Jabatan Menteri Tidak Menarik bagi 3 Figur Ini, Berani Tolak Tawaran Jokowi: Sampai 4 Kali Nolak

Nah, di balik pengumuman para menteri ini, ternyata ada beberapa figur yang menolak saat ditawari Presiden Jokowi untuk menjadi menteri.


zoom-inlihat foto
istri3456.jpg
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ibu Negara Iriana Joko Widodo berfoto bersama istri jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju di tangga beranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Presiden Joko Widodo resmi melantik 34 Menteri, 3 Kepala Lembaga Setingkat Menteri, dan Jaksa Agung untuk Kabinet Indonesia Maju.


TRIBUNNEWSWIKI.COM -  Tiga hari berturut-turut, perhatian warga +62 terfokus pada susunan Kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin.

Mulai Senin, dipanggil satu per satu menghadap Presiden Jokowi, lalu diumumkan dan dilantik pada Rabu, sosok para menteri baru Kabinet Jokowi Jilid II menyita perhatian publik.

Akhirnya, ada 40 orang yang masuk sebagai menteri dan pejabat setingkat menteri dalam susunan Kabinet Jokowi-Ma'ruf 2019-2014.

Kabinet baru ini dinamakan Kabinet Indonesia Maju.

Nah, di balik pengumuman para menteri ini, ternyata ada beberapa figur  yang menolak saat ditawari Presiden Jokowi untuk menjadi menteri.

Siapa saja mereka? Berikut Tribunnews rangkum dari berbagai sumber:

Baca: AHY Buka Suara saat Namanya Tak Masuk dalam Jajaran Menteri Jokowi-Maruf, Ini Pesannya

Baca: Mengintip Koleksi Mobil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

1. Tri Rismaharini

Wali Kota Risma menanggapi kabar soal teror pelemparan ular di Asrama Mahasiswa Papua Surabaya. TRIBUNJATIM.COM/YUSRON NAUFAL PUTRA
Wali Kota Risma menanggapi kabar soal teror pelemparan ular di Asrama Mahasiswa Papua Surabaya. TRIBUNJATIM.COM/YUSRON NAUFAL PUTRA (TRIBUNJATIM.COM/YUSRON NAUFAL PUTRA)

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini ternyata pernah ditawari untuk menjadi menteri Jokowi.

Dikutip dari akun YouTube KompasTV, Tri Rismaharini mengaku pernah ditawarkan untuk menjadi menteri di pemerintahan Jokowi-Maruf Amin.

Tawaran tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

Hal tersebut terjadi ketika Risma bertemu dengan Megawati pada bulan September 2019 lalu.

Risma menyebut saat itu Megawati minta Wali Kota Surabaya tersebut untuk tak buru-buru menjawab.

Baca: AHY Tak Masuk Bursa Menteri, Annisa Pohan Unggah Quote tentang Kebesaran Hati, untuk Suaminya?

Baca: Akui Tak Sempat Tidur sebelum Pelantikan, Wishnutama Datang ke Istana dalam Kondisi Lapar

Namun, Risma tetap menolak tawaran Megawati untuk menjadi menteri di kabinet Jokowi-Maruf Amin.

"Pada bulan September aku ketemu dengan Bu Mega. Aku ditawari untuk menjadi menteri. Tapi sudah sampaikan ke Ibu (Mega), aku ndak," ujar Risma saat itu.

Menurut penuturan Risma, ia menolak untuk menjadi menteri karena dirinya ingin menyelesaikan masa jabatan sebagai Wali Kota Surabaya.

Dikutip dari Kompas.com, meski begitu, Risma tak memungkiri bahwa sebenarnya ia rugi melewatkan tawaran untuk menjadi menteri Jokowi selama lima tahun mendatang.

Namun, hal itu akan bertabrakan dengan komitmennya membangun dan memajukan Kota Surabaya.

"Kalau saya ngomong pribadi, pasti saya ingin pergi (ke Jakarta). Maksudnya siapa yang ndak mau (jadi menteri). Kalau hitung untung rugi, saya tinggal satu tahun, sementara kalau jabatan itu baik, saya bisa lima tahun," tutur Risma.

Baca: Menangis saat Serah-terima Jabatan Menteri KKP, Ini Tanggapan Susi Pudjiastuti yang Digantikan Edhy

Baca: Wishnutama, Nadiem, dan Erick Rela Tinggalkan Perusahaan meski Gaji Menteri Lebih Kecil dari DPR

2. Adian Napitupulu

Politikus PDIP sekaligus Aktivis 98 Adian Napitupulu usai menghadiri Diskusi Publik bertajuk KPK MAU DIBAWA KEMANA: Perlukah Presiden  Mengeluarkan Perppu UU KPK? di Auditorium Lantai VIII Kampus Merah Putih Universitas Tujuh Belas Agustus 1945, Jakarta Utara pada Jumat, (11/10/2019).
Politikus PDIP sekaligus Aktivis 98 Adian Napitupulu usai menghadiri Diskusi Publik bertajuk KPK MAU DIBAWA KEMANA: Perlukah Presiden Mengeluarkan Perppu UU KPK? di Auditorium Lantai VIII Kampus Merah Putih Universitas Tujuh Belas Agustus 1945, Jakarta Utara pada Jumat, (11/10/2019). (Tribunnews.com/ Gita Irawan)

Politisi PDIP, Adian Napitupulu juga menolak tawaran Presiden Jokowi untuk menjadi menteri di Kabinet Indonesia Maju.

Adian mengatakan, penolakan itu karena dia tidak memiliki bakat menjadi menteri.

"Sudah (bertemu Jokowi), diminta jadi menteri. Saya empat kali bilang, 'ampun Pak Presiden saya tidak punya talenta jadi birokrat, saya tidak punya talenta jadi menteri'," kata Adian saat ditemui di Denpasar, Bali, Sabtu (21/9/3019), seperti yang dikutip dari Kompas.com .

Tawaran itu disampaikan Jokowi saat bertemu Adian pada 13 Agustus 2019.





Halaman
12
Editor: haerahr
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Suka Duka Tawa

    Suka Duka Tawa adalah sebuah film drama komedi
  • Film - Caleg by Accident

    Caleg by Accident adalah sebuah film drama Indonesia
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved