yang di dapat sangat kecil.

Guru honorer di Sumut, Musri (46) mengaku hanya dibayar Rp 700 ribu sebulan, seperti yang dilansir oleh Tribun-Medan.

Musri (46), merupakan guru kelas VI di SD Negeri 105364 di Desa Lubuk Rotan, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdangbedagai.

Musri guru honorer SDN 105364 Desa Lubuk Rotan, Kecamatan Perbaungan, Serdangbedagai mendapat penghargaan pada Hari Guru, Senin, (25/11/2019). (Kiri) Musri saat beraksi menjadi hantu. Sosoknya ketika jadi hantu.
Musri guru honorer SDN 105364 Desa Lubuk Rotan, Kecamatan Perbaungan, Serdangbedagai mendapat penghargaan pada Hari Guru, Senin, (25/11/2019). (Kiri) Musri saat beraksi menjadi hantu. Sosoknya ketika jadi hantu. (Tribun-Medan/Indra Gunawan)

Meski sudah 20 tahun mengabdi sebagai guru honorer, ia masih bergaji Rp 700 ribu per bulan.





Halaman
123
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved