TRIBUNNEWSWIKI.COM – Pasca ledakan bom bunuh diri di Medan, Sumatera Utara pada Rabu (13/11/2019) Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya mengaku telah bertemu pengelola transportasi online.
Hal itu terkait pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Medan saat itu mengenakan jaket ojek online atau ojol.
Pelaku berinisial RMN diketahui masih berstatus mahasiswa/pelajar berusia 24 tahun.
Pada hari yang sama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bertemu para pengelola transportasi online guna meminta para penanggung jawab aplikasi online itu menertibkan para pengemudinya.
Baca: Kasus Bom Bunuh Diri Medan, Istri Pelaku Terpapar Radikalisme Terlebih Dahulu, Ajari Sang Suami
Baca: Istri Pelaku Bom Bunuh Diri Polrestabes Medan Ternyata Rencanakan Aksi Terorisme di Bali
Dikutip dari Kompas.com, Budi Karya Sumadi juga meminta pengelola transportasi online untuk memperketat rekrutment pemngemudinya.
“Proses rekrutmen kita minta lebih ketat,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di sela-sela kunjungannya di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali, Jumat (15/11/2019).
Ia menyebutkan, dalam pertemuan itu, para pengelola transportasi online tersebut merespon dengan baik.
“Mereka koorperatif, karena kita memang dialognya bagus satu sama lain,” katanya.
Baca: 5 Fakta Pelaku Bom Bunuh Diri Polrestabes Medan, Driver Ojol Hingga Miliki Akun YouTube
Baca: Fakta Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Masih Berstatus Mahasiswa hingga Dikenal Baik
Di sisi lain, para pengemudi ojek online (ojol) di Mamuju, Sulawesi Barat mengaku pendapatannya menurun.
Sebeb, para driver itu mengungkapkan jika profesi mereka kerap dikaitkan dengan pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Medan.
Pasalnya pelaku pengeboman itu mengenakan jaket ojek online (ojol) saat melakukan aksi bom bunuh diri Rabu kemarin.
Ketua Komunitas Grab Man di Mamuju, Abdul Wahab mengaku jika saat ini para warga ragu menggunakan jasa ojol pasca peristiwa bom bunuh diri di Polrestabes Medan itu.
Baca: Pasca Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Menhub Minta Rekutmen Ojek Online Diperketat
Baca: Sosok Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Bekerja Sebagai Pengemudi Ojol hingga Jualan Bakso
Profesi sebagai driver ojol menjadi korban atas peristiwa itu.
"Kami menolak terorisme. Para driver ojol ini merupakan pejuang untuk keluarga," ujar Abdul Wahab, Jumat (15/11/2019).
Peristiwa itu membuat pendapatan driver ojol di daerah lain merosot tajam.
“Terus kajadian bom bunuh diri di Medan, kami merasa terpukul dan merasa sangat dirugikan,” jelasnya.
Baca: Kata Teman Pelaku Bom Bunuh Diri Medan, Hilang Kabar, Diduga Terpapar Radikalisme Usai Menikah
Baca: 4 Fakta Ledakan Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Identitas Pelaku hingga Tanggapan Grab
Mereka juga meminta apparat penegak hukum mengusut tuntas kasus tersebut.
Tidak hanya itu, Wahab juga meminta masyarakat untuk tidak menyangkutpautkan identitas dan profesi mereka dengan kejadian bom bunuh diri di Polrestabes Medan.
Seperti diberitakan, seorang pria yang menggunakan jaket berlogo ojek online melakukan bom bunuh diri di halaman Polrestabes Medan, Rabu pagi.
Pria berjaket ojek online yang meledakan diri di Polrestabes Medan Rabu kemarin berinisual RMN yang berusia 24 tahun.