Pam Swakarsa

Pasukan Pengamanan Masyarakat Swakarsa atau Pam Swakarsa merupakan kelompok sipil bersenjata yang dibentuk untuk mengamankan Sidang Istimewa MPR dan membendung aksi mahasiswa pada 1998.


Pam Swakarsa
nasional.kompas.com
Pam Swakarsa yang dibentuk untuk membendung aksi mahasiswa pada 1998 yang mmengakibatkan Tragedi Semanggi I(KOMPAS/SATRIO NUSANTORO) 

Pasukan Pengamanan Masyarakat Swakarsa atau Pam Swakarsa merupakan kelompok sipil bersenjata yang dibentuk untuk mengamankan Sidang Istimewa MPR dan membendung aksi mahasiswa pada 1998.




  • Informasi


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Pasukan Pengamanan Masyarakat Swakarsa atau Pam Swakarsa merupakan kelompok sipil bersenjata yang dibentuk untuk membendung aksi mahasiswa pada 1998.

Pam Swaksarsa juga dibentuk untuk mengamankan Sidang Istimewa MPR (SI MPR) pada November 1998.

Pam Swakarsa terdiri atas beberapa ormas, diantaranya adalah Pemuda Pancasila, FKPPI, Pemuda Panca Marga dan Banser.

Pam Swakarsa disebut dibentuk atas perintah Wiranto yang pada saat itu menjabat sebagai panglima ABRI sekaligus Menteri Pertahanan dan Keamanan di era Presiden BJ Habibie.

Hal tersebut diungkapkan oleh Mantan Kepala Staf Komando Strategis Angkatan Darat (Kas Kostrad) Mayjen Purnawirawan Kivlan Zen dalam gugatannya terhadap Menkopolhukam Wiranto.

Di pihak lain, Wiranto menyebutkan bahwa Pam Swakarsa terbentuk atas inisiatif masyarakat.

Selama Sidang Istimewa MPR, Pam Swakarsa berkali-kali terlibat bentrokan dengan para pengunjuk rasa yang menentang SI MPR. (1)


Menurut kesaksian Kivlan Zein, pada 4 NoVember 1998 pukul 15.30 WIB dirinya dipanggil oleh Wiranto untuk datang ke kantor Mabes ABRI di Jalan Merdeka Barat.

Saat itu, Wiranto meminta Kivlan Zen untuk mengerahkan massa guna mendukung pelaksanaan Sidang Istimewa MPR (SI MPR) pada November 1998.

Saat itu, posisi Kivlan Zen sedang tidak memiliki jabatan apapun dan tidak memiliki kewenangan  untuk melaksanakannya.

Wiranto kemudian menjanjikan akan memberikan jabatan setelah pekerjaan Pam Swakarsa tersebut selesai.

Untuk membentuk Pam Swakarsa, Wiranto menelepon seorang pengusaha untuk menyediakan dana sebesar Rp 400 juta dan memerintahkan Kivlan Zen untuk mengambil uang itu.

Kivlan Zen kemudian mengadakan rapat dengan para petinggi maupun pengurus ormas yang diadakan di kemang, Jakarta Selatan.

Dana rp 400 juta tersebut kemudian dibagi-bagikan oleh Kivlan Zen untuk 30.000 orang yang akan menjadi anggota Pam Swakarsa.

Pada 9 November 1998 pukul 09.00 WIB diadakan rapat di rumah dinas Panglima ABRI, Jalan Denpasar, Jakarta Selatan, dengan memberikan pengarahan dan ketetapan dalam menghadapi masa anti-Sidang Istimewa MPR di Gedung DPR/MPR.

Baca: Kivlan Zen Tuntut Wiranto Terkait Dana Rp 8 Miliar Pembentukan Pam Swakarsa 1998

Baca: Kivlan Zen

Dalam menghadapi masa demonstran anti SI MPR, Pam Swakarsa diposisikan paling depan berhadapan langsung dengan massa.

Hal tersebut menyebabkan massa tak berhasil masuk ke kawasan gedung DPR/MPR sampai selesainya Sidang Istimewa MPR tersebut tanggal 13 November 1998.

Lalu pada 12 November 1998, Kivlan Zen menggerakkan Pam Swakarsa untuk memukul mundur massa unjuk rasa yang berada di Jalan Sudirman, Semanggi.

Tragedi kemanusiaan tersebut kemudian dikenal dengan tragedi Semanggi I. (2) 

  • Bentrokan


Pam Swakarsa beberapa kali terlibat bentrok dengan massa anti-SI di beberapa titik yang menyebabkan korban berjatuhan dari dua kubu.

Menjelang akhir sidang istimewa strategi diubah dan menempatkan ABRI berada di posisi depan.

Bentrokan terjadi antara aparat dan pendemo sehingga pecahlah Peristiwa Semanggi I yang menewaskan enam orang.

Pam Swakarsa tak hanya mengamankan Gedung DPR/MPR Senayan, tetapi juga dikirim ke lokasi potensial yang menjadi titik demonstrasi dan orasi mahasiswa, seperti Tugu Proklamasi atau Taman Ismail Marzuki.

Ditenggarai anggota PAM Swakarasa juga dibekali bambu runcing dan senjata lainnya untuk berjaga.

Baca: Jenderal TNI (Purn.) Dr. H. Wiranto, S.H., M.M.

Baca: Trending #GejayanMemanggil di Twitter, Aksi Demo Mahasiswa 1998 Kembali Terulang di 2019

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mengumpulkan dan menyerahkan barang bukti kepada polisi berupa 40 bambu runcing dari kawasan Taman Ismail Marzuki, 132 bambu runcing dari Tugu Proklamasi, sebuah pedang samurai, satu batang besi bengkok, empat ikat kepala, dan selembar saputangan.

Kelompok Ciganjur dimotori Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, Amien Rais dan Sri Sultan Hamengku Buwono X membuat deklarasi yang salah satunya meminta Pam Swakarasa membubarkan diri. (3)

(TRIBUNNEWSWIKI/Ami Heppy)



Nama Organisasi Pam Swakarsa
Dibentuk pada 1998
   


Sumber :


1. news.detik.com
2. nasional.kompas.com
3. www.merdeka.com








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2019 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved