Dirjen Imigrasi Telah Terima Surat Pencegahan Imam Nahrawi Pergi Ke Luar Negeri Sejak Agustus

KPK mencegah Imam Nahrawi berpergian ke luar negeri setalah ia ditetapkan berstatus tersangka atas kasus suap dana hibah KONI tahun 2018.


zoom-inlihat foto
imam-nahrawi-saat-melakukan-konferensi-pers.jpg
tribunnews.com/abdul majid
Imam Nahrawi saat melakukan konferensi pers pengunduran dirinya sebagai Menpora di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Rabu (19/9/2019). Tribunnews/Abdul Majid


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Imam Nahrawi telah ditetapkan berstatus tersangka oleh Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK).

Imam Nahrawi ditetapkan sebagi tersangka atas kasus suap dana hibah KONI tahun 2018.

Oleh sebab itu, KPK mencegah Imam Nahrawi berpergian ke luar negeri.

Dikutip dari Tribunnews.com, Kasubbag Humas Dirjen Imigrasi Kemenkumham Sam Fernando membenarkan pencegahan Imam Nahrawi berpergian ke luar negeri.

Dirjen Imigrasi Kemenkumham telah menerima suat pencegahan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga itu untuk berpergian ke luar negeri dari KPK sejak 23 Agustus 2019.

“Sudah (menerima surat pencegahan Imam Nahrawi untuk berpergian ke luar negeri dari KPK).

Surat diserahkan pada 23 Agustus lalu,” ujar Sam Fernando, Kamis (19/9/2019).

Imam Nahrawi dicegah berpergian ke luar negeri selama enam bulan ke depan.

Baca: Pesan Imam Nahrawi Setelah Gelar Acara Perpisahan: Jangan Pernah Berhenti Berjuang

Menpora Imam Nahrawi menjawab pertanyaan wartawan terkait statusnya sebagai tersangka di rumah dinas Menpora, Widya Chandra, Jakarta, Rabu (18/9/2019). Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini menetapkan Imam Nahrawi sebagai tersangka baru kasus suap dana hibah KONI.
Menpora Imam Nahrawi menjawab pertanyaan wartawan terkait statusnya sebagai tersangka di rumah dinas Menpora, Widya Chandra, Jakarta, Rabu (18/9/2019). Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini menetapkan Imam Nahrawi sebagai tersangka baru kasus suap dana hibah KONI. (TRIBUNNEWS/GITA IRAWAN)


Gelar acara Perpisahan

Imam Nahrawi mengadakan pesta perpisahan bersama dengan para pejabat dan staf di Kemenpora.

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga tersebut menyempatkan diri menunaikan shalat zuhur di lingkungan Kantor Kemenpora sebelum menghadiri acara perpisahan.

Imam Nahrawi mengaku seperti mengenang masa-masa awal saat dirinya menjabat.

Ia tercatat menjabat sebagai Kemenpora pada awal periode pertama Presiden Joko Widodo, akhir 2014.

“Saya dulu waktu awal kali jadi menteri itu masuk masjid, sembayang. Saya berkenalan dengan jamaan di masjid,” kata Imam saat keluar dari masjid.

“Sekarang saya juga salat zuhur di sini bersama jamaah yang lain,” ujar dia menambahkan.

Baca: Ditetapkan Jadi Tersangka, Imam Nahrawi Mengundurkan Diri dari Jabatan dan Adakan Acara Perpisahan

Acara perpisahan mantan Menpora, Imam Nahrawi dengan seluruh pejabat dan jajaran staf di Kemenpora, di Jakarta, Kamis (19/9/2019).(Kompas.com/Alsadad Rudi)
Acara perpisahan mantan Menpora, Imam Nahrawi dengan seluruh pejabat dan jajaran staf di Kemenpora, di Jakarta, Kamis (19/9/2019).(Kompas.com/Alsadad Rudi) (Kompas.com/Alsadad Rudi)

Pesan Imam Nahrawi

Setalah ditetepkan menjadi tersangka, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi resmi mengundurkan diri dari jabatannya.

Hal itu disampaikannya langsung dalam konferensi pers di Kemenpora, Senayan, Jakarta, Rabu (19/9/2019) sore.

Dikutip dari Tribun Sport, sebelumnya Iman Nahrawi telah bertemu Presiden Joko Widodo.

Dalam pertemuannya tersebut, Iman Nahrawi mengatakan telaj meyerahkan surat pengunduran dirinya sebagai Menpora.





ARTIKEL REKOMENDASI



KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved