TRIBUNNEWSWIKI.COM – Karena ingin bolos sekolah, seorang siswi SD di Bukit Kapar Barat, Malaysia mengaku menjadi korban penculikan.
Siswi SD tersebut bercerita kepada orangtuanya bahwa dirinya baru saja lolos dari upaya penculikan yang dilakukan delapan pria tidak dikenal menggunakan mobil van.
Mendengar cerita tersebut dari sang anak, ibunya yang merasa syok kemudian langsung bertindak cepat dengan membuat laporan ke polisi pada Sabtu (7/9/2019) lalu.
Namun, dikutip dari Hai.grid.id, Minggu (15/9/2019), setelah pihak kepolisian melakukan investigasi pada Kamis (12/9/2019), ditemukan fakta baru.
Polisi menemukan bahwa anak tersebut ternyata hanya mengarang cerita.
Siswi SD tersebut mengarang cerita penculikan yang menimpa dirinya karena ingin membolos dari kelas Bahasa Arab di sekolahnya.
“Ibunya berkata bahwa upaya penculikan itu terjadi pada sebuah SD di Bukit Kapar Barat. Tapi, siswi tersebut akhirnya mengaku bahwa insiden itu nggak pernah terjadi dan dibuat karena dia nggak mau mengikuti kelas Bahasa,” ujar polisi setempat.
Baca: Kronologi 3 Siswa SMK Magang Dijual Calo ke Perusahaan Kapal, Hilang 9 Tahun hingga Sekarang
Baca: Kisah Hayfa Adi, Imigran Australia yang Diculik ISIS, Suaminya Dihilangkan
Sempat terjadi di Indonesia
Sebelumnya, kejadian serupa juga pernah terjadi di Indonesia, tepatnya pada Agustus lalu ketika seorang siswa SD Negeri Kepuharjo 2 Lumajang berinisial RAF mengaku berhasil meloloskan diri dari tindak penculikan.
Dikutip dari akun Instagram Polres Lumajang, bocah kelas 4 SD itu bercerita ke orang tuanya bahwa kejadian penculikan tersebut terjadi di dekat sawah Batalyon Infantri 527 BY.
Ketika dalam perjalanan menuju sekolah dengan berjalan kaki, RAF tiba-tiba dihadang oleh tiga orang lelaki dewasa yang menyeretnya masuk ke dalam mobil.
Dia juga mengaku mendapat tindak pemukulan pada bagian kepala dari para penculik.
“Ia yang berangkat sekolah dengan berjalan kaki dari rumah, tiba tiba dihadang tiga orang lelaki dewasa dan menyeretnya kedalam mobil. Ia juga mengatakan, dirinya sempat dipukul pada bagian kepala sebelum ia berhasil meloloskan diri,” tulis Polres Lumajang.
Namun setelah ditelusuri lebih lanjut oleh pihak sekolah dan petugas Mapolres Lumajang, penculikan seperti yang diceritakan RAF ternyata tidak pernah terjadi.
Cerita RAF ternyata hanya karangan belaka, dia takut masuk sekolah karena ternyata belum mengerjakan PR matematika.
“Setelah ditelusuri oleh Kepala Sekolah SDN Kepuharjo 2 beserta petugas dari Mapolres Lumajang, ternyata kejadian tersebut hanyalah karangan dari sang anak belaka. Dirinya takut kepada salah satu guru lantaran tak mengerjakan PR Matematika,” terang Polres Lumajang menambahkan.
Baca: Seorang Siswi SMK di Lahat Disetrika Bibi Kandungnya karena Pulang Telat dan Tanpa Kabar
Mengetahui hal tersebut, orang tua RAF yang sebelumnya udah terlanjut menyebarluaskan kisah penculikan anaknya di sejumlah grup WhatsApp Lumajang langsung meminta maaf berkali-kali kepada para tetangga serta wali murid.
Mengomentari kejadian ini, Kapolres Lumajang, AKBP DR Muhammad Arsal Sahban mengatakan agar insiden serupa tidak terulang kembali ke depannya.
Dia juga meminta orang tua serta para guru untuk mengajarkan budi pekerti tentang kejujuran kepada anak mereka.
“Jika hal ini dibiarkan, bisa saja anak tersebut akan terus suka berbohong sampai dewasa nanti. sangat dibutuhkan peran orang tua dan guru sebagai pendidik untuk mengajarkan budi pekerti tentang kejujuran kepada anak didiknya,” terang Arsal.
(TribunnewsWIKI/Widi Hermawan)