Hari Ini dalam Sejarah: 6 November 1494 - Sulaiman yang Agung Lahir, Raja Terbesar Turki Utsmani

Sulaiman yang Agung adalah raja terbesar Imperium Turki Utsmani yang memerintah pada 1520-1566


Hari Ini dalam Sejarah: 6 November 1494 - Sulaiman yang Agung Lahir, Raja Terbesar Turki Utsmani
Wikicommons
Potret Sulaiman yang Agung oleh Titian 

Sulaiman yang Agung adalah raja terbesar Imperium Turki Utsmani yang memerintah pada 1520-1566




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Sulaiman yang Agung atau Sulaiman I adalah raja Imperium Turki Ustmani yang berkuasa pada 1520-1566.

Sulaiman yang Agung disebut sebagai raja terbesar Turki Ustmani.

Di bawah Sulaiman yang Agung, Turki Utsmani berhasil melakukan serangkaian penaklukan dan mendominasi Laut Tengah, Laut Merah, dan Teluk Persia.

Sulaiman Yang Agung juga melakukan reformasi legislatif di bidang kemasyarakatan, pendidikan, perpajakan, dan hukum pidana.

Selain itu, Sulaiman Yang Agung dikenal sebagai penyair dan pandai emas yang unggul.

Dia menjadi patron seni dan budaya Turki Ustmani.

Sulaiman Yang Agung dapat berbicara dalam bahasa Turki, Arab, Chagatai, Persia, dan Serbia. [1]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: 5 November 1605 – Guy Fawkes Ditahan dan Persekongkolan Bubuk Mesiu Gagal

Baca: Hari ini dalam Sejarah: 3 November 2014, One World Trade Center Resmi Dibuka

Wilayah kekuasaan Imperium Turki Utsmani ketika Sulaiman Yang Agung mangkat
Wilayah kekuasaan Imperium Turki Utsmani ketika Sulaiman Yang Agung mangkat (Wikicommons Chamboz)

  • Kehidupan dan Karier Awal


Sulaiman lahir pada 6 November 1494 di Trabzon, Pantai Timur Laut Hitam, sebagai anak tunggal.

Ayahnya adalah Raja Sehzade Selim yang bergelar Selim I, sedangkan ibunya bernama Hafsa Sultan, seorang mualaf.

Ketika berumur tujuh tahun, dia belajar sains, sejarah, sastra, teologi, dan militer di sekolah kerajaan yang ada di Istana Topkapi, Konstantinopel.

Sulaiman berteman dengan Pargali Ibrahim, seorang budak yang kemudian menjadi penasihat yang paling dipercayainya.

Pada umur tujuh belas tahun, dia menjabat sebagai Gubernur Kaffa, kemudian di Manisa, termasuk menjabat singkat di Edirne.[2]

Ketika muda, Sulaiman sangat terkesan dengan Alexander Agung.

Ekspansi militernya mendapat inspirasi dari penakluk Makedonia tersebut.

Ayahnya berkuasa dengan cukup sukses, mewariskan Yanisari (pasukan elite Turki) dan angkatan laut yang kuat pada Sulaiman.

Sulaiman menikahi Mahidevran Sultan (1512/1514) dan Hürrem Sultan atau Roxelana (Roxelana).

Dia memiliki delapan anak laki-laki (Şehzade Mahmud, Şehzade Mustafa, Şehzade Murad, Şehzade Mehmed, Şehzade Abdullah, Sultan Selim II, Şehzade Bayezid, dan Şehzade Cihangir)  dan dua anak perempuan (Mihrimah Sultan dan Raziye Sultan).[3]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: 2 November 1988 - Morris Worm Mulai Menginfeksi Komputer

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: 1 November 1512 Karya Michelangelo di Kapel Sistina Diperlihatkan ke Publik

 

  • Menjadi Raja


Selim I mangkat pada 21/22 September 1520 dan digantikan Sulaiman pada 30 September 1520, sebagai sultan kesepuluh Imperium Utsmani.

Karena terinspirasi Alexander Agung, dia mulai melakukan penaklukan.

Sulaiman menginvasi Belgrade pada 1521 dan Rhodes pada 1522.

Ilustrasi Sulaiman Yang Agung selama pengepungan Rhodes 1522
Ilustrasi Sulaiman Yang Agung selama pengepungan Rhodes 1522

Dia juga menaklukkan sebagian besar wilayah Hungaria dalam Pertempuran Mohacs pada Agustus 1526.

Raja Hungaria Louis II, yang tidak meninggalkan keturunan, mangkat dalam pertempuran tersebut.

Ferdinand I dari Austria kemudian mengklaim tahta Hungaria dan mendapat pengakuan dari Hungaria Barat.

Di sisi lain, John Zapolya juga mengklaim tahta dan diakui sebagai raja bawahan oleh Sulaiman I.

Dengan demikian Hungaria dibagi menjadi dua kekuasaan, yakni Hungaria di bawah Habsburg dan Kerajaan Hungaria Timur.

Pada September sampai Oktober 1529, Sulaiman mencoba penaklukan pertamanya atas Wina.

Namun koalisi Kristen berhasil mengalahkannya.

Dia kembali berusaha menaklukkan Wina pada Agustus 1532.

Pada waktu yang sama, Sulaiman juga merasa diganggu oleh Dinasti Safawiyah di Persia.

Baca: Hari Ini Dalam Sejarah: 1 November Hari Inovasi Indonesia

Baca: Hari dalam Sejarah: 31 Oktober 1941 - Pahatan Wajah 4 Presiden Amerika di Gunung Rushmore Selesai

Gubernur Baghdad yangs setia pada Sulaiman, dibunuh atas perintah Syah Tahmasp.

Selain itu, Gubernur Bitlis juga mengubah kesetiaanya ke arah Safawiyah.

Pada 1533, Sulaiman meminta Wazir Ibrahim Pasha untuk menyerang Irak Safawiyah.

Dia berhasil mencaplok kembali Bitlis dan Tabriz.

Pada 1534, Utsmani berhasil menaklukkan Baghdad.

Di bawah Sulaiman, Angkatan Laut Utsmani berhasil mendominasi Teluk Pesia, Laut Merah, dan Laut Tengah.

Utsamani memenangkan Pertempuran Preveza melawan Angkatan Laut Spanyol pada 1538, membantu mereka mengamankan posisinya di Laut Tengah selama tiga dasawarsa.

Pada 1540, angkatan perang Austria berusaha memperluas kekuasaannya ke Hungaria Tengah.

Namun kampanye militer Sulaiman berhasil menggagalkannya.

Hungaria kemudian dibagi menjadi tiga, yakni Hungaria Habsburg, Hungaria Utsmani, dan Kepangeranan Transylvania yang semimerdeka.

Karena dikalahkan oleh kekuatan Utsmani, Charles V dan Ferdinand terpaksa menandatangai traktat yang memalukan mereka.

Sulaiman juga melakukan kampanye militer melawan Syah Tahmasp selama 1548-1549 dan berhasil menguasai Armenia dan Tabriz untuk sementara.

Pada 1551, dia menaklukkan Tripoli di Afrika Utara dan berhasil mempertahankannya dari serangan Spanyol pada 1560.

Sulaiman dan Tahmasp menandatangani Traktat Perdamaian Amasya pada 29 Mei 1955.

Dalam traktat ini, Sulaiman mengembalikan Tabriz, tetapi tetap berkuasa atas Baghdad, sebagian pantai Teluk Persia, muara Tigris dan Eufrat, Georgia barat, Armenia barat, dan Mesopotamia rendah.

Sementara itu, Tahmasp harus berjanji berhenti menyerbu wilayah Utsmani.

Sulaiman dikenal rakyatnya sebagai Kanuni Sulaiman atau Pemberi Hukum.

Dia memulai reformasi perundang-undangan di bidang perpajakan, pertanahan, dan hukum pidana.

Selain itu, dia juga mendorong pendidikan dan beberapa sekolah dasar.

Pada masa kekuasaannya, Utsmani dapat dikatakan mencapai puncak dalam bidang seni, sastra, arsitektur, teologi, filsafat, pendidikan, dan hukum.[4]

  • Wafat


Sulaiman yang sakit, akhirnya meninggal pada 6 September 1566, setelah bertolak dari Konstantinopel untuk memimpin ekspedisi ke Hungaria.

Dia meninggal sebelum Utsmani memenangkan Pertempuran Szigetvar di Hungaria.

Wazir Besar merahasiakan kematiannya selama penarikan balik pasukan untuk pengangkatan Selim II.

Jenazahnya dibawa ke Istanbul untuk dimakamkan, sedangkan jantung, hati, dan beberapa organnya dikuburkan di Turbek.

Sebuah mausoleum dibangun di atas makamnya.[5]

(TRIBUNNEWSWIKI/Febri)



Nama Sulaiman I
Lahir Trabzon, 6 November 1494
Meninggal 6 September 1566
Orangtua Selim I dan Hafsa Sultan
Anak Sehzade Mahmud, Sehzade Mustafa, Sehzade Murad, Sehzade Mehmed, Sehzade Abdullah, Sultan Selim II, Sehzade Bayezid, Sehzade Cihangir, Mihrimah Sultan, dan Raziye Sultan
Dikenal Sebagai Raja Turki Utsmani
Periode Kekuasaan 1520-1566


Sumber :


1. wikivisually.com
2. www.thoughtco.com
3. www.thefamouspeople.com








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2019 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved