TRIBUNNEWSWIKI.COM - Beberapa hari yang lalu, sempat muncul berita yang menghebohkan warga usai ditangkapnya seorang pemimpin suatu tarekat karena dilaporkan membagi-bagikan sepotong kartu surga di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Kartu surga yang dianggap dapat menyelamatkan kehidupan dunia-akhirat manusia ini dibagi-bagikan kepada ratusan jamaat dalam organisasi keagamaan Tarekat Ta'jul Khalwatiyah Syech Yusuf di Kabupaten Gowa.
Pemimpin tarekat, Puang La'lang, dilaporkan telah diamankan oleh pihak kepolisian lantaran menjanjikan keselamatan dunia-akhirat kepada para pengikutnya.
Tersangka diberi pasal berlapis atas dugaan penistaan agama, seperti dilaporkan Tribun Gowa, (5/11/2019).
Seorang warga setempat, Muhammad Rasdin Adam, menceritakan pengalamannya saat mendapatkan kartu surga, sementara seorang sosiolog agama berpendapat perihal fenomena tersebut kepada ABC News, Minggu, (10/11/2019).
Baca: Dewi Tanjung Bantah Numpang Tenar Laporkan Novel Baswedan : Saya Pernah Jebloskan Eggi Sudjana
Berawal dari Ibadah Shalat Jumat
Adam pada awalnya tak sengaja menemukan masjid pimpinan Puang La'lang di Dusun Tamalate, Desa Timbuseng, Kecamatan Patalassang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Ia menemukan masjid tersebut sekitar sebelas tahun yang lalu.
Saat itu, Adam mengaku sedang hendak mencari masjid untuk menunaikan ibadah sholat Jumat.
"Saya hanya kebetulan lewat situ pas hari Jumat, jadi saya mampir di masjidnya."
"Saya mampir karena saya lihat banyak jamaah, saya juga heran 'kok masjid kecil ini banyak jamaah sampai ratusan?', saya mampir sholat."
Adam mengakui bahwa tak ada yang berbeda dari tata cara beribadah sholat di masjid tersebut.
Namun demikian ia merasa ada yang berbeda kala mendapati sholat Jumat dilakukan tanpa pengeras suara, layaknya masjid pada umumnya.
Usai menjalankan ibadah sholat Jumat, Adam dihampiri oleh seorang pengurus masjid.
Dirinya ditanya apakah orang baru atau tidak di lingkungan tersebut.
Ia juga ditanya apa tujuannya singgah di masjid tersebut.
Adam kemudian diajak berbincang lebih lanjut usai ditanya dua hal sapaan tersebut.
Di sinilah kemudian Adam menemukan ada keanehan.
Ia mengakui merasa tertarik menelusuri sesuatu yang membuat keingintahuannya timbul.
Adam menyatakan diberi tahu bahwa di tempatnya ia beribadah merupakan salah satu perguruan.