Rida juga memberikan keterangan mengenai dugaan penyebab kebakaran tersebut terjadi.
Rida memaparkan bahwa api berasal dari rumah kontrakan yang ditempati Z, bersama Suhin.
Rida menduga, Z memainkan api setelah ditinggal sang Ayah yang bekerja serabutan.
"Karena bapaknya kan suka merokok. Mungkin dia mainin korek atau apa kena kasur jadi terbakar semuanya," ujar Rida.
Ibu Kandung Z baru meninggal dunia
Saat kebakaran terjadi, Rida mengaku sedang berada di kawasan Parung.
Dirinya kemudian diberi informasi oleh warga setempat bahwa kontrakan Z terbakar.
Rida kemudian meminta warga setempat untuk membantu memadamkan rumah Z yang diurusnya sejak ibunya meninggal 40 hari lalu.
"Saya lagi nggak ada di sini dapat telepon dari warga kalau rumahnya terbakar. Saya minta untuk ditangani.
Z ini kan memang selama ibunya meninggal 40 hari lalu saya yang urusi," ucap Rida.
Baca: Belum Sepenuhnya Aman, Ini Potensi Bencana di Ibu Kota Baru, Sesar Gempa Aktif hingga Banjir
Baca: BNPB Ungkap Hampir Sejuta Orang Menderita ISPA akibat Kebakaran Hutan dan Lahan
Sebelumnya, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Tangerang Selatan, Uci Sanusi, mengatakan seorang anak terjebak api hingga meninggal dunia.
"Ada anak usia sekitar 10 tahun yang terjebak dalam rumah tersebut dan meninggal," kata Uci.
Uci menjelaskan, petugas damkar pertama kali menerima laporan kebakaran sekitar pukul 15.45 WIB.
Dua unit mobil damkar kemudian dikerahkan ke lokasi kejadian untuk menjinakkan api.
"Di TKP terhambat portal dan gang sempit. Saat tiba di lokasi, dilakukan pemadaman dan pendinginan," kata Uci.
Menurut Uci, ada tiga rumah yang kebakaran dalam kejadian tersebut.
"(Kebakaran) tiga pintu rumah kontrakan. Kerugian belum ada info," tutur Uci.
(TRIBUNNEWSWIKI/Magi, KOMPAS/Isa Bustomi)