Bukanlah Rekayasa, Begini Analisis Dokter Ungkap Fakta Sebenarnya Gangguan Mata Novel Baswedan

Bukanlah sebuah rekayasa, begini analisis dokter ungkap fakta sebenarnya tentang gangguaan mata Novel Baswedan.


zoom-inlihat foto
novel-baswedan-disiram-air-keras-begini-komentar-dokter.jpg
KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Bukanlah rekayasa, begini analisis dokter ungkap fakta sebenarnya gangguan mata yang dialami Novel Baswedan


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Bukanlah sebuah rekayasa, begini analisis dokter mengungkap fakta sebenarnya tentang gangguaan mata yang dialami oleh Novel Baswedan.

Analisis dokter ini mengungkap sebenarnya terkait gangguang mata yang dialami Novel Baswedan.

Kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan belum juga menuju titik terang.

Meskipun sudah lewat dua tahun, misteri peristiwa penyerangan yang dialami Novel Baswedan tersebut belum juga terkuak.

Novel Baswedan mengalami gangguan penglihatan di mata kirinya usai penyerangan April 2017 silam itu.

Baca: Dituduh Dewi Tanjung Lakukan Rekayasa, Polisi hingga Pakar Hukum Dukung Novel Baswedan Lapor Balik

Baca: Dewi Tanjung Laporkan Penyerangan Novel Rekayasa, Begini Kecaman Tim Advokasi Novel Baswedan

Gangguan penglihatan Novel Baswedan tersebut bahkan membuat matanya menjadi buta.

Sebelumnya, gangguan mata yang dialami oleh Novel Baswedan tersebut menjadi pembicaraan lantaran ada yang mneyebut bahwa itu merupakan rekayasa belaka.

Hal tersebut disampaikan oleh Dewi Tanjung.

Kasus bermula ketika Dewi Tanjung, politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), melaporkan penyidik Novel Baswedan.

Dewi Tanjung melaporkan Novel Baswedan, sebut bahwa kejadian penyerangannya merupakan rekayasa belaka.
Dewi Tanjung melaporkan Novel Baswedan, sebut bahwa kejadian penyerangannya merupakan rekayasa belaka. (kolase Kompas.com)

Dewi Tanjung melaporkan Novel Baswedan ke Polda Metro Jaya, Rabu (6/11/2019).

Novel Baswedan dilaporkan adanya dugaan melakukan penyebaran berita bohong melalui media elektronik.

Dewi menyatakan Novel telah merekayasa peristiwa penyiraman air keras oleh orang tak dikenal pada 11 April 2017.

Ada beberapa hal janggal dari yang dialami Novel mengacu pada rekaman CCTV.

Kejanggalan itu mulai dari bentuk luka, perban, dan kepala yang diperban.

"Tiba-tiba malah mata yang buta," kata Dewi.

Tak hanya itu, Dewi menganggap, reaksi Novel ketika disiram air keras tak seperti korban terkena siraman air keras.

Mantan Penyidik KPK Novel Baswedan, kini buta mata sebalah kiri karena diserang air keras.
Mantan Penyidik KPK Novel Baswedan, kini buta mata sebalah kiri karena diserang air keras. (TRIBUNNEWS/MUHAMMAD FADHLULLAH)

Menanggapi berita tentang disebutnya gangguan mata pada Novel Baswedan merupakan rekayasa akhirnya ada seorang dokter yang buka suara.

Salah seorang dokter lulusan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Belva Prima Geniosa, MMR, menjelaskan bahwa gangguan mata yang diderita Novel dinamakan Corneal Opacity.

Ia pun menuliskan penjelasan mengenai Corneal Opacity dalam akun Twitter-nya, @BelvaGeniosa pada 28 Oktober 2019.

"Saya dokter umum, tapi saya berminat sekali pada bidang mata. Mungkin akan mendaftar spesialis mata. Maka saya ingin menjelaskan terkait kornea ini kepada orang awam, dengan bahasa yang mudah, supaya tidak banyak informasi keliru yang bertebaran," ujar Belva saat dihubungi Kompas.com, Jumat (8/11/2019).

Menurutnya, Corneal Opacity merupakan warna keputihan yang terdapat pada kornea yang menyebabkan gangguan pada media refrakta (penglihatan).

"Mata itu memiliki media refrakta, dan non refrakta. Jika ada masalah di media refrakta, maka visus (tajam penglihatan) akan menurun," ujar dokter yang bekerja di Puskesmas Patuk 1," Kabupaten Gunungkidul ini.

Selain itu, warna putih tersebut terbagi menjadi tiga macam, yakni nebula yang sulit dilihat, makula yang sudah mulai nampak dan batasnya tegas, dan leukoma yang dari jauh sudah terlihat warna putihnya.

Dari macamnya, Belva mengategorikan warna putih yang ada pada kornea Novel termasuk jenis leukoma.

Mengenai cairan asam yang disiramkan ke bagian wajah Novel, Belva menjelaskan, cairan yang bersifat asam maupun basa berpotensi merusak kornea.

Untuk cairan asam, dapat menyebabkan nekrosis (kematian jaringan) dan penggumpalan massa yang mencegah cairan asam tersebut tembus ke kornea.

Sementara jika cairan basa, dapat mengakibatkan adanya reaksi saponifikasi, sehingga kornea mata mengalami likuefaksi (meleleh) dan masuk ke bola mata.

Baca: 4 Kontroversi Dewi Tanjung, Politisi PDI Perjuangan yang Laporkan Amien Rais hingga Novel Baswedan

Baca: Molor dari Tenggat Waktu, Bagaimana Kelanjutan Kasus Novel Baswedan?

Dampak Air Keras di Wajah Novel

Lalu, saat tersiram air keras, warganet mempertanyakan mengenai mengapa kerusakan hanya terjadi pada mata sebelah kiri Novel?

Belva menyampaikan, terlambatnya refleks berkedip yang dilakukan Novel, sehingga masuknya air keras lebih cepat ke mata.

"Sebenarnya mata itu kan jika ada benda yang masuk, akan ada refleks berkedip ya. Namun, saat suatu kejadian terjadi secara tiba-tiba dan tidak diduga, kadang refleks berkedipnya terlambat," ujar Belva.

Hal inilah yang menyebabkan cairan yang disiramkan ke wajah Novel masuk terlebih dulu, daripada dia gerak melindungi diri dengan cara berkedip.

"Untuk mata kanan dan kirinya, bisa jadi saat penyiraman memang lebih mengarah ke kiri, dan derajat kerusakannya lebih parah yang sebelah kiri. Maka jaringan kornea kiri tidak bisa memperbaiki diri," ujar Belva.

Novel Baswedan yang kini buta mata sebelah kiri karena diserang air panas.
Novel Baswedan yang kini buta mata sebelah kiri karena diserang air panas. (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

Adapun derajat keparahannya dipengaruhi oleh beberapa hal, yakni pH zat kimia, kepekatan zatnya, lamanya waktu saat kejadian hingga dilakukan tindakan penyelamatan, dan jumlah cairannya.

Tak hanya itu, Belva mengatakan bahwa tindakan pertolongan pertama jika terkena air keras, yakni langsung mencari air mengalir untuk meminimalisir luka pada kulit.

Setelah dibasuh menggunakan air, ia menyarankan agar pasien langsung dibawa ke rumah sakit yang memiliki dokter spesialis mata.

Di sisi lain, terkait kulit wajah Novel yang sembuh dari efek air keras, sementara kornea Novel tetap terluka, Belva menjelaskan bahwa hal ini dikarenakan kornea tidak memiliki pembuluh darah.

"Karena kulit kaya akan vaskularisasi (pembuluh darah), sedangkan kornea tidak. Kornea tidak punya pembuluh darah, dia dapat nutrisi dari endotel saja," ujar Belva.

Atas penjelasan yang ia tulis dalam twitnya, Belva mengungkapkan jika beberapa penjelasan bersumber dari situs kesehatan, seperti ncbi.nlm.nih.gov, springer.com, dan journals.lww.com.

Infografik: Jejak Kasus Penyerangan Novel Baswedan
Infografik: Jejak Kasus Penyerangan Novel Baswedan (KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo)

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Abdurrahman Al Farid/KOMPAS.COM/Retia Kartika Dewi)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved