Dimotori Kades, Gadis Usia 16 Tahun di NTT Disiksa Warga Satu Kampung: Diikat, Digantung, & Disetrum

NB mengalami penyiksaan berupa diikat dengan tali, lalu digantung. Warga juga menyetrum tubuh NB hingga gadis belia ini menjerit kesakitan.


zoom-inlihat foto
disiksa00121.jpg
Foto: Istimewa
NB saat diikat oleh warga yang dimotori kepala desa setempat. Dimotori Kades, Gadis Usia 16 Tahun di NTT Disiksa Warga Satu Kampung: Diikat, Digantung, & Disetrum.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seorang gadis berusia 16 tahun, berinisial NB, disiksa secara sadis oleh warga satu kampung di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ironisnya, perlakuan tak manusiawi tersebut dimotori oleh kepala desa setempat.

NB mengalami penyiksaan berupa diikat dengan tali, lalu digantung.

Tak hanya itu, warga juga menyetrum tubuh NB hingga gadis belia ini menjerit kesakitan.

Gara-garanya, NB dituding telah mencuri perhiasan cincin emas milik tetangganya.

Namun hingga penyiksaan itu berakhir, tuduhan warga itu tidak bisa dibuktikan.

Akibat perlakuan biadab itu, keluarga NB marah dan melaporkan penyiksaan itu ke polisi.

Menurut Son, keponakannya disiksa karena terus membantah telah mencuri cincin emas milik salah seorang warga.

“Kami sudah lapor polisi dan minta agar proses para pelaku. Kami keluarga besar tidak terima perlakukan ini dan tidak setuju untuk damai. Siapapun pelaku harus diproses hukum," ungkap paman korban, Son Koli.

Baca: Bocah 9 Tahun Dipaksa Mengemis untuk Beli Sabu, Disiksa Orangtuanya Jika Pulang Tak Bawa Uang

Baca: Disiksa Bertahun-tahun, 3 Tiga Gadis Cantik Bunuh Ayah Kandung: Namun Ada Aksi Besar Dukung Mereka

"Selain diikat dan digantung pakai tali, keponakan saya ini juga disetrum arus listrik," ungkap Son Koli, Senin (28/10/2019).

Menurut Son, keponakannya disiksa karena terus membantah telah mencuri cincin emas milik salah seorang warga.

“Kami sudah lapor polisi dan minta agar proses para pelaku. Kami keluarga besar tidak terima perlakukan ini dan tidak setuju untuk damai. Siapapun pelaku harus diproses hukum," tegas Son.

"Kami tidak setuju karena kepala desa yang gantung. Kalau memang ada barang bukti, sebagai kepala wilayah proses hukum jangan main hakim sendiri,” kata Son menambahkan.

Son mengatakan, kasus penganiayaan itu terjadi pada 16 Oktober lalu.

Penganiayaan itu disaksikan langsung oleh ibu kandung Noviana.

Sedangkan ayah kandung korban saat ini sedang merantau ke Kalimantan.

"Kami sudah serahkan ke polisi dan kami berharap kasus ini segera diproses hingga tuntas," ujar dia.

Sebelumnya diberitakan, nasib nahas menimpa NB, gadis di salah satu desa di Kabupaten Malaka, NTT.

NB yang berusia 16 tahun menjadi korban penganiayaan yang dilakukan warga dan pejabat desa setempat.

NB disiksa dengan cara diikat tangannya dan dipukuli.

Baca: FAKTA BARU Siswi SMA yang Diperkosa dan Ditinggalkan Tak Berdaya hingga 3 Hari Rupanya Tidak Hamil

Baca: Diduga Curi Emas, Remaja di NTT Dipersekusi Warga hingga Aparat Desa, Keluarga: Korban Trauma Berat





Halaman
123
Editor: haerahr
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved