Seorang Hakim Tembak Dirinya Sendiri di Ruang Sidang setelah Bebaskan Terdakwa 5 Pria Muslim

Seorang Hakim di Thailand yang bertugas untuk memimpin jalannya sidang justru menembak dadanya sendiri dengan pistol


zoom-inlihat foto
pistol-2.jpg
Pixabay.com
Seorang hakim menembak dirinya sendiri seusai memutuskan tidak bersalah pada 5 terdakwa warga muslim. (Ilustrasi)


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seorang Hakim di Thailand yang bertugas untuk memimpin jalannya sidang justru menembak dadanya sendiri dengan pistol.

Kanakorn Pianchana mengambil pistol lalu menembak dadanya sendiri di depan pengunjung sidang saat diduga dipaksa mengubah putusan atas terdakwa.

Namun dirinya berhasil selamat saat dibawa ke rumah sakit seusai penembakan terjadi.

Sebuah pernyataan yang ditulis hakim sebelum memberi putusan pada terdakwa kemudian disangkutkan menjadi alasan ia bunuh diri.

Kanakorn membebaskan terdakwa lima orang warga muslim sebelum status putusannya ditingkatkan ke jenjang yang lebih tinggi, seperti dilansir oleh BBC, Sabtu, (5/10/2019).

 

Baca: Seorang Hakim Thailand Tembak Dirinya Sendiri di Pengadilan Usai Kutuk Sistem Peradilan

Baca: Kronologi Pengacara Tomy Winata Serang 2 Hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat

 

Pidato Sebelum Tembak Dirinya Sendiri

Kanakorn bekerja di Pengadilan Yala di daerah Thailand Selatan yang sedang dilanda kekacauan.

Setelah memberi putusan bebas bagi lima orang atas kasus pembunuhan dan penyalahgunaan senjata api, Kanakorn berbicara saat sidang pengadilan dengan berapi-api.

Ia juga menyiarkan argumennya secara langsung di Facebook.

"Anda harus punya bukti yang kuat untuk menghukum seseorang. Jadi jika Anda tak yakin, jangan jatuhkan hukuman," ujar Kanakorn Pianchana.

"Saya tidak mengatakan bahwa kelima terdakwa tidak melakukan kejahatan, mereka mungkin melakukannya,"

"Namun proses peradilan harus transparan dan kredibel. Menghukum orang tak bersalah hanya akan menjadikan mereka kambing hitam," kata Kanakorn Pianchana.

Dalam sidang putusan yang disiarkan secara langsung di Facebook, Kanakorn Pianchana mengatakan lima terdakwa Muslim itu tidak melakukan kesalahan.

Saat selesai mengutarakan argumennya secara langsung, tiba-tiba setelah itu siaran di Facebook terputus.

Pada momen ini, Kanakorn mengambil sebuah pistol lalu menembak dadanya sendiri.

Saksi mata mengungkapkan, Kanakorn Pianchana sempat mengucapkan sumpah hukum di foto mendiang Raja Thailand, sebelum menarik pelatuk pistol.

Seperti yang dilaporkan oleh berita lokal, dalam pernyataan yang nampaknya ditulis oleh Kanakorn Pianchana, dia didekati oleh seseorang untuk mengubah putusan.

Ia mengatakan dalam tulisannya: "Saat ini sesama hakim di seluruh instansi Pengadilan Negeri diperlakukan dengan cara yang sama seperti saya"

"Jika aku tidak bisa memegang sumpah jabatanku, aku lebih baik mati daripada hidup tanpa kehormatan."

Baca: Kasus Dosen IPB, Terduga Simpan Bom Ikan Berisi Paku, Pemecatan Tunggu Putusan Pengadilan

Baca: Baim Wong Datangi Pengadilan Negeri Kota Bogor Terkait Gugatan Perdata dari Sang Mantan Manajer

 

Heboh di Media Sosial Setempat

Juru bicara Kantor Kehakiman, Suriyan Hongvilai, menerangkan, Kanakorn Pianchana mendapat perawatan intensif dan selamat dari kematian.

"Dia menembak dirinya sendiri karena 'stres personal'.

"Namun kami masih belum mengetahuinya, dan akan segera menyelidikinya," lanjut Hongvilai.

Dalam keterangan yang ramai di media sosial setempat, Kanakorn Pianchana diminta untuk menjatuhkan hukum mati bagi tiga terdakwa.

Sedangkan sisanya dipenjara meski buktinya tak mencukupi.

Hongvilai menambahkan, tidak ada hakim di Thailand yang melanggar protokol dengan mengkritik peradilan secara terang-terangan seperti Pianchana.

Pengacara yang membela terdakwa menuturkan, Kanakorn Pianchana memutuskan untuk membebaskan mereka karena kurangnya bukti yang dipaparkan di pengadilan.

Abdulloh Hayee-abu dari Pusat Pengacara Muslim Yala menjelaskan, saat ini kliennya masih dipenjara sembari menunggu apakah jaksa penuntut bakal mengajukan banding.

Netizen dan publik Thailand syok atas kenekatan Kanakorn Pianchana.

Banyak netizen yang membagikan kronologi kasus yang diadilinya.

Ada yang menggelarinya Pahlawan Keadilan bagi Thailand

Baca: Benny Wenda Diusir dari Ruang Sidang Umum PBB, Nyelinap lewat Utusan Vanuatu: Kesaksian Delegasi RI

Baca: Nama Menteri Perdagangan Disebut-sebut dalam Sidang Suap Impor Gula, Ini Pernyataan Inas Nasrullah

 

Thailand dan Sistem Peradilan

Menurut beberapa kritikus hukum, sistem peradilan Negeri "Gajah Putih" hanya berpihak kepada kalangan kaya.

Sedangkan di lain hal menghukum secara keras kepada golongan miskin.

Tak hanya itu, sangat jarang ada hakim di Thailand yang berani melontarkan kritik atas sistem tersebut.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved