Prabowo Dilantik Jadi Menhan, Pengamat Amerika Serikat Sedikit Kecewa, Ini Alasannya

Pengamat Amerika Serikat mengaku kecewa dengan pelantikan Prabowo sebagai Menteri Pertahanan


zoom-inlihat foto
pengamat-amerika-serikat-kecewa-dengan-pelantikan-prabowo-sebagai-menteri-pertahanan.jpg
Tangkapan layar Youtube VOA Indonesia
Pengamat Amerika Serikat kecewa dengan pelantikan Prabowo sebagai Menteri Pertahanan


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pengamat Amerika Serikat mengkritik pelantikan Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan Republik Indonesia periode 2019-2024.

Satu di antaranya yang mengaku kecewa adalah Brian Harding, Wakil Direktur Center for Strategic and International Studies, Washington, Amerika Serikat.

Dikutip dari video yang diunggah kanal YouTube VOA Indonesia pada, Rabu (23/10/2019), kekecewaan itu didasari rekam jejak masa lalu Prabowo yang tersandung kasus Hak Asasi Manusia (HAM).

Baca: Dulu Kecewa dan Kritik soal Pemilihan Menhan, kini Pro Jokowi (Projo) Sebut Prabowo Patriot Sejati

Baca: Puan Maharani Upload Foto Wefie Bareng Prabowo Subianto & Megawati: Gitu Dong, Pak, Adem Lihatnya

Prabowo Subianto (depan, kedua dari kiri) saat dilantik sebagai Menteri Pertahanan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)
Prabowo Subianto (depan, kedua dari kiri) saat dilantik sebagai Menteri Pertahanan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN) (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

"Sedikit mengecewakan melihat Prabowo kembali memiliki kekuatan di pemerintahan," jelas Brian, seperti dikutip Tribunnewswiki dari oleh TribunWow.

Brian mengatakan, langkah Jokowi merangkul Prabowo dan pensiunan jenderal-jenderal militer, menggambarkan kekhawatiran Jokowi akan keselamatan dirinya.

"Menggandeng Prabowo, badan-badan keamanan, dan pensiunan jenderal-jenderal militer, mencerminkan bahwa Jokowi Khawatir akan keamanan dirinya sendiri yang selalu dalam ancaman," imbuh Brian.

"Sangat luar biasa, setelah lima tahun berkuasa, Jokowi masih belum bisa tenang berada dalam kandang singa di Jakarta," ujarnya.

Zachary Abuza, seorang guru besar di National War College, di Washington, DC, juga memiliki pendapat yang sama.

Zachary menyatakan saat ini Jokowi sedang menghadapi banyak tantangan.

"Dia (Jokowi) sedang menghadapi banyak masalah yang datang dari segala arah," ujar Zachary.

"Dia tidak mengira dirinya akan diprotes besar-besaran oleh kelompok pendukungnya sendiri," sambungnya.

Baca: Prabowo Pernah Sekolahkan 35 Perwira ke Luar Negeri hingga Bentuk Pasukan Khusus Terbaik di Dunia

Baca: Prabowo Subianto Jadi Sorotan Media Asing soal Kabinet Indonesia Maju: Dukungan Meningkat 74 Persen

Kebijakan Jokowi memasukkan Prabowo dalam Kabinet Indonesia Maju dianggap naif oleh Zachary.

Latar belakang Prabowo membuat Zachary khawatir terhadap wacana melibatkan militer dalam memberantas terorisme di Indonesia.

Menurutnya, militer tidak begitu berperan penting dalam strategi pemberantasan terorisme di Indonesia.

"Suksesnya kontra-terorisme di Indonesia adalah hasil kerja keras kepolisian dan badan intelijen, yang dikuasai sipil bukan militer," ungkap pria yang merupakan ahli dalam studi terorisme di wilayah Asia Tenggara

Brian Harding mengerti Jokowi berada di posisi yang sulit, dia berharap Indonesia bisa membuat reformasi ekonomi yang berani dan meningkatkan keterlibatan Indonesia dalam dunia internasional.

Ia juga berharap Indonesia dapat menjadi wajah bagi penegakan demokrasi dan HAM di kawasan dan Global.

Baca: Puan Maharani Upload Foto Wefie Bareng Prabowo Subianto & Megawati: Gitu Dong, Pak, Adem Lihatnya

Prabowo dan Rekam Jejak Masalah HAM

Prabowo Subianto dianggap bermasalah, lantaran latar belakang masa lalunya saat mengabdi di militer.

Dikutip dari laman bbc.com bertanggal (23/10/2017), Prabowo  pernah ditolak masuk Amerika Serikat pada Maret 2014 ketika hendak menghadiri wisuda puteranya.





Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved