TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presenter Uya Kuya ikut menanggapi permasalahan kabut asap yang terjadi di sebagian wilayah Sumatra dan Kalimantan.
Uya Kuya berpendapat bahwa pemerintah semestinya harus segera menyikapi soal kabut asap tersebut.
"Ya harus cepet disikapi lah karena kasihan juga kan," kata Uya Kuya, dikutip dari Grid.ID, Selasa (17/9/2019).
Selain itu, Uya juga memberikan pendapat bahwa pekatnya kabut asap sudah mengkhawatirkan karena kualitas udara berada di level bahaya.
Tak hanya itu, kabut asap tersebut juga menyebabkan makhluk hidup yang berada di hutan merasakan dampaknya.
Baca: Disindir John de Rantau karena Fotonya Dinilai Vulgar, Shandy Aulia Beri Tanggapan Tegas
Baca: Terkait Kebakaran Hutan dan Lahan, Jokowi: Segala Usaha Sudah Dilakukan
"Karena itu bisa jadi ISPA kan udah ada bayi yang meninggal juga terus bisa jadi penyakit itu," kata Uya Kuya.
Uya Kuya mengatakan bahwa kabut asap di Kalimantan tidak ada hubungannya dengan pemindahan ibu kota baru.
"Ya ga tahu, ga ada hubungannya cuma ya pemindahan ibu kota masih lama ya," ujar Uya.
Kendati demikian, kabut asap tersebut berdampak pada masyarakat dan makhluk hidup lainnya.
Sehingga Uya Kuya meminta hal tersebut untuk dijadikan perhatian utama bagi pemerintah saat ini.
"Itu harus jadi kondisi luar biasa untuk jadi perhatian pemerintah," pungkas Uya Kuya.
Seperti yang diberitakan, Riau dan wilayah sekitarnya dilanda kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.
Mereka meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk segera menangani kabut asap di Riau sebagai bencana nasional.
"Oleh karena itu bapak Presiden Republik Indonesia, untuk menjadikan bencana asap ini bencana nasional, sehingga ada aksi-aksi nyata dari pemerintah pusat untuk menangani asap."
"Sebagaimana dulu kan pak Jokowi sudah janji kalau dia jadi presiden enggak ada lagi asap di Riau."
"Dan mudah-mudahan dengan aksi yang lakukan ini, bisa menjadi langkah-langkah konkret presiden untuk menangani asap di Provinsi Riau," tutur Rusli dikutip dari Kompas.com.
Baca: Singapura Bentuk Satgas dan Tawarkan Bantuan ke Indonesia terkait Kabut Asap
Baca: Trailer Perempuan Tanah Jahanam Rilis, Joko Anwar Mengaku sangat Selektif Tentukan Pemain
Seperti diketahui, akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ini telah mengakibatkan sedikitnya 6.025 warga menderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Dikutip dari Kompas.com, Horrison menjelaskan bahwa penderita ISPA di Kalbar menyasar hampir di semua rentang usia yang meliputi bayi di bawah 5 tahun, anak-anak, dewasa, dan orang lanjut usia.
Dampak yang dialami akibat kabut asap ini ialah banyaknya masyarakat yang tidak berani keluar rumah akibat kabut asap.
Kabut asap tersebut membuat sejumlah warga mengalami batuk filek, sesak nafas, pusing, demam, dan muntah-muntah.
Selain itu beberapa sekolah di Pekanbaru juga terpaksa harus diliburkan akibat kabut asap karhutla makin pekat.
Tak hanya siswa sekolah, mahasiswa juga turut diliburkan sejak Kamis (12/9/2019).
Sementara itu, tim Satgas Karhutla di Riau, yang terdiri dari TNI, kepolisian, BPBD, Manggala Agni dan Masyarakat Peduli Api masih terus memadamkan api.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/AFITRIA CIKA)