RUU Minerba Dibahas Diam-Diam, Gerakan #BersihkanIndonesia Sebut DPR dan Pemerintah Bohongi Rakyat

Gerakan #BersihkanIndonesia memberikan kecaman terhadap pemerintah dan DPR yang tetap ngotot membahas RUU Minerba.


zoom-inlihat foto
sawung-walhi.jpg
Tribunnews.com/Richard Susilo
Riki Sonia warga Cirebon (kiri) dan Dwi Sawung dari Walhi (kanan)


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Gerakan #BersihkanIndonesia memberikan kecaman terhadap pemerintah dan DPR yang tetap ngotot membahas RUU Minerba.

Menurut pers rilis yang diterima Tribunnewswiki dari gerakan #BersihkanIndonesia, pembahasan tersebut dikatakan telah dilaksanakan tadi malam (25/9/2019).

Padahal sebelumnya Jokowi menyatakan telah menunda empat RUU yakni RUU KUHP, RUU Pemasyarakatan, RUU Pertanahan, dan RUU Minerba setelah usai melaksanakan rapat konsultasi dengan anggota legislatif yang dipimpin oleh ketua DPR Bambang Soesatyo di Istana Merdeka pada Senin (23/9/2019) lalu.

Jokowi meminta agar empat RUU itu dibahas oleh DPR periode selanjutnya.

“Hanya mulut saja yang bilang ditunda, tetapi faktanya tidak. Itu namanya membohongi rakyat,” ucap Juru bicara #BersihkanIndonesia Sawung dari WALHI dalam jumpa pers di kantor WALHI, Kamis (26/9/2019), bersama anggota Gerakan #BersihkanIndonesia lainnya.

Baca: Aksi Demo Belum Berhenti, Yasonna Laoly Sebut Jokowi Tak Akan Cabut RUU KPK : Enggaklah

Sawung Walhi
Riki Sonia warga Cirebon (kiri) dan Dwi Sawung dari Walhi (kanan). (Tribunnews.com/Richard Susilo)

Dirinya juga menambahkan pembahasan RUU Minerba cukup sulit diketahui apakah pasal tersebut semakin melonggarkan eksploitasi sumber daya alam.

Juru bicara #BersihkanIndonesia dari Publish What You Pay (PWYP) Indonesia Aryanto Nugroho mengatakan bahwa "Pasal-pasal dalam Draft RUU Minerba masih kental dengan nuansa eksploitasi sumber daya alam, khusunya minerba, secara berlebihan."

Ia menambahkan kekhawatirannya terhadap pembahasan UU Minerba tadi malam.

"Jangan sampai ada upaya-upaya untuk menyelundupkan dan mempertahankan pasal-pasal bermasalah yang hanya menguntungkan segelintir orang saja.” lanjutnya.

Menurutnya sejak awal pembahasan UU Minerba dilakukan secara tidak transparan dan akuntabel.

“Publik hampir dikatakan sulit untuk mendapatkan informasi terkait draft RUU Minerba yang sudah disusun, termasuk sejauh mana perkembangannya" tambahnya.

Pihak yang terkait secara langsung dan tidak langsung juga belum dilibatkan saat penyusunan RUU Minerba.

“Seharusnya, DPR dan Pemerintah harus lebih banyak mendengar aspirasi dari kalangan masyarakat sipil, masyarakat adat, masyarakat korban dan terdampak di sekitar daerah tambang, termasuk keluarga korban puluhan anak yang meninggal di lubang tambang." ujarnya.

Baca: Trailer Habibie & Ainun 3 Rilis, Berkisah tentang Asmara dan Perjuangan Ainun Jadi Seorang Dokter

Catatan dari masyarakat sipil pembahasan penyusunan RUU Minerba dilaksanakan secara tertutup dan hanya mengundang dari pihak tertentu saja.

“Jika kejar tayang seperti ini, DPR dan pemerintah memang betul-betul tidak memikirkan nasib rakyat” sambungnya.

Hendrik Siregar, Juru bicara #BersihkanIndonesia dan peneliti Auriga memberikan penilaian pembahasan RUU Minerba yang dilakukan secara kilat mengandung kesan untuk membalas hutang budi saat proses kampanye pilpres.

Tidak hanya itu, dirinya juga mengungkapkan hal ini dapat terjadi karena mengakomodir PKP2B dan Kontrak Karya yang masa kontraknya akan habis.

“Kita tahu hampir semua perusahaan tambang membiayai pilpres, dan ada beberapa perusahaan tambang besar tersebut yang akan habis kontraknya dalam waktu dekat,” tambahnya.

Ada hal menarik yang perlu digarisbawahi saat proses pembahasan sebelumnya yakni belum terdapat adanya harmonisasi antar kementerian sehingga Daftar Inventaris Masalah (DIM) RUU Minerba dikembalikan.

"Bahkan, sampai pembahasan tadi malam, pihak dari Kementerian Perindustrian belum menandatangani DIM tersebut karena masalah perizinan yang tumpang tindih antar kementerian,” ucap Hendrik.

Baca: Buya Syafi’i Minta Presiden Keluarkan Perppu Batalkan UU KPK Jika Memang Tak Ada Jalan Lain





Halaman
12






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved