Musik dan tarian akan mengundang anak untuk antusias ikut menggerakkan tubuhnya.
Ini juga bisa jadi cara mengasah keterampilan motorik kasar anak.
Untuk anak di atas 2-4 tahun, pilih kartun yang bisa mengajak mereka menghafal alfabet, menyebutkan angka, mengajarkan kosa kata baru, atau menebak-nebak gambar hewan atau warna.
Saat buah hati berusia 4-5 tahun, orangtua bisa memberikan tayangan kartun yang lebih interaktif.
Kartun interaktif membuka kesempatan buat anak bermain tanya jawab meski lewat layar layar kaca.
Saat anak sudah mencapai 6 hingga 12 tahun, orangtua bisa memberi tayangan kartun dengan cerita pahlawan super, persahabatan, keluarga, atau kehidupan sehari-hari yang banyak ditayangkan di stasiun TV pada jam-jam tertentu.
Sareca umum, orangtua boleh mengenalkan tayangan kartun yang mengajarkan anak cara bersosialisasi.
3. Pilih waktu nonton yang tepat
Untuk menyesuaikan dengan aktivitas hariannya, kartun anak biasa ditayangkan pada waktu-waktu tertentu.
Saat anak berusia 1-5 tahun, sebaiknya orangtua memberinya waktu sebentar untuk menonton televisi sehabis tidur siang atau sepulangnya dari taman bermain (playgroup).
Untuk anak-anak yang sudah berusia sekolah, sebaiknya berikan jadwal waktu menonton kartun pada sore hari setelah pulang sekolah/les, atau pada pagi hari selama akhir pekan.
(Tribunnewswiki.com/Putradi Pamungkas, Kompas.com/Rosiana Haryanti/Ariska Puspita Anggraini)