Pemerintah Arab Saudi Meminta Maaf Setelah Sebut Feminisme sebagai Ekstremisme

Secara resmi badan pemerintah Arab Saudi ini menyatakan bahwa penggolongan feminisme sebagai bagian dari ekstremisme adalah suatu kesalahan.


zoom-inlihat foto
burka-123.jpg
Pixabay.com
Pemerintah Arab Saudi sampai saat ini masih terus berupaya melakukan reformasi dalam berbagai hal, satu di antaranya adalah memberikan hak-hak bagi kaum perempuan untuk menentukan pilihannya sendiri, termasuk menyetir dan menonton bola (Gambar Ilustrasi)


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pemerintah Arab Saudi melalui Badan Keamanannya meminta maaf seusai mengunggah video di media sosial yang menempatkan feminisme sebagai salah satu bentuk ekstremisme.

Secara resmi badan pemerintah Arab Saudi ini menyatakan bahwa penggolongan feminisme sebagai bagian dari ekstremisme adalah suatu kesalahan.

Sampai saat ini, seperti dilansir oleh BBC, (13/11/2019) pihak pemerintah Arab Saudi masih melakukan penyelidikan terkait unggahan video di media sosial tersebut.

Sebelumnya, video tersebut diunggah oleh Lembaga Pengamanan Kepresidenan di akun media sosial, Twitter.

Lembaga Pengamanan ini bertanggung jawab penuh terhadap Raja Salman.

Usai menyatakan permintaan maafnya, lembaga pengamanan ini mengatakan bahwa terdapat sejumlah kesalahan di dalam video yang diunggah pada akhir pekan lalu.

Baca: Bangkitkan Industri Hiburan dan Wisata, Arab Saudi Lakukan 6 Terobosan Ini

Baca: Arab Saudi Akhirnya Beri Izin Pasangan Turis Tak Menikah Menginap di Satu Kamar Hotel

Komisi Hak Asasi Manusia, Arab Saudi memberikan komentar terkait permasalahan ini.

Mereka memberikan komentar bahwa feminisme bukanlah tindak pidana.

Namun demikian, menurut BBC, mereka tidak menyinggung isu homoseksualitas maupun atheisme.

Dilaporkan BBC, video yang diunggah tersebut bermula dari upaya Arab Saudi menghilangkan citra negara yang tidak ramah terhadap perempuan.





Halaman
1234
Penulis: Dinar Fitra Maghiszha
Editor: haerahr






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved