Informasi awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM – Morris Worm adalah satu di antara worm-worm komputer pertama di dunia.
Robert Tappan Morris, seorang mahasiswa pascasarjana Cornell University, adalah kreator dibalik Morris Worm.
Morris Worm mulai menginfeksi komputer dengan sistem operasi UNIX pada 2 November 1988.
Morris Worm disebarkan dari sebuah komputer di Massachusetts Institute of Techonology (MIT).[1]
Baca: Hari Ini dalam Sejarah: 1 November 1512 Karya Michelangelo di Kapel Sistina Diperlihatkan ke Publik
Baca: Hari dalam Sejarah: 31 Oktober 1941 - Pahatan Wajah 4 Presiden Amerika di Gunung Rushmore Selesai
Sekilas tentang worm #
Worm adalah sebuah malware yang bisa menggandakan dan menyebarkan dirinya sendiri dari komputer ke komputer.
Sebuah worm dapat menggandakan dirinya tanpa adanya interaksi manusia di komputer.
Selain itu, worm juga tidak perlu menyisipkan dirinya ke dalam sebuah program agar dapat membuat kerusakan.
Worm dapat ditularkan melalui kerentanan (vulnerabilities) perangkat lunak.
Worm juga bisa datang melalui lampiran di surel atau pun di percakapan instan.
Baca: Hari Ini Dalam Sejarah: 1 November Hari Inovasi Indonesia
Baca: Hari Ini dalam Sejarah: 30 Oktober 1961 – Tsar Bomba Bom Paling Dahsyat Buatan Manusia Diledakkan
Ketika sudah terpasang, worm tersebut akan bekerja dan menginfeksi mesin tanpa sepengetahuan penggunanya.
Worm dapat mengubah dan menghapus berkas, bahkan mereka dapat memasang perangkat lunak berbahaya lainnya di komputer.
Biasanya worm hanya diberi tugas menggandakan dirinya sendiri seterusnya.
Hal ini akan menghabiskan sumber daya komputer, seperti kapasitas penyimpanan atau bandwith.
Namun, worm juga dapat mencuri data, memasang pintu belakang, dan mengizinkan peretas agar dapat mengendalikan komputer.[2]
Kemunculan Morris Worm #
Pada 2 November 1988, sekitar pukul 20.30, sebuah program yang cerdas dan merusak dilepaskan ke internet dari sebuah komputer di MIT.
Worm ini dengan cepat menggandakan diri dan menyebarkan dirinya hingga komputer-komputer tumbang.
Dalam 24 jam, sekitar 6.000 dari 60.000 komputer yang terhubung Internet, telah diinfeksi.
Worm ini menginfeksi berbagai kampus prestisius dan lembaga penelitian, di antaranya Harvard, Princeton, Stanford, Johns Hopkins, NASA, dan Lawrence Livermore National Laboratory.
Target worm ini adalah komputer-komputer yang menggunakan sistem operasi Unix tertentu.
Namun, Worm ini menyebar luas karena memiliki multiple vectors of attack.
Worm tersebut memanfaatkan sebuah pintu belakang di sistem surel Internet dan sebuah celah keamanan yang mengidentifikasi pengguna jaringan.
Worm ini juga didesain agar tetap tidak terlihat.
Meskipun tidak merusak berkas, namun worm ini memperlambat komputer di universitas dan institusi militer.
Kiriman surel terlambat selama beberapa hari.
Komunitas yang berkecimpung di dunia jaringan mulai belajar memahami cara kerja worm ini, termasuk cara untuk menghilangkannya.
Beberapa institusi menghapus sistemnya, yang lainnya memutus sambungan komputernya selama seminggu.
Kerugian diperkirakan mencapai jutaan dollar.[3]
Penangkapan Robert Tappan Morris #
Kreator worm ini akhirnya berhasil diketahui, yakni Robert Tappan Morris, seorang mahasiswa pascasarjana Cornell University.
Morris adalah ilmuwan komputer lulusan Harvard.
Ayahnya adalah satu di antara inovator di Bell Labs.
FBI kemudian melakukan investigasi dan mengkonfirmasi bahwa Morris adalah orang di balik serangan ini.
Morris kemudian diadili dan dinyatakan bersalah karena melanggar United States Code: Title 18 (18 U.S.C. § 1030) tentang Computer Fraud and Abuse Act.
Dia dijatuhi pidana percobaan selama tiga tahun, pelayanan masyarakat selama 400 jam, dan denda $10.050 ditambah biaya pengawasannya.
Morris worm sering juga disebut sebagai “Worm Besar” karena efeknya yang sangat merusak di internet pada waktu itu. [4]
(TRIBUNNEWSWIKI/Febri)
| Nama | Morris Worm |
|---|
| Muncul | 2 November 1988 |
|---|
| Disebarkan dari | Massachusetts Institute of Techonology |
|---|
| Pencipta | Robert Tappan Morris |
|---|
Sumber :
1. www.fbi.gov
2. us.norton.com
3. wikivisually.com