Dalam pembicaraan tersebut partai Gerindra menawarkan konsep pembangunan, salah satunya pada bidang ketahanan pangan.
"Ya kalau kita bicara konsep ketahanan pangan, misalnya kan itu mencakup kementerian dan bidang, kita coba lihat apakah konsepnya diterima semua atau cuma sebagian saja, sehingga kita bisa timbang, apakah konsep itu bisa jalan atau enggak," kata Sufmi Dasco.
Dikutip dari Tribunnews, Sufmi Dasco juga membantah bahwa partainya meminta jatah pos menteri pertahanan.
"Enggak ada itu, saya enggak dengar, kalau ada saya pasti dengar," pungkasnya.
Lebih lanjut, Sufmi Dasco mengatakan apabila konsep ketahanan pangan tersebut diterima pemerintah, kemungkinan Gerindra akan diberikan pos Menteri Pertanian (Mentan).
Baca: Polisi Masih dalami Kaitan Pelaku Penusukan Wiranto yang Diduga Terpapar Radikalisme dengan JAD
Baca: Sudah Sesuai Prosedur, Polisi Sebut Tidak Ada Istilah Kecolongan saat Kawal Wiranto
"Ya kalau diterima ya mungkin pos itu (Mentan) yang diberikan. Kan ini hak pretogatif Presiden kami juga kan nggak bisa kemudian minta-minta ‘pak, harus Gerindra, itu harus Gerindra, kan nggak bisa. Itu kalau kita konsepnya diterima," katanya.
Meskipun kemudian konsep tersebut diterima pemerintah, menurut Dasco tidak lantas Gerindra masuk ke dalam pemerintahan.
Gerindra akan terlebih dahulu menggelar Rakernas untuk menentukan sikap ke depan.
"Untuk pembicaraan soal masuk atau tidak di kabinet, nah Partai Gerindra akan memutuskan dalam suatu Rakernas, Rakernas itu yang kemudian akan diselenggarakan dalam waktu dekat. Tetapi, liat dulu tentang konsep yang kita tawarkan baru itu yang kemudian kita bahas di Rakernas yang akan dijalankan mungkin dalam waktu yang tidak lama lagi," jelasnya.
(Tribunnewswiki/Tribunnews/Ami Heppy)