Tanggapan Psikolog Anak soal KPI yang Beri Sanksi Tayangan Spongebob Squarepants

Psikolog anak memberikan tanggapan terhadap keputusan KPI yang melarang tayangan Spongebob Squarepants.


zoom-inlihat foto
kpi-sanksi-spongebob.jpg
Kolase TribunStyle Instagram KPI/Complex
KPI berikan teguran pada acara The Spongebob Squarepants Movie.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Psikolog anak memberikan tanggapan terhadap keputusan KPI yang melarang tayangan Spongebob Squarepants.

Dikutip dari Kompas.com, psikolog anak dari Pion Clinician, Astrid W E N mengaku tidak sepakat dengan keputusan KPI.

Menurut Astrid, kartun Spongebob Squarepants adalah buatan Amerika yang diperuntukkan bagi anak usia 6-11 tahun.

Berbeda di Indonesia, Spongebob Squarepants tidak ada batas usia untuk menonton kartun tersebut.

Baca: Alasan Tayangan Kartun Spongebob Squarepants Ditegur oleh KPI, Karena Adanya Dua Adegan Ini

Baca: Kena Sanksi KPI, Spongebob Juga Tuai Kontroversi di AS, Dituduh Bawa Isu Gay hingga Pemanasan Global

Bahkan banyak anak balita ikut menonton kartun Spongebob Squarepants.

"Kalau menurut saya, (tayangan Spongebob Squarepants) tidak untuk dilarang tetap dikasih tanda 13+ atau boleh ditonton bagi usia anak-anak 13 tahun ke atas. Dan jam tayangnya jam malam saja, jangan pagi. Kalau pagi, ya itu, anak-anak mudah nontonnya," kata Astrid, dikutip dari Kompas.com, Kamis (19/9/2019).

Astrid juga menegaskan bahwa dirinya menyarankan kartun Spongebob Squarepants ditujukan untuk usia pra remaja.

Ternyata Inilah Penyebab KPI Beri Sanksi Film SpongeBob SquarePants.
Ternyata Inilah Penyebab KPI Beri Sanksi Film SpongeBob SquarePants. (Nickelodeon)

Adanya kebijakan 13+ untuk kartun Spongebob Squarepants dilandasi alasan bahwa dalam sebuah kartun harus ada edukasinya terlebih dahulu.

Tidak semua kartun boleh diberikan dan menjadi tontonan anak-anak.

"Sering salah kaprah ya, orangtua ke anaknya asal itu kartun, diperbolehkan (anak menonton). Padahal kan tidak. Kartun itu tetap harus dipilah juga, mana yang baik dan mana yang enggak baik," tuturnya.

Hal tersebut karena daya memori atau daya tangkap anak berbeda dengan remaja dan dewasa.

Baca: Selain Spongebob SquarePants, Ini 4 Film Animasi yang Mendapat Teguran KPI

Baca: VIRAL di Media Sosial, KPI Beri Sanksi 14 Program Televisi, Salah Satunya Spongebob

Anak remaja dapat memilah adegan yang baik dan tidak.

Hal ini berbeda dengan anak-anak yang menerapkan perilaku apa yang dilihatnya.

Anak-anak cenderung belum memahami adegan yang dilakukan baik atau buruk.

Selain kartun, tontonan dari sinetron dan film juga bisa memengaruhi perilaku anak-anak.

Astrid mengatakan, banyak tayangan sinetron Indonesia yang menyajikan hal negatif yang perlu diperhatikan dan dipertimbangkan tidak hanya oleh orangtua tapi juga pihak berwenang.

"Adegan di sinetron lebih banyak drama. Ini kalau dipertontonkan terus menerus kepada si anak, lama kelamaan akan menjadi bagian cara berpikir anak itu," ujar Astrid.

Apabila anak-anak terpapar hal tersebut maka mereka berpotensi meniru dalam kehidupan sehari-hari dan terus menerus.

Selain itu, Astrid juga mengatakan bukan hal mudah untuk memperbaiki pola pikir anak yang didapatkan lewat tayangan yang ditonton.

Astrid menyarankan KPI dan orangtua untuk memilah tontonan bagi anak-anaknya.





Halaman
12






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved