Sekelompok Orang Bawa Sajam di Pelabuhan Penajam, Kapolda Turun Tangan, Ternyata Ini Penyebabnya

Sekelompok orang bawa senjata tajam di Pelabuhan Penajam Paser Utara (PPU) Kaltim, Kapolda sudah turun tangan, ternyata ini penyebabnya.


zoom-inlihat foto
panajam-rusuh.jpg
TribunKaltim.Co/Heriani AM
Ilustrasi. Suasana Pelabuhan Penajam Paser Utara yang ramai pengunjung jelang lebaran 2019, Minggu (26/5/2019).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Situasi menegangkan terjadi di Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur.

Ratusan orang bawa senjata tajam berkumpul di Pelabuhan, Rabu (16/10/2019).

Dilansir oleh TribunKaltim.com, pelabuhan ini adalah penyeberangan Penajam - Balikpapan untuk perahu rakyat yang biasa disebut klotok dan juga speedboat.

Terlihat sejumlah orang berjalan dengan membawa senjata tajam berlalu lalang.

Selain polisi tampak pula anggota TNI yang mengamankan suasana di Pelabuhan.

Baca: Inilah 4 Kecamatan yang Diajukan ke Jokowi Jadi Lokasi Ibu Kota Baru di Penajam Paser Utara

Baca: Bupati Penajam Paser Utara Bocorkan Masih Banyak Buaya Liar di Calon Ibu Kota Negara Baru

Diduga kejadian ini terkait dengan peristiwa penikaman yang terjadi di Pantai Nipah-nipah, Penajam, Penajam Paser Utara.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, suasana di Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), tepatnya di sekitar pelabuhan speedboat dan pelabuhan penyeberangan menegangkan.

Rabu (16/10/2019), sekitar pukul 13.30 WITA, sekitar 100 orang bersenjata tajam memadati Jalan Propinsi, Kelurahan Penajam, Kecamatan Penajam.

Kelompok masyarakat ini mencari keluarga pelaku penikaman.

Mereka menuntut keluarga pelaku penikaman untuk angkat kaki dari Penajam Paser Utara.

Ilustrasi. Suasana Pelabuhan Penajam Paser Utara yang ramai pengunjung jelang lebaran 2019, Minggu (26/5/2019).
Ilustrasi. Suasana Pelabuhan Penajam Paser Utara yang ramai pengunjung jelang lebaran 2019, Minggu (26/5/2019). (TribunKaltim.Co/Heriani AM)

Kejadian ini terjadi setelah peristiwa penikaman terhadap dua orang pemuda di Pantai Nipah-nipah, Penajam, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur atau kaltim.

Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana meminta masyarakat untuk tidak menyebarluaskan gambar atau video yang sekiranya dapat memperkeruh suasana.

Ia pun berharap, tidak ada upaya-upaya di luar koridor hukum, apalagi melanggar hukum terkait peristiwa tindak pidana yang menewaskan satu orang pemuda ini.

"Pihak Kepolisian meminta masyarakat percayakan proses penanganan permasalahan ini. Semua kepada aparat penegak hukum yang berwenang. Mohon kepada seluruh elemen masyarakat untuk sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban," tuturnya dikutip TribunnewsWiki dari TribunKaltim.com.

Untuk diketahui, Rabu (16/10/2019l sekitar pukul 13.00 Wita terjadi pergeseran sekitar 100 orang menuju ke Pelabuhan Feri, perahu Klotok dan Speedboat.

Mereka berunjukrasa terkait peristiwa penikaman terhadap dua orang pemuda di Pantai Nipah-nipah.

Sekitar pukul 14.20 Wita, massa langsung menuju ke pelabuhan klotok.

Mereka lalu merusak pos loket tiket kapal klotok dan menghentikan transportasi speedboat maupun kapal.

Pihak Kepolisian dikomandoi Kapolres Paser dan Kapolres Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, langsung melakukan mediasi saat mengetahui perusakan tersebut.

"Pihak kepolisian berupaya memfasilitasi dengan hearing di Kantor Pemkab Penajam Paser Utara. Namun tidak ada kata sepakat," ujarnya.







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved