‘‘Kami berkenalan dan dia mendukung…terus dia mengurusi saya dapat beasiswa di sana. Akhirnya saya 2,5 tahun di sana bisa konsentrasi hanya pada itu saja. Maka itu saya berhasil," ungkapnya.
Berbagi ilmu untuk orang Jerman dan Indonesia
Tak hanya melakukan penelitian, Lydia juga mengajarkan pengetahuannya tentang Jawa terhadap orang Jerman maupun Indonesia.
Di Goethe Universität Frankfurt, dirinya sempat mengajar Bahasa Indonesia dan seminar tentang Indonesia, khususnya Jawa, selama lima tahun.
Selain itu ia juga bekerja sebagai dosen lepas di Universitas Bonn.
‘‘Selalu tentang budaya Indonesia atau Jawa termasuk Panji, termasuk museologi, termasuk kesenian…ada kesenian macam-macam. Pokoknya selalu ada kaitan dengan cultural heritage, warisan budaya," ungkapnya.
Ketika ditanya perihal antusiasme mahasiswa Jerman, ia bercerita bahwa mereka sangat tertarik dan aktif mengambil inisiatif untuk membuat makalah atau presentasi.
Hal itu membuatnya kagum terhadap para mahasiswa.
"Ternyata ya mereka juga, gimana ya, merasakan antusiasme saya, jadi seperti mereka ketularan,” katanya sambil tertawa.
Menjelaskan dan menceritakan budaya Indonesia kepada orang Indonesia adalah hal yang sedikit aneh baginya
"Kalau di Indonesia…Saya dulu sering merasa malu, bagaimana saya sebagai orang asing kasih tahu tentang budaya Jawa sendiri… Maka itu saya sering ah malah menolak waktu saya ditawarkan,” katanya.
Namun perlahan ia mengerti bahwa apa yang ia lakukan ini berguna dan merupakan suatu bentuk timbal-baliknya.
"Saya dapat banyak dari budaya Jawa, jadi saya juga bersedia mengembalikan, menyampaikan pengetahuan saya,” jelasnya.
Beberapa Orang Indonesia Merasa Malu
Lydia sempat menceritakan reaksi orang-orang yang mengatakan padanya bahwa mereka (warga Indonesia di Jerman) merasa malu lantaran tidak terlalu tahu tentang budaya sendiri.
Pertunjukkan yang ia lakukan bersama teman-teman juga merupakan cara lain untuk menyampaikan pengetahuannya tentang budaya Jawa.
"Jadi tidak cuma saya vortrag (presentasi), kering ya. Lebih puitis," tutur perempuan yang belajar macapat di UGM ini.
Pertunjukkan ini ditampilkan pertama kali di sebuah acara kebudayaan yang diselenggarakan oleh PPI di Jerman di kota Duisburg.
Rencananya mereka ingin menawarkan penampilan serupa di acara lainnya.
Indonesia bukan hanya Bali, dan bukan hanya Jawa