Pemanasan Global
Pada tahun 2011, program Fox & Friends menyerang Nickelodeon dan SpongeBob karena dianggap mendorong agenda pemanasan global.
Menurut Media Matters, Fox News berulang kali mengkritik buku dan video SpongeBob SquarePants tentang pemanasan global buatan manusia karena tidak memberitahu anak-anak bahwa hal tersebut adalah fakta.
Namun pada kenyataannya, hal tersebut tidak memancing kontroversi di kalangan ilmuwan.
Kemudian, tayangan ini mendapatkan kritik saat SpongeBob dipecat dari pekerjaannya di Krusty Krab pada 2013.
Saat itu, kaum liberal dan konservatif menganggap serial itu bertujuan untuk membuat pernyataan tentang undang-undang perburuhan dan program sosial.
Mengganggu Kemampuan Anak
Kontroversi lain datang saat peneliti dari University of Virginia menerbitkan laporan yang diunggah di jurnal Pediatrics pada tahun 2011.
Baca: Ternyata Inilah Penyebab KPI Beri Sanksi Film SpongeBob SquarePants
Penelitian itu menunjukkan, setelah 9 menit menonton tayangan SpongeBob, kemampuan anak-anak berusia 4 tahun secara signifikan dapat terganggu dibandingkan dengan anak-anak yang menikmati pertunjukan lain.
Pejabat dari Nickelodeon menolak temuan tersebut, dengan mengatakan bahwa anak-anak pra-sekolah bukanlah target audiens dari tayangan ini.
Teguran KPI
Di Indonesia, tayangan ini juga menuai banyak kontroversi. Sepanjang masa tayangnya, bukan kali ini saja pihak KPI menegur animasi tersebut.
Pemberitaan Kompas.com, 15 September 2019 menyatakan, setidaknya, KPI pernah memberikan sanksi pada tayangan anak, termasuk SpongeBob Squarepants pada tahun 2014.
Sanksi tersebut tercantum di laman KPI dengan nomor 2200/K/KPI/09/14 yang diterbitkan pada 19 September 2014.
Saat itu, KPI berpendapat, acara ini memiliki dampak buruk bagi perkembhangan fisik dan mental khususnya bagi anak-anak karena mengandung kekerasan dan adegan berbahaya.
Lalu pada 2016, pemotongan adegan dan sensor pada sejumlah tayangan serial tersebut menuai kontroversi.
Salah satu yang menjadi perbincangan saat itu adalah karakter Sandy tupai yang disensor karena mengenakan bikini.
Karenanya, banyak masyarakat yang menduga bahwa KPI yang melakukan penyensoran ini.
Namun Komisioner KPI Pusat Agathya Lily saat itu berpendapat bahwa pihaknya tidak memiliki kebijakan untuk melakukan sensor.
Dia melanjutkan, hal ini merupakan wewenangan dari lembaga sensor, sementara pihaknya hanya memiliki kewenangan untuk melakukan quality control (QC) berupa editing atau pengaburan jika ada yang dianggap tak layak tayang.