Diketahui, hari ini juga merupakan pelantikan anggota DPR, DPD dan MPR RI terpilih, Selasa (1/10/2019).
Adapun, aksi demonstrasi ini kembali dilakukan juga untuk menyampaikan sejumlah tuntutan. (M20)
500 terduga perusuh diamankan
Aparat Kepolisian menangkap lebih dari 500 orang yang diduga sebagai massa perusuh saat demonstrasi di sekitar Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (30/9/2019) malam.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, terdapat 519 orang terduga perusuh yang diamankan.
"519 orang diamankan Polda Metro Jaya dan Polres jajaran," kata Argo dalam keterangan tertulisnya, Senin (1/10/2019).
Dari 519 orang tersebut, 163 di antaranya diamankan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Metro.
Di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus), terdapat 70 orang yang diamankan.
Sementara itu, jajaran Polres Jakarta Barat menangkap total 157 orang terduga perusuh.
"Polres Jakarta Utara mengamankan 36 orang dan Polres Jakarta Pusat 11 orang," ujar Argo.
Sebelumnya, massa aksi yang terdiri dari mahasiswa dan pelajar terlibat bentrok dengan aparat di sejumlah titik.
Beberapa di antaranya di Jalan Tentara Pelajar, Palmerah, Pejompongan, dan Slipi.
20 pelajar diamankan Polres Metro Jakarta Utara
Polres Metro Jakarta Utara kembali mengamankan puluhan pelajar yang hendak berangkat menuju ke Gedung DPR RI, Selasa (1/10/2019).
Sedikitnya 20 pelajar diringkus dan dibawa ke Mapolres Metro Jakarta Utara.
Mereka diamankan dari dua lokasi, yakni Stasiun Tanjung Priok dan Terminal Tanjung Priok.
Usai diamankan, mereka langsung dimintai keterangan dan didata oleh polisi.
Kebanyakan yang ditangkap mengaku berasal dari luar Jakarta, terutama daerah Jawa Barat.
Sama seperti dua penangkapan sebelumnya, kebanyakan dari puluhan pelajar itu masih duduk di bangku SMP-SMA.
IS (16), salah satu pelajar yang diamankan, mengaku diming-imingi uang Rp 20 ribu untuk ikut demo du Gedung DPR RI.