TRIBUNNEWSWIKI.COM – Anjing yang merupakan binatang peliharaan tak semuanya bernasib baik dimanja oleh majikannya.
Di Kamboja, banyak anjing yang bernasib tragis.
Mereka disiksa untuk kemudian dijadikan santapan manusia.
Dikutip dari Intisari Online, Minggu (22/9/2019), sebuah keluarga di Kamboja telah membunuh dan menyiksa anjing selama beberapa generasi.
Michael Chour, seorang pecinta satwa sempat mengungkap fakta mencengangkan soal fenomena menyedihkan ini.
Pada Mei 2019, dia terbang ke Kamboja dalam misi penyelamatan sebanyak mungkin anjing.
Dia menemukan sekitar 200 ekor anjing disembelih setiap hari di sana.
Baca: Anjing yang Serang ART hingga Tewas juga Pernah Serang Anak Kecil, Warga: Korbannya Malah Sudah 10
Dalam misi itu, Chour yang merupakan pria asal Prancis berhasil menyelamatkan tujuh ekor anjing dari kematian.
Dilansir Daily Mail, Dia juga mendorong rumah jagal untuk ditutup seminggu kemudian, untuk menyelamatkan ribuan anjing.
Chour mengatakan anjing-anjing itu tidak diberi makan dan minum selama berhari-hari.
Anjing-anjing itu terluka dengan tiang dan kandang mereka yang dilemparkan ke lantai, mengakibatkan beberapa di antara mereka mengalami patah tulang.
"Keluarga yang memiliki rumah ini telah menyiksa dan membunuh anjing selama beberapa generasi,” kata Chour yang merupakan pendiri Sound of Animals.
"Di Kamboja, ada sekitar lima juta anjing disiksa sampai mati setiap tahun, mereka menyiksa dan membunuh sekitar 200 anjing sehari,” lanjutnya.
Baca: Video Ria Ricis Makan Gurita Hidup Dapat Kecaman dari Garda Satwa Foundation
Chour berharap dengan berbagi foto yang dibagikan, dia dapat mendorong orang lain untuk sadar tentang perdagangan dan penyiksaan daging anjing.
Dan pada akhirnya, mereka akan menghubungi pemerintah untuk menghentikan praktik kejam tersebut.
Setelah menghabiskan begitu lama menyelamatkan anjing di Kamboja, Chour menjelaskan bahwa metode pembunuhan yang mereka lakukan merupakan yang paling kejam yang pernah dia saksikan.
"Anjing-anjing itu diangkut dan ditempatkan di dalam kandang kecil sampai tidak bisa bergerak, tidak diberi makan dan minum selama berhari-hari, diperlakukan biadab, dipukul dengan tiang logam jika mereka menggonggong, atau menangis, kandang dilemparkan ke lantai, mengakibatkan patah tulang dan cedera internal,” katanya.
Anjing-anjing itu kemudian disiksa sampai mati dalam beberapa menit, tergantung metode apa yang digunakan.
“Mereka direbus hidup-hidup, sampai mati,” lanjut Chour.
Baca: Jangan Salah Pilih, Ini Hewan Peliharaan yang Cocok dengan Zodiakmu
Baca: Fakta di Balik Foto Orangutan yang Terluka di Kebun Warga, Dibius dan Dirawat di Pusat Karantina
Mereka memiliki kepercayaan bahwa semakin anjing itu menderita maka akan menghasilkan daging yang dihasilkan semakin baik.