Dari pihak pemerintah Indonesia, Gatot S Dewa Broto, selaku Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) mengatakan pihaknya sangat kecewa dengan Kementerian Sukan dan Belia Malaysia atau Kementerian Pemuda dan Olahraga Malaysia atas tragedi kekerasan terhadap suporter timnas Indonesia oleh oknum pendukung Malaysia.
Atas hal tersebut, Kemenpora RI pun langsung mengirimkan surat ke pihak Malaysia per tanggal 22 November 2019 berkaitan dengan tragedi tersebut.
Sebelumnya dikabarkan ada penusukan yang dilakukan pendukung Malaysia kepada suporter timnas Indonesia pada H-1 pertandingan.
Tak sampai di situ, paspor pendukung timnas Indonesia dirampas oleh para pendukung Malaysia tersebut.
Baca: Pernah Juarai AFF U-19 2013, Ini Deretan Mantan Bintang Timnas U-19 yang Berlaga di Liga 2
Baca: Fakhri Husaini Mundur dari Timnas Indonesia U-19, Rochy Putiray: PSSI Enggak Beres
Baca: Tak Banyak yang Tahu, Deretan Pemain Sepak Bola Jebolan Timnas Indonesia Ini Berstatus PNS
Disinyalir aksi yang dilakukan oleh para pendukung Malaysia didasari balas dendam atas kejadian waktu di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat.
Akan tetapi saat itu, tidak ada suporter Malaysia yang terkena pukul, bahkan sangat dilindungi oleh PSSI pasca pertandingan.
"Kemenpora sangat kecewa terhadap insiden-insiden tersebut karena satu hari setelah insiden di SUGBK, Menpora Imam Nahrawi sudah menyampaikan permohonan maaf kepada Menteri Sukan dan Belia Malaysia, Syed Saddiq, secara langsung," kata Gatot S Dewa Broto.
"Dalam responsnya saat itu Menpora Malaysia menerima permohonan maaf Indonesia dan mengucapkan selamat datang kepada suporter Indonesia saat nantinya akan menonton pertandingan 19 November 2019 di Kuala Lumpur."
"Suporter Indonesia akan disambut dengan ramah oleh pendukung Malaysia, tetapi ini ternyata tidak sepenuhnya terjadi," kata Gatot.
Untuk itu, Kemenpora meminta pihak Kepolisian Malaysia agar mengusut tuntas insiden yang sempat menimbulkan luka fisik kepada suporter timnas Indonesia dan perampasan paspor.
Kemenpora berharap Kepolisian Malaysia secara transparan bisa membawa ini ke jalur hukum.
"Kemenpora juga akan meminta PSSI untuk melaporkan insiden tersebut kepada FIFA, karena saat pertemuan tanggal 6 September 2019 antara kedua Menpora, ternyata Menpora Malaysia juga tetap membiarkan Federasi Sepakbola Malaysia untuk melaporkan insiden GBK ke FIFA meskipun Menpora Malaysia sudah menerima permohonan maaf Menpora Indonesia," kata Gatot.
Baca: Tak Banyak yang Tahu, Deretan Pemain Sepak Bola Jebolan Timnas Indonesia Ini Berstatus PNS
Baca: Inilah Elkan Baggot, Pesepakbola Muda Liga Inggris yang Berhasrat Bela Timnas Indonesia
Baca: Bakal Bertemu Shin Tae-yong, PSSI: Suporter Jangan Kecewa Pelatih Timnas Bukan Luis Milla
Gatot meminta agar suporter timnas Indonesia bisa sedikit tenang.
Diharapkan kejadian itu tidak terulang kembali saat timnas Indonesia bertemu Malaysia.
"Kemenpora tetap berharap agar insiden hubungan konflik antar supporter kedua negara untuk tidak terulang kembali baik di Indonesia maupun Malaysia, karena pada dasarnya hubungan diplomatik kedua negara dalam kondisi bagus," tutup Gatot.
Gatot S Dewa Broto mengaku belum mendapat permintaan dan klarifikasi dari Malaysia.
“Saya hanya tahu dari laporan dari beberapa suporter, bahwa ada insiden seperti ini kemudian Kemenpora tindakannya seperti apa, bukannya saya tidak percaya dengan suporter ya."
"Tapi kami akan tunggu dari pihak PSSI,” ujar Gatot.
“Tapi sebenarnya entah itu insiden kecil atau besar, itu harusnya dari Pemerintah Malaysia setidaknya menyampaikan surat lah."
"Ya, permintaan maaf dan klarifikasi lah," tandasnya.
(Tribunnewswiki.com/Kompas.com/Haris/Faishal Raihan)