Peristiwa Gejayan

Peristiwa Gejayan merupakan peristiwa aksi demo yang terjadi di Gejayan, Yogyakarta. Aksi tersebut biasanya dilakukan oleh mahasiswa dari berbagai universitas di Yogyakarta.


zoom-inlihat foto
peristiwa-gejayan-1998.jpg
casciscus.com
Peristiwa Gejayan atau tragedi Yogyakarta tahun 1998.

Peristiwa Gejayan merupakan peristiwa aksi demo yang terjadi di Gejayan, Yogyakarta. Aksi tersebut biasanya dilakukan oleh mahasiswa dari berbagai universitas di Yogyakarta.





TRIBUNNEWSWIKI.COM - Gejayan adalah nama jalan yang menjadi penghubung antara jalan Solo dan Ringroad Utara di Yogyakarta.

Jalan Gejayan biasanya menjadi jalan yang sering dilewati oleh mahasiswa dari UGM, UNY, dan Universitas Sanata Dharma.

Namun semenjak 20 Mei 2007, Jalan Gejayan ini diubah menjadi Jalan Affandi.

Hal tersebut lantaran nama Jalan Gejayan menyimpan memori tentang peristiwa aksi saat 8 Mei 1998.

Jalan Gejayan merupakan tempat aksi para mahasiswa untuk pelengseran rezim orde baru.

Jalan Gejayan saat Reformasi 1998 (Gary Dean okusiassociates.com)
Jalan Gejayan saat Reformasi 1998 (Gary Dean okusiassociates.com) (Gary Dean okusiassociates.com)

Penamaan kembali Jalan Gejayan dengan Jalan Affandi merupakan keputusan dari pemerintah.

Affandi merupakan seorang tokoh seniman sekaligus politikus tersohor di Partai Komunis Indonesia.

Dia menjadi anggota fraksi PKI, tapi tidak kemudian menjadi seorang propagandis murni partai karena memang sebelum menjadi anggota Parlemen dan bergabung dengan Lekra (Lembaga Kebudayaan Rakyat), Affandi sudah punya nama besar berkat karya seni yang ia hasilkan.

PKI saat itu digadang-gadang menjadi momok bagi stabilitas negara, namun sosok Affandi mampu menjadi pertemuan dari dua arus tersebut.

Berkat jasa-jasanya maka pemerintah menggunakan nama Affandi sebagai nama jalan di Jalan Gejayan. (1

Jalan Gejayan Sleman. (TRIBUN JOGJA)
Jalan Gejayan Sleman. (TRIBUN JOGJA) (TRIBUN JOGJA)


Peristiwa Gejayan dikenal juga dengan sebutan Tragedi Yogyakarta.

Peristiwa Gejayan merupakan aksi bentrokan berdarah terjadi di Gejayan, Yogyakarta, pada 8 Mei 1998.

Peristiwa tersebut merupakan demonstrasi menuntut reformasi dan mundurnya Presiden Soeharto. (2

Ketika itu mahasiswa dari beberapa universitas di Yogyakarta menyuarakan aksi keprihatinan dan menuntut Soeharto mundur.

Peristiwa Gejayan ini menyebabkan ratusan orang luka-luka.

Bahkan, satu orang tewas, yaitu mahasiswa MIPA dari Universitas Sanata Dharma, Moses Gatutkaca.

Aksi mahasiswa yang menolak terpilihnya kembali Soeharto sebagai presiden meluas di seluruh Indonesia, termasuk di Yogyakarta.

Mereka melakukan aksi di dekat universitas masing-masing sejak pukul 09.00.

Mahasiswa Universitas Gadjah Mada melakukan aksi di bundaran kampus.

Sementara mahasiswa Universitas Sanata Dharma dan mahasiswa IKIP Negeri Yogyakarta (kini UNY) melakukan aksi di halaman kampus masing-masing.

Aksi demo mahasiswa Gejayan 1998.
Aksi demo mahasiswa Gejayan 1998. (casciscus.com)

Mereka melakukan aksi protes yang menyoroti perekonomian di Indonesia dan menyinggung kekerasan aparat.

Peristiwa semakin memanas ketika mahasiswa mulai bergerak menuju UGM untuk bergabung.

Aparat keamanan tak memberikan izin atas aksi tersebut, apalagi aksi ini diikuti oleh masyarakat.

Bentrokan akhirnya terjadi dan aksi saling dorong juga dilakukan oleh kedua belah pihak.

Dilansir dari harian Kompas yang terbit pada 9 Mei 1998, hingga pukul 23.00 WIB pada 8 Mei 1998, Jalan Kolombo, Yogyakarta, masih memanas akibat bentrokan ribuan mahasiswa dan masyarakat dengan ratusan aparat keamanan, menyusul saling serang antara aparat dan para demonstran.

Mahasiswa dan masyarakat melawan aparat dengan batu, petasan, bahkan bom molotov.

Aparat keamanan akhirnya mulai membubarkan demonstran dengan tembakan gas air mata, semprotan air dari kendaraan water gun, dan pengejaran ke IKIP Yogyakarta dan Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta.

Peristiwa Gejayan 1998
Peristiwa Gejayan 1998 (casciscus.com)

Aparat juga menangkap orang yang diduga melakukan provokasi terhadap aksi ini.

Setidaknya tujuh orang ditangkap dan satu mahasiswa, Moses Gatutkaca dari Fakultas MIPA USD tewas.

Tubuh Moses Gatutkaca ditemukan tergeletak oleh mahasiswa di sekitar Posko PMI di Sanata Dharma.
Mahasiswa kelahiran Banjarmasin itu meninggal dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Panti Rapih.
Menurut dokter Sudomo Jatmiko SPB dari UGD RS Panti Rapih, Moses mengalami perdarahan telinga akibat benda tumpul.

Tragedi berdarah yang terjadi di Yogyakarta membuat perlawanan gerakan mahasiswa semakin menguat.

Jika pada awalnya gerakan dilakukan di dalam kampus, aksi demonstrasi secara perlahan dilakukan di luar kampus.

Untuk mengenang Peristiwa Gejayan ini, Jalan Kolombo di sebelah Univeritas Sanata Dharma diubah menjadi Jalan Moses Gatutkaca.

Nama jalan tersebut adalah untuk mengenang pahlawan Reformasi yang mungkin masih terlupakan. (3

Aparat polisi saat aksi demo Gejayan 1998
Aparat polisi saat aksi demo Gejayan 1998 (casciscus.com)


Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) cabang Yogyakarta dan Front Perjuangan Rakyat Miskin (FPRM) melakukan aksi demo untuk mengkritisi peringatan Hari Kebangkitan Nasional karena hanya merupakan acara seremonial belaka.

Selain itu mereka juga mengkritik para elit politik yang menjadi calon presiden (capres) terkait kekuatan kelompok status quo.

Aksi yang dilakukan di sekitar Kantor Pos Besar Yogyakarta ini juga meminta para rakyat selektif dalam memilih pimpinan mereka agar tidak terjebak kembali dengan kekuasaan lama.


Aliansi mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam Mahasiswa Penyelamat Organisasi (HMI PMO) Jogja dan Badan Eksekutif Mahasiswa-Keluarga Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM-KM UGM) melakukan aksi untuk menentang rencana pemerintah RI tentang kenaikan harga BBM yang akan dilakukan per 1 Oktober 2005.

Mereka juga menentang adanya perombakan tim ekonomi di dalam kabinet pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Kedua aliansi tersebut beraksi secara bergantian di Kantor Pertamina Cabang Yogyakarta tepatnya di Jalan Mangkubumi.

Meskipun aksi tersebut diwarnai dengan aksi saling dorong antara masa mahasiswa dengan petugas kepolisian, tapi aksi mahasiswa masih berlangsung dengan tertib dan aman. (4


Pada 23 September 2019, Tagar Gejayan Memanggil atau #GejayanMemanggil masuk dalam daftar trending media sosial Twitter. (5

Digelar aksi mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya di seputaran Yogyakarta yang dijadwalkan berkumpul pukul 11.00 WIB dan dimulai pada pukul 13.00 WIB.

Ada tiga titik kumpul untuk aksi tersebut antara lain gerbang utama Kampus Sanata Dharma, pertigaan revolusi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, dan Bunderan Universitas Gadjah Mada. (4)

Dalam aksi tersebut ada tujuh tuntutan yang disampaikan, di antaranya mendesak pembahasan ulang pasal-pasal yang dianggap bermasalah dalam RKUHP, mendesak revisi UU KPK yang baru disahkan DPR, dan menolak upaya pelemahan pemberantasan korupsi di Indonesia. (5)

#GejayanMemanggil (Aksi Gejayan Memanggil)
#GejayanMemanggil (Aksi Gejayan Memanggil) (Twitter)

Berikut ini tujuh tuntutan yang disuarakan dalam aksi demo Gejayan tahun 2019:

1. Mendesak adanya penundaan untuk melakukan pembahasan ulang terhadap pasal-pasal yang bermasalah dalam RKUHP.

2. Mendesak pemerintah dan DPR untuk merivisi UU KPK yang baru saja disahkan dan menolak segala bentuk pelemahan terhadap upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.

3. Menuntut negara untuk mengusut dan mengadili elit-elit yang bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan di beberapa wilayah di Indonesia.

4. Menolak pasal-pasal bermasalah dalam RUU Ketenagakerjaan yang tidak berpihak pada pekerja.

5. Menolak pasal-pasal problematis dalam RUU Pertanahan yang merupakan bentuk penghianatan terhadap semangat reforma agraria.

6. Mendesak pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual.

7. Mendorong proses demokratisasi di Indonesia dan menghentikan penangkapan aktivis di berbagai sektor. (4)

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/ Abdurrahman Al Farid)



Nama Peristiwa Gejayan
Jenis Aksi Demo
Letak Yogyakarta
   


Sumber :


1. citraceritajogja.wordpress.com
2. id.wikipedia.org
3. regional.kompas.com
4. news.detik.com
5. www.kompas.com








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved