Meutya Hafid

Meutya Viada Hafid lahir di Bandung, Jawa Barat, 3 Mei 1978. Meutya Hafid adalah seorang politikus dan mantan pembawa acara berita televisi, yang saat ini menjabat sebagai anggota Komisi I DPR Republik Indonesia dari Partai Golkar sejak tahun 2010. Sebelumnya, ia bekerja sebagai jurnalis di Metro TV, Meutya membawakan acara berita serta menjadi presenter di beberapa acara.


zoom-inlihat foto
meutya-hafid-1.jpg
Instagram/meutya_hafid
Meutya Hafid

Meutya Viada Hafid lahir di Bandung, Jawa Barat, 3 Mei 1978. Meutya Hafid adalah seorang politikus dan mantan pembawa acara berita televisi, yang saat ini menjabat sebagai anggota Komisi I DPR Republik Indonesia dari Partai Golkar sejak tahun 2010. Sebelumnya, ia bekerja sebagai jurnalis di Metro TV, Meutya membawakan acara berita serta menjadi presenter di beberapa acara.




  • Informasi Awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Meutya Hafid lahir di Bandung Jawa Barat pada 3 Mei 1978.

Meutya Viada Hafid atau yang sering dikenal sebagai Meutya Hafid merupakan seorang jurnalis.

Selain dikenal sebagai jurnalis di Metro TV, Meutya Hafid membawakan acara berita serta menjadi presenter di beberapa acara.

Meutya Hafid meninggalkan dunia jurnalis dan kemudian terjun ke politik.

Orangtua Meutya Hafid bernama Anwar Hafid dan Metty Hafid.

Meski lahir di kota kembang, Meutya Hafid tidak besar di Bandung.(1)

Baca: Taufik Basari

Meutya Hafid
Meutya Hafid (Instagram/meutya_hafid)

  • Pendidikan #


Pada tahun 1980-an keluarga Meutya Hafid memutuskan pindah ke Jakarta.

Kemudian Meutya Hafid menempuh pendidikan dasar di Jakarta pula.

Meutya Hafid bersekolah di SD Menteng 02.

Lalu melanjutkan di SMPN 1 Jakarta dan SMA N 8 Jakarta.

Setelah itu Meutya Hafid keluar negeri dan bersekolah di Crescent Girl School Singapore.

Pendidikan tingginya ia raih di salah satu universitas ternama di negeri kanguru.

Tepatnya di UNSW Sydney Australia jurusan Manufacturing Engineering.(2)

Berikut riwayat pendidikan Meutya Hafid:

  • SD Menteng 02 Jakarta (1983-1989)
  • SMPN 1 Jakarta (1992)
  • SMAN 8 Jakarta (1995)
  • Crescent Girl School Singapore
  • School of Manufacturing Engineering UNSW Sydney Australia.

Baca: Gamawan Fauzi

  • Karier Jurnalis #


Setelah menyelesaikan kuliahnya di Australia, Meutya Hafid memutuskan untuk kembali ke tanah air Indonesia dan menjadi reporter di Metro TV.

Dalam menjalani tugas jurnalistik, Meutya Hafid banyak mengalami perlakuan yang mengerikan.

Pada tahun 2005, ia diutus oleh atasannya untuk meliput pemilu di Irak bersama dengan satu juru kamera Budiyanto.

Ternyata kepergiannya ke Irak saat itu membuahkan sebuah cerita yang sulit dilupakan oleh dirinya dan Budiyanto.

Ia sempat diculik dan disandera  oleh sekelompok tentara Mujahidin bersenjata di Irak dan ditahan selama 3 hari dalam keadaan selamat.

Saat itu menurut ibundanya, Metty, putri bungsunya sempat menelpon pada 15 Februari 2005 silam pukul 10.00 WIB.

Dalam percakapan tersebut, Meutya memberi kabar dirinya bersama Budiyanto kembali berangkat ke Baghdad untuk melakukan peliputan.

Wanita kelahiran Bandung, Mei 1978 ini juga mengabarkan akan kembali ke Indonesia 25 Februari mendatang.

Meutya dan Budiyanto diberitakan hilang sejak 15 Februari 2005 silam, setelah dihadang sekelompok orang berseragam militer di Kota Ramadi, yang juga wilayah kekuasaan muslim Sunni.

Saat itu, keduanya dalam perjalanan dari Amman, Yordania, menuju Baghdad.

Meutya dan Budiyanto berada di Irak untuk meliput pelaksanaan pemilihan umum di negara sarat konflik itu.

Bagi Budiyanto, liputan ke Irak adalah bukan yang pertama kali.

Bahkan sudah tiga kali.

Sebelumnya, Budiyanto juga pernah meliput suasana di Kota Baghdad sebelum agresi militer Amerika Serikat pada 2003.

Saat itu, Budiyanto pergi bersama Desi Anwar.(3)

Pada tanggal 28 September 2007, Meutya melaunching buku yang ia tulis sendiri, yaitu '168 Jam dalamSandera: Memoar Seorang Jurnalis yang Disandera di Irak'.
Pada tanggal 28 September 2007, Meutya melaunching buku yang ia tulis sendiri, yaitu '168 Jam dalamSandera: Memoar Seorang Jurnalis yang Disandera di Irak'. (Instagram/meutya_hafid)

Pada tanggal 28 September 2007, Meutya melaunching buku yang ia tulis sendiri, yaitu '168 Jam dalamSandera: Memoar Seorang Jurnalis yang Disandera di Irak'.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun turut menyumbangkan tulisan untuk bagian pengantar dari buku ini.

Selain presiden, beberapa tokoh lainnya pun menyumbangkan tulisannya yakni Don Bosco Selamun (Pemimpin Redaksi Metro TV 2004-2005) dan Marty Natalegawa (MantanJuru Bicara Departemen Luar Negeri).

Pada 11 Oktober 2007, Meutya Hafid terpilih sebagai pemenang Penghargaan Jurnalistik Elizabeth O'Neill, dari pemerintah Australia.

Penghargaan ini dianugerahkan setiap tahun untuk mengenang mantan Atase Pers Kedutaan Australia Elizabeth O’Neill, yang gugur dalam tugasnya pada 7 Maret 2007 dalam kecelakaan pesawat di Yogyakarta.

Penghargaan diberikan kepada satu orang jurnalis Australia dan satu orang jurnalis Indonesia, diserahkan langsung oleh Duta Besar Australia untuk Indonesia Bill Farmer.

Dari Australia, jurnalis ABC Radio Australia bernama Joanna McCarthy terpilih menjadi pemenang.(4)

Pada 19 Februari 2008, Meutya meraih penghargaan alumni Australia 2008 untuk kategori Jurnalis medan Media.

Meutya menjadi satu dari 30.000 pelajar dan mahasiswa Indonesia di Australia dalam 50 tahun terakhir yang menunjukkan prestasi gemilang.

Serta berkontribusi besar membuat lingkungan sosial Australia lebih berwawasan dan mendekatkan kedua bangsa.

Penghargaan diberikan di hadapan sekitar 700 alumnus Australia dan kalangan diplomat RI yang pernah bertugas di Australia.

Pada 9 Februari 2012, Meutya menjadi satu di antara lima Tokoh PersInspiratif Indonesia versi Mizan, karena dianggap sebagai tokoh besar di balik perkembangan pers nasional.

Meutya menjadi satu-satunya perempuan yang duduk di antara tokoh pers inspiratif tersebut, dan juga yang termuda meraih penghargaan tersebut.Dia terpilih bersama Tirto Adhi Soerjo.

Tirto Adhi Soerjo, perintis pertama surat kabar di Indonesia melalui “Medan Prijaji” pada 1 Januari 1907 di Bandung.

Selain itu, juga sastrawan dan pendiri Majalah Tempo Goenawan Mohamad ,tokoh pers Indonesia Rosihan Anwar, serta Andy F. Noya yang menjadi host acara "Kick Andy" di Metro TV.(5)

Baca: Mohammad Nuh

Meutya Hafid
Meutya Hafid (Instagram/meutya_hafid)

  • Karier Politik #


Pada 2009 Meutya Hafidjuga diminta langsung oleh politikus Burhanudin Napitupulu untuk masuk ke Golkar.

Sekaligus menjadi calon anggota legislatif Partai Golkar yang mewakili rakyat Kota Medan, Dapil 1, Sumatera Utara.

Namun keberuntungan masih belum berpihak kepadanya kali ini.

Gagal masuk ke DPR Senayan, Meutya Hafi maju ikut pesta Pilkada di Banjai.

Ia berpasangan dengan H Dhani Setiawan Isma S,Sos untuk menuju Walikota dan Wakil Waki Kota Binjai periode 2010-2015.

Pasangan ini diusung Partai Golkar, Demokrat, Hanura, PAN, Patriot, P3I, PDS, serta 16 partai non-fraksi DPRD Binjai.(6)

Deklarasi pasangan Dhani-Meutya didukung Partai Golkar sebagai calon Walikota dan Wakil Walikota dilaksanakan di Gedung Patar Hall, Jalan Tengku Imam Bonjol, Binjai Kota ,pada 17 Februari 2010.

Acara deklarasi tersebut dihadiri ribuan massa dengan pengawalan ketat petugas kepolisian kota Binjai.

Sayangnya, Meutya kalah.

Saat itu, diduga ada kesalahan rekapitulasi penghitungan suara di Tingkat PPK Binjai Barat, Binjai Utara, Binjai Timur, Binjai Selatan dan Binjai Kota.

Suara Dhani-Meutya juga diduga berkurang 200, dari seharusnya 22.287 menjadi 22.087 suara.

Perolehan suara Dhani-Meutya juga banyak yang dibatalkan karena kertas suara dicoblos hingga bagian belakang secara simetris.

Dan banyaknya dan kertas suara yang robek di bagian tengah sehingga menguntungkan calon pasangan tertentu.

Meutya berupaya mencari keadilan ke Mahkamah Konstitusi.

Ia meminta penghitungan kembali kotak suara sekaligus mencari kebenaran pelaksanaan Pilkada di Kota Binjai.

Karena diduga ada kesalahan penghitungan suara di beberapa TPS, Kecamatan Binjai Barat berdasarkan temuan-temuan saksi di tiap-tiap TPS.

Sayangnya, MK memutuskan menolak permohonan Meutya dengan alasan tidak cukup bukti.

Pada bulan Agustus 2010, ia dilantik menjadi Anggota DPR antar waktu dari Partai Golkar menggantikan Burhanudin Napitupulu yang meninggal dunia.

Meutya saat berada di Komisi XI mengkritisi proses IPO (Initial Public Offering) PT Krakatu Steel karena dianggap membingungkan dan ada berbagai hal yang ditutupi.

Serta mengkritisi mengapa terjadi semacam insider trading atas beberapa awak media yang dicurigai mendapat info rahasia dari Krakatau Steel sebelum IPO dilakukan.

Hal yang melibatkan dua media terbesar di Indonesia, dimana Meutya mengkritisi hal tersebut karena dirinya juga punya latar belakang jurnalis.(7)

Meutya juga termasuk anggota DPR yang sejak awal mempertanyakan kurang profesionalnya jajaran direksi Merpati (PT Merpati Nusantara Airlines).

Dimana kala itu PT Merpati Nusantara Airlines terbelit berbagai hutang dan problem pengadaan pesawat.

Termasuk saat jajaran direksi Merpati rapat dengan komisi XI (2010).

Hingga kini, tidak jelas nasib Merpati pasca tutup operasional.

Saat masih berada di komisi XI, sebagai amanah dirinya berada di BKSAP, dirinya menjadi salah satu anggota delegasi parlemen Indonesia ke sidang Inter-Parliamentary Union di Bern (12-21 Oktober 2011).

Saat Meutya berada di komisi I, Meutya jauh lebih aktif menyikapi berbagai gugus kerja Komisi I.

Dirinya aktif mengawal RUU Veteran sehingga RUU ini telah menjadi UU (12 Oktober 2002), termasuk RUU yang cepat dibahas dan menjadi UU.

Meutya juga aktif mempersoalkan penyadapan Australia terhadap Indonesia.

Meutya juga aktif menghadiri rapat Komisi I dengan Komisi Penyiaran Indonesia, utamanya saat proses pemilihan komisioner KPI 2013-2016.(8)

Sempat menjadi perwakilan DPR untuk kunjungan kerja ke Teheran (Iran), Meutya mempertanyakan kesiapan pemerintah (dalam hal ini Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa).

Yakni untuk lebih aktif merespon segala rencana kerjasama bilateral kedua negara utamanya yang diinisasi Iran yang belum kunjung direspon pemerintah Indonesia.

Saat pertemuan tahunan Parlemen ASEAN (April 2012), Meutya mengkritisi delegasi parlemen Malaysia yang tidak kunjung meratifikasi berbagai konvensi internasional yang memberikan kewajiban negara ratifikatornya untuk lebih peduli terhadap nasib buruh migran.

Serta mendesak parlemen Malaysia untuk lebih aktif menekan pemerintah Malaysia untuk memperlakukan TKI yang bekerja di Malaysia dengan lebih manusiawi.

Dalam 5 tahun berada di DPR, Meutya tidak mengalami konflik internal dengan jajaran pimpinan fraksi Golkar karena Meutya selalu mematuhi instruksi fraksi/partai.

Meutya dilantik pada Oktober 2014 dan resmi menjadi anggota legislatif 2014-2019.

Ia ditempatkan di Komisi I dan juga mencadi Wakil Pimpinan BKSAP (Badan Kerja Sama Antar Parlemen).

Namun, karena kisruh Golkar kubu Agung Laksono-Ical, ia dipindahkan ke Komisi VI dan dicopot dari posisi sebagai Wakil Pimpinan BKSAP.(2)

Baca: Gamawan Fauzi

Meutya Hafid
Meutya Hafid (Instagram/meutya_hafid)

  • Teror dari Penggemar Fanatik #


Pada 2008 ketenaran Meutya Hafid ini sempat berujung pada teror dari seseorang bernama Bobby Meidianto.

Pria yang dikabarkan depresi sejak 2000 itu mengaku menjadi suami Meutya, dan menyebarkan kabar bohong itu di dunia maya.

Bobby adalah warga RT. 1/ RW. VII Kalurahan Panularan, Solo, yang tidak lagi mengurusi istri dan kedua anaknya, yaitu Panji (18 tahun) dan Pramudya (8 tahun).

Bobby disebutkan tinggal berpindah-pindah karena mengalami gangguan kejiwaan.

Menurut cerita Ny Harsono, mertua Bobby, menantunya ini memang sejak awal menikah terlihat berpotensi mengalami gangguan jiwa.

Puncak depresinya terjadi ketika salah seorang adik tirinya datang menanyakan apa benar dirinya meninggal.

Menurut Meutya, pernah ada pria berpakaian compang-camping yang menungguinya di depan pagar rumahnya selama 3 hari.

Bobby mengaku sebagai Letkol Purnawirawan dan menjadi anggota detasemen khusus di kepolisian Republik Indonesia.(9)

  • Meutya Hafid Ketua Komisi Mitra Prabowo #


Formasi pimpinan Partai Golkar di DPR telah selesai diputuskan oleh Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartanto.

Antara lain Meutya Hafid menjadi Ketua Komisi I yang akan menjadi mitra dari Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Golkar mendapatkan jatah 13 kursi pimpinan DPR, terdiri tiga ketua komisi dan 10 wakil ketua komisi serta badan.

"Komposisi itu telah diputuskan Ketua Umum Partai Golkar Pak Airlangga Hartarto," kata Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily, Sabtu (26/10/2019).

Ace mengatakan untuk posisi Ketua Komisi, Meutya Hafid memimpin Komisi I, Ahmad Doli akan memimpin Komisi II.

Dito akan memimpin Komisi XI.

Adapun di posisi wakil ketua, Fraksi Golkar menugaskan Adies Kadir di Komisi III, Dedi Mulyadi di Komisi IV, Ridwan Bae di Komisi V, Gde Sumarjaya Linggih alias Demer di Komisi VI, serta Alex Noerdin di Komisi VII.

Selanjutnya, Ace Hasan Syadzily akan kembali menjadi Wakil Ketua Komisi VIII, Melki Laka Lena di Komisi IX, Hetifah Syaifudian di Komisi X.

Kemudian, Muhidin Mohamad Said menjadi Wakil Ketua Badan Anggaran dan Andi Rio Idris Padjalangi menjadi wakil ketua di Mahkamah Kehormatan Dewan.(10)

Baca: Agus Martowardojo

  • Riwayat Karier dan Organisasi #


Berikut adalah riwayat karier Meutya Hafid:

  • Ketua Komisi I DPR RI . Tahun : 2019-2024
  • PEMERINTAHAN MPR / DPR RI, Sebagai: ANGGOTA . Tahun: 2009 - 2014
  • Partai Golkar , Sebagai: Politisi muda. Tahun: 2008 -
  • Metro Tv , Sebagai: Jurnalis . Tahun: 2001 - 2008
  • Radio Suara Indonesia , Sydney Australia , Sebagai: PR Announcer . Tahun: 1998 - 2001
  • Grace Brothers Australia , Sebagai: Sales Assistant . Tahun: 1998 - 2001.

Riwayat Organisasi :

  • Komunikasi IKAMA (Ikatan Alumni Mahasiswa Australia), Sebagai: Ketua Nasional . Tahun: 2004 - 2005
  • Persatuan Pelajar Indonesia Australia (PPIA) , Sebagai: Sekretaris. Tahun: 1998 - 2000.(2)

(Tribunnewswiki.com/Saradita)



Nama Lengkap Meutya Hafid / Meutya Viada Hafid
Lahir Bandung, Jawa Barat, 3 Mei 1978
Pendidikan University of New South Wales, Australia, with a bachelor’s degree in engineering
Karier Jurnalis
Anggota DPR-RI
Public relations officer and announcer at Eastside Radio in Sydney
Pasangan Avian Eddy Putra Tumengkol (cerai)
Orangtua Anwar Hafid dan Metty Hafid
Situs web www.meutyahafid.net
Berita terkini Meutya Hafid menjadi Ketua Komisi I yang akan menjadi mitra dari Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.


Sumber :


1. wikidpr.org
2. www.dpr.go.id
3. www.liputan6.com
4. jabar.idntimes.com
5. www.tribunnews.com
6. www.viva.co.id
7. m.merdeka.com
8. bangka.tribunnews.com
9. news.detik.com
10. www.beritasatu.com


BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved