Menhub: Kabut Asap di Wilayah Riau Mulai Mereda, Operator Penerbangan Diimbau Tetap Hati-Hati

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di wilayah Riau dan Kalimantan telah mulai mereda.


zoom-inlihat foto
kabut-asap-makin-pekat-di-pekanbaru.jpg
Kompas.com/Idon
Kabut asap makin pekat di Pekanbaru, Riau, dengan jarang pandang sekitar 300 meter, Jumat (13/9/2019)


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di wilayah Riau dan Kalimantan telah mulai mereda.

Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, memberikan pernyataan bahwa kepekatan asap sudah mulai mereda di wilayah Riau.

Baca: Dampak Kabut Asap di Pontianak, Bandara Supadio Lumpuh, 37 Penerbangan Dibatalkan

Meskipun demikian, hal sebaliknya masih terjadi di Kalimantan.

"Di Riau agak mereda sedikit walaupun masih ada kabut asap pagi-pagi. Tapi yang di Kalimantan memang agak serius," kata Budi Karya Sumadi, dikutip dari Kompas.com, Rabu (18/9/2019).

Dua dari tujuh pesawat yang mengalami penundaan keberangkatan akibat tebalnya kabut asap di Bandara Syamsuddin Noor, Banjarmasin, Kalsel, Minggu (15/9/2019).
Dua dari tujuh pesawat yang mengalami penundaan keberangkatan akibat tebalnya kabut asap di Bandara Syamsuddin Noor, Banjarmasin, Kalsel, Minggu (15/9/2019). ((KOMPAS.com/ANDI MUHAMMAD HASWAR))

Menhub mengatakan, penerbangan dari dan menuju ke wilayah Kalimantan, operator penerbangan diimbau agar selalu hati-hati.

Selain itu, Menhub mengatakan akan selalu memantau perkembangan dari kepekatan kabut asap tersebut.

Menhub akan menginformasikan secara intensif untuk kepentingan penerbangan.

"Kita secara intensif memberikan peringatan-peringatan kepada masyarakat, khususnya masyarakat penerbangan, untuk siaga mempersiapkan penerbangan-penerbangan menuju sana agar lebih hati-hati pada saat take off maupun pada saat akan landing," jelas Budi Karya Sumadi.

Sementara itu, Menhub menuturkan bahwa kondisi di lokasi ibu kota baru tidak separah di wilayah Kalimantan lain.

Menhub juga menyampaikan bahwa dirinya akan bertolak ke Kalimantan guna memantau kondisi terkini dan kepekatan asap akibat Karhutla di lokasi tersebut.

"Kelihatannya tidak (terlalu berdampak ke ibu kota baru). Besok saya akan ke sana. Sejauh ini tidak ada kabut yang cukup berat di sana," kata Budi.

Baca: Kabut Asap Makin Parah, Greenpeace Desak Presiden Segera Bertindak

Baca: Perangi Kabut Asap, Kapur Tohor Aktif Bakal Ditabur di Kawasan Karhutla Sumatera dan Kalimantan

Sementara itu, dikutip dari Kompas.com, jarak pandang Bandara Hang Nadim di Batam, Kepulauan riau menurun hingga 4.000 meter pada Rabu (18/9/2019).

Namun demikian, Direktur Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim Batam, Suwarso mengaku penurunan jarak pandang ini tidak begitu mempengaruhi aktivitas di Bandara Hang Nadim.

"Jarak pandang menurun, namun penerbangan masih bisa dikatakan normal," kata Suwarso, dikutip dari Kompas.com.

Kabut asap semakin pekat di Pekanbaru, Riau, Kamis (12/9/2019).
Kabut asap semakin pekat di Pekanbaru, Riau, Kamis (12/9/2019). (Kompas.com/IDON)

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah bandara tak bisa beroperasi akibat kondisi jarak pandang yang belum terpenuhi.

Dilansir oleh Kompas.com dari data Kementarian Perhubungan, berikut bandara di wilayah Sumatera dan Kalimantan yang belum bisa beroperasi:

- Bandara APT Pranoto Samarinda

- Bandara Melalan Melalak

- Bandara Rahadi Oesman Ketapang

- Bandara H. Asan Sampit





Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved