Jumlah tersebut dapat bertambah karena bisa saja mahasiswa dan masyarakat akan bergabung.
2. Yogyakarta
Berbagai elemen kelompok masyarakat akan kembali menggelar aksi #GejayanMemanggil Jilid 2 di Gejayan, Yogyakarta, Senin (30/9/2019).
Gerakan #GejayanMemanggil Jilid 2 ini, massa tergabung dalam Aliansi Rakyat Bergerak.
Humas Aliansi Rakyat Bergerak Nailendar mengatakan, aksi Gejayan Memanggil Jilid 2 ini bakal dimulai pukul 10.00 WIB.
"Titik kumpul aksi di dua tempat yakni di UIN dan UGM," kata Humas Aksi Rakyat Bergerak, Nailendra kepada Tribunnews.com, Minggu (29/9/2019).
Nailendrea mengatakan, pada aksi #GejayanMemanggil Jilid 2 ini akan lebih banyak peserta aksi dibandingkan minggu sebelumnya.
Baca: #GejayanMemanggil Jilid 2 Digelar Hari Ini, Sejumlah Elemen Masyarakat Dipastikan Ikut
Baca: Peristiwa Gejayan
"Kami ingin merangkul lebih banyak lagi elemen masyarakat, dan beberapa di antaranya sudah memastikan akan bergabung besok," kata Nailendra saat dihubungi Tribunnews, Minggu (29/9/2019).
Sejumlah elemen masyarakat dipastikan ikut antara lain buruh, ormas, organisasi nirlaba, hingga komunitas disabilitas.
"Kami juga berkeinginan untuk merangkul pelajar dalam aksi ini, dan sudah ada yang terkonfirmasi ikut serta," ungkap Nailendra.
Terkait informasi ajakan aksi pelajar yang sebelumnya tersebar di aplikasi percakapan, Nailendra mengaku tidak tahu tentang hal tersebut.
3. Jakarta
Dikabarkan, sejumlah mahasiswa di seluruh Indonesia akan melanjutkan aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (30/9/2019).
Hal tersebut diungkapkan oleh Presiden Mahasiswa Trisakti, Dinno Ardiansyah.
"Memang, ini lagi proses konsolidasi untuk kawan-kawan BEM aliansi mahasiswa seluruh Indonesia kita lagi proses konsolidasi untuk tanggal 30 akan seperti apa, apakah turun aksi ke DPR atau ada cara lainnya," kata Dinno Ardiansyah, saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (28/9/2019).
Dinno Ardiansyah mengatakan tuntutan aksi mahasiswa masih sama yaitu menolak RKUHP dan menolak UU KPK yang telah disahkan.
"Tuntutan kami sama kayak kemarin iya, kita menolak RUU bermasalah dan kita tetap menolak UU KPK yang telah disahkan," ujar Dinno.
Selain itu, Dinno juga berharap bahwa aksi mahasiswa dapat memberikan tekanan psikologi bagi pemerintah dan DPR agar segera mengambil keputusan Perppu untuk mencabut UU KPK.
"Mungkin dengan kita turun ke jalan lagi itu akan menjadi suatu tekanan psikologi untuk pemerintah untuk segera mengambil keputusan apakah Perppu akan segera diputuskan atau tidak," jelas Dinno.
(TRIBUNNEWSWIKI/Afitria Cika/Kompas.com/Imam Rosidin)