Tak Hanya Penusukan Wiranto, Presiden Soekano juga Pernah Ditembak saat Salat Idul Adha 1962

Tak hanya penyerangan terhadap Wiranto, Presiden Soekano pernah ditembak saat sedang melakukan salat Idul Adha 1962.


zoom-inlihat foto
wiranto-dan-presiden-soekarno.jpg
IST
Tak hanya Wiranto, Presiden Soekarno pernah ditembak saat melaksanakan ibadah Salat Idul Adha tahun 1962


Para pejabat baik dari instansi pemerintahan dan militer bersama-sama hadir di kompleks Istana Negara Jakarta.

Imam salat Idul Adha dipimpin oleh Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) K.H. Idham Chalid.

Sementara khatibnya adalah A.H. Nasution yang saat itu menjabat sebagai Wakil Menteri Pertama Bidang Pertahanan dan Keamanan/KSAD.

Selain itu, hadir juga Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPR-GR), Zainul Arifin.

Zainul Arifin menempati baris paling depan, di sisi kanan Jenderal Nasution yang bersebelahan dengan Presiden Soekarno.

Di samping kiri Zainul Arifin ada Menteri Agama K.H. Saifuddin Zuhri.

Baca: Video Detik-detik Menko Polhukam Wiranto Ditusuk Orang Tak Dikenal di Pandeglang Banten

Zainul Arifin yang saat itu adalah Ketua DPR-GR, tertembak saat melaksanakan Shalat Idul Adha tahun 1962.
Zainul Arifin yang saat itu adalah Ketua DPR-GR, tertembak saat melaksanakan Shalat Idul Adha tahun 1962. (id.wikipedia.org)

Salat pada rakaat pertama berjalan khidmat.

Setelah rukuk pada rakaat kedua, tiba-tiba terdengar pekik suara takbir dari arah belakang saf pertama.

Suara takbir tersebut berada di barisan ke empat yang berjarak kurang dari 6 meter.

Kemudian disusul dengan beberapa kali suara letusan pistol yang memecah kekhidmatan sekaligus menimbulkan kepanikan.

Komisaris Polisi Mangil Martowidjojo, Komandan Detasemen Kawal Pribadi (DKP) Presiden Sukarno dan wakilnya Sudiyo, bergegas melindungi Soekarno.

Sedangkan Soedarjat, anggota DKP yang berada belakang Soekarno, membalikkan badan dengan cepat mencabut pistol.

Namun Soedarjat lebih dulu tertembak, jatuh berlumuran darah di belakang Soekarno.

Soesilo yang juga seorang anggota DKP memutar badan ke belakang terkena peluru di pelipis kepala.

Satu peluru lagi mengenai bahu Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), K.H. Zainul Arifin.

Zainul Arifin terkulai di atas sajadah dengan bahu berlumuran darah.

Peluru yang ditembakkan oleh seseorang mengenai bahu kirinya.

Setelah menembak dua kali, sambil membungkuk, pelaku kemudian mencoba mendekati Soekarno.

Seseorang yang bernama Sribusono kemudian menendang kaki pelaku, sehingga membuat jatuh.

Dibantu oleh Musawir, Sribusono menindih penembak.





Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved