Indroyono Soesilo

Indroyono Soesilo, pada awal pemerintahan Presiden Joko Widodo, pernah mengomandoi Kementerian Koorinator Maritim. Sebelumnya, Indroyono Soesilo berkarir dalam bidang teknologi saat di BPPT, sebagai Kepala Sub Direktorat Teknologi Inventarisasi Sumber Daya Alam (TISDA) Matra Dirgantara BPPT 1995-1997, dengan fokus pada pengembangan teknologi remote sensing dan GIS. Pada 1997, dia ambil bagian dalam tim pemadaman api di Sumatera.


zoom-inlihat foto
indroyono-soesilo-1.jpg
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (2014-2015) Indroyono Soesilo di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (26/10/2014). (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA)

Indroyono Soesilo, pada awal pemerintahan Presiden Joko Widodo, pernah mengomandoi Kementerian Koorinator Maritim. Sebelumnya, Indroyono Soesilo berkarir dalam bidang teknologi saat di BPPT, sebagai Kepala Sub Direktorat Teknologi Inventarisasi Sumber Daya Alam (TISDA) Matra Dirgantara BPPT 1995-1997, dengan fokus pada pengembangan teknologi remote sensing dan GIS. Pada 1997, dia ambil bagian dalam tim pemadaman api di Sumatera.




  • Kehidupan Pribadi #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Indroyono Soesilo lahir pada 27 Maret 1955 di Bandung, Jawa Barat.

Indroyono Soesilo menikah dengan Nining Sri Astuti.

Atas pernikahannya itu mereka dikaruniai tiga orang anak.

Anak Indroyono Soesilo dan Nining Sri Astuti bernama Ostiawan Yudiantoro, Dwiyani Indraningsri, Trihandoyo.

Istrinya dikenal sebagai penggerak kewirausahaan nasional dan menerima penghargaan dari pemerintah.

Penghargaan tersebut diberikan saat acara Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) pada 2012 melalui UMKM Center FEUI yang dipimpinnya sejak 2005.(1)

Baca: Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia

Indroyono Soesilo 2
Menko Kemaritiman Indroyono Soesilo memberi keterangan pers di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), di Jakarta Pusat, Jumat (21/11/2014). Jumpa pers itu terkait penangkapan lima kapal asing di kepulauan Natuna serta pengungkapan data indikasi terjadinya transhipment (praktek bongkar muat di laut). Warta Kota/Henry Lopulalan

  • Pendidikan #


Indroyono Soesilo atau yang akrab dipanggil Indroyono menghabiskan masa kecilnya di kota kelahirannya.

Mulai SD, SMP, SLTA, hingga perguruan tinggi di Bandung.

Lulus SMA, Indroyono Soesilo masuk ke Institut Teknologi Bandung mengambil jurusan geologi dan lulus pada usia 24 tahun.(2)

Baca: Rekam Jejak Menpora Zainudin Amali, Pernah Diperiksa KPK

Berikut ini adalah riwayat pendidikan Indroyono Soesilo:

  • SD di Bandung
  • SMP di Bandung
  • SMA di Bandung
  • S1, Institut Teknologi Bandung, Teknik Geologi, 1979
  • S2, Universitas Michigan, Amerika Serikat, Jurusan Remote Sensing/Penginderaan Jauh, 1981
  • S3, Universitas Lowa, Amerika Serikat, Jurusan Geologic Remote Sensing/Geologi Penginderaan Jauh, 1987
  • Program Khusus di Remote Sensing Satellite Ground Station Management Training, Canada, 1992.(3)

  • Karier #


Setelah mendapat gelar insinyur, Indroyono Soesilo memulai pekerjaan sebagai asisten lebolatorium petrografi dan asisten kampus lapangan geologi, Karang Sambung, Departemen Teknik ITB.

Untuk memperdalam ilmunya, Indroyono Soesilo melanjutkan kuliahnya di Amerika untuk meraih gelar master dan doktor.

Pada 1987, diusianya ke 32 tahun Indroyono Soesilo diangkat sebagai Pegawai Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Selain menjadi pegawai, Indroyono Soesilo juga mulai menjadi dosen di berbagai kampus.

Kariernya lebih banyak di BPPT dalam keahlian inventarisasi sumber daya alam.

Puncaknya Indroyono Soesilo menjadi Direktur Invesntarisasi Sumberdaya Alam BPPT pada usianya ke 43 tahun.(4)

Baca: ST Burhanuddin

Pria yang pernah menerima penghargaan Satya Lencana Pembangunan RI di tahun 1995 itu pertama kali berkarir di dunia 'air' semenjak menjabat Dirjen Penyerasian Riset dan Eksplorasi Laut, Departemen Kelautan dan Perikanan (1999).

Hanya dua tahun berselang, sosok berkacama itu langsung di promosikan sebagai Kepala Badan Riset Kelautan dan Perikanan (BRKP) (2001-2008).

Kerja yang cemerlang di dunia perikanan membuat Indroyono Soesilo menyandang jabatan Direktur Sumber Daya Perikanan dan Aquakultur FAO, salah satu anak organisasi dari PBB di tahun 2012.

Sebelumnya, posisi Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Sesmenko Kesra) RI periode 2008-2011 pun pernah dicicipi oleh pria yang tercatat mendapat berbagai penghargaan prestisius dari luar negeri tersebut.

Salah satu yang paling mentereng adalah penghargaan Scientific Research Honor Society Amerika di tahun 1987 dan Who’s Who of The World (1998).

Baca: Prabowo Gabung Pemerintahan Presiden Jokowi, Gerindra dan PKS Bercerai

Sebagai akademisi terkemuka, Indroyono Soesilo sering ditunjuk sebagai pengajar di berbagai universitas.

Setelah mengabdi sebagai dosen luar biasa di Sesko ABRI Bandung (1988-1989), Indroyono Soesilo mengajar di almamaternya yakni ITB.

Indroyono Soesilo mengajar sebagai dosen Jurusan Meteorologi dan Geofisika sejak tahun 1994 hingga 1995.(5)

Pada kurun 2001 hingga 2008, Indroyono Soesilo menjabat sebagai Kepala Badan Riset Kelautan dan Perikanan (BRKP).

Kemudian sebagai Sesmenkokesra mulai 2008 hingga 2011 dan Director of the Fisheries and Aquaculture Resources Use and Conservation Division, FAO , PBB, sejak tahun 2012.

Setelah itu, Indroyono Soesilo diangkat menjadi Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Sesmenko Kesra) Republik Indonesia pada 20 Juni 2008.

Baca: Luhut Binsar Pandjaitan

Menggantikan Prof Dr A Qodri Azizy MA yang meninggal dunia pada 19 Maret 2008.

Sebagai Sesmenko Kesra, Indroyono Soesilo bertanggung jawab untuk memastikan koordinasi yang sehat dan efektif antara 17 Kementerian dan Badan yang mengelola berbagai masalah.

Meliputi masalah yang terkait dengan pembangunan berkelanjutan, pendidikan, kemiskinan, perumahan, makanan, gizi, perempuan, anak, dan lingkungan.

Pada tahun 2011, Indroyono Soesilo dipercaya pemerintah untuk mengikuti pemilihan Direktur Jenderal FAO (Food and Argiculture Organization) periode 2012-2015 yang berlangsung di Roma pada 25 Juni-2 Juli 2011.

Indroyono Soesilo maju mewakili Indonesia dan negara Asean bersaing dengan 4 kandidat lain yang berasal dari Austria, Brasil, Iran dan Irak.

Indroyono Soesilo dianggap layak mewakili Asean karena memiliki setumpuk pengalaman dan prestasi di tingkat regional dan internasional.

Dia pernah menjadi wakil ketua dalam APEC Senior Official Meeting yang membahas isu-isu kelautan di tahun 2005.

Indroyono Soesilo termasuk inisiator dalam pembentukan Rencana Aksi Daerah Mengenai Pemancingan yang Bertanggung Jawab, melibatkan 10 negara di kawasan Asean serta Australia (2007) ; pernah memimpin pengelolaan konservasi sumber daya kelautan dari APEC Working Group pada 2006-2008 ; dan menjadi Ketua Delegasi Indonesia dalam konferensi-konferensi baik di tingkat regional maupun internasional.

Baca: Yunarto Wijaya

Ayah tiga anak ini pernah terlibat secara aktif dalam mengawasi satu Proyek Studi Pemberantasan Praktek IUU Fishing di Laut Arafura pada 2008 ; menjadi delegasi Indonesia dalam Inisiatif UNEP-PBB Karbon Biru Dana FAO ; Sekretaris di Eksekutif World Ocean Conference 2009 yang menghasilkan Deklarasi Kelautan Manado ; dan sebagai penggerak utama dalam pembentukan Coral Triangle Initiative pada 2007.

Sebagai peneliti, Indroyono Soesilo sudah menulis tak kurang dari 50 karya tulis ilmiah yang dimuat dalam jurnal-jurnal ilmiah nasional maupun internasional.

Kerja keras itu mencapai puncaknya tatkala pria yang lahir dan dibesarkan dalam lingkungan TNI ini dikukuhkan sebagai Ahli Peneliti Utama bidang remote sensing di BPPT.

Sebuah jabatan yang cukup prestisius di kalangan para peneliti.(6)

Jokowi, JK dan Indroyono Soesilo
Jokowi, JK dan Indroyono Soesilo (Tribunnews)

  • Riwayat Karier #


Berikut ini adalah riwayat pekerjaan dan riwayat karier Indroyono Soesilo

Pekerjaan :

  1. Dosen luar biasa kursus staf senior TNI-AD Seskoad Bandung (1991)
  2. Asisten laboratorium petrografi dan asisten kampus lapangan geologi, Karang Sambung Dep. Teknik ITB (1976 - 1978)
  3. Research asistant, Department of Geology, Amerika Serikat The University of Iowa (1981 - 1986)
  4. Teaching assistant, Department of Geology The University of Iowa, Amerika Serikat (1983 - 1986)
  5. Dosen luar biasa Sesko ABRI Bandung (1988 - 1989)
  6. Dosen luar biasa, jurusan Meteorologi dan Geofisika ITB (1994 - 1995)
  7. Dosen luar biasa Program Pascasarjana Program Studi Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Surabaya (1995)
  8. Dosen luar biasa Fakultas Teknologi Mineral Jurusan Teknik Geologi Universitas Trisakti (1996)
  9. Dosen Fakultas MIPA UI (1997)

Pemerintahan :

  1. Direktur Jenderal Penyerasian Riset dan Eksplorasi Laut Departemen Kelautan dan Perikanan
  2. Kepala Subdirektorat Inventarisasi Sumber Daya Alam (Tisda) Matra Dirgantara (BPPT) (1992 - 1995)
  3. Direktur Inventarisasi Sumberdaya Alam (Tisda) BPPT (1993 - 1997)
  4. Anggota Panitia Tetap Dewan Kelautan Nasional Departemen Kelautan dan Perikanan (1997)
  5. Deputi Ketua BPPT, Bidang Pengembangan Kekayaan Alam (1997 - 1998)
  6. Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam (1998)
  7. Kepala Badan Riset Kelautan dan Perikanan (2001)
  8. Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Sesmenko Kesra) RI (2008-2011)
  9. Direktur Sumber Daya Perikanan dan Aquakultur FAO, PBB (2012)
  10. Menteri Koordinator Kemaritiman Indonesia (2014-2015).(7)

  • Penghargaan #


Berikut ini adalah penghargaan yang pernah diterima Indroyono Soesilo:

  1. Worldwide Permina Foundation Award USA (1980)
  2. Indonesian Cultural Foundation Award USA (1981)
  3. Isabel-Demple Foundation Award USA (1984)
  4. Member, Sigma XI, Scientific Research Honor Society USA (1987)
  5. Adhicipta Rekayasa Persatuan Insinyur Indonesia (1993)
  6. Satya Lencana Pembangunan RI (1995)
  7. Who's Who of The World (1998)
  8. Satya Lencana Karya Satya X Tahun (1999)
  9. Bintang Ajasa Utama (1999)

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Saradita Oktaviani)



Nama lengkap Dr. Ir. Dwisuryo Indroyono Soesilo, M.Sc.,
Lahir Bandung, Jawa Barat, 27 Maret 1955
Pendidikan S1, Institut Teknologi Bandung, Teknik Geologi, 1979
S2, Universitas Michigan, Amerika Serikat, Jurusan Remote Sensing/Penginderaan Jauh, 1981
S3, Universitas Iowa, Amerika Serikat, Jurusan Geologic Remote Sensing/Geologi Penginderaan Jauh, 1987.
Program Khusus di Remote Sensing Satellite Ground Station Management Training, Canada, 1992
Istri Dr. Ir. Nining Sri Astuti, MA.
Karier Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia (27 Oktober 2014 – 12 Agustus 2015)


Sumber :


1. biografi-tokoh-ternama.blogspot.com
2. www.mongabay.co.id
3. www.beritasatu.com
4. www.viva.co.id
5. m.merdeka.com
6. tokoh.id
7. nationalgeographic.grid.id


BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved