Seorang Siswi SMK di Lahat Disetrika Bibi Kandungnya karena Pulang Telat dan Tanpa Kabar

Seorang siswi di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan menjadi korban kekerasan oleh bibi kandungnya.


zoom-inlihat foto
ilustrasi-kids-violence.jpg
(https://www.momtastic.com)
Ilustrasi


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seorang siswi menjadi korban kekerasan oleh bibi kandungnya sendiri.

Perempuan yang merupakan siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berinisial L (15) di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan ini mengalami luka bakar di sekujur tubuh.

Sementara terduga pelaku yang berinisial S adalah bibi kandungnya.

Baca: Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Sampang, Kronologi, Kesaksian Kepala Desa hingga Sosok Istri

Baca: TRAGIS, Lettu TNI Angga Pradipta Tewas Kecelakaan Jelang Pesta Pernikahan: Undangan Sudah Disebar

Kejadian kekerasan ini dilaporkan ke Polres Lahat oleh Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TPKK), Lidyawati Cik Ujang.

Dilansir oleh Kontributor Palembang Kompas.com, kejadian kekerasan terjadi pada Kamis (22/8/2019) dan berawal saat L pulang sekolah pada pukul 18.45 WIB.

Menganggap L pulang telat dan tanpa memberikan kabar, S yang sedang menyetrika baju langsung emosi melihat korban.

Seketika dengan menggunakan setrika di tangan, S melakukan tindakan aniaya kepada L hingga mengalami luka bakar.

L berhasil selamat setelah kabur dari rumah.

Warga sekitar langsung memberi pertolongan ketika melihat L menangis ketakutan saat kabur dari rumah.

Sedangkan S langsung diamankan pihak kepolisian setempat setelah mendapatkan laporan tersebut.

Baca: VIRAL, Dosen UNS Tegur Mahasiswa Lewat Streaming Dota 2

Ketua TPKK Lahat Lidyawati Cik Ujang menjelaskan bahwa mereka akan mendampingi sampai korban sembuh.

Hal tersebut disebabkan, pasca-kejadian tersebut korban mengalami trauma.

"Kami prihatin, dengan kejadian ini. Bahkan, diketahui pelaku adalah keluarga korban sendiri," kata Lidyawati, Sabtu (24/8/2019).

Lidyawati juga menerangkan bahwa korban tinggal di kediaman S setelah kedua orangtuanya bercerai.

Orangtua korban berada di tempat yang berbeda, sehingga korban akhirnya dititipkan di rumah S yang merupakan kakak kandung dari ibunya tersebut.

"Kami akan dampingi korban. Biaya sekolah dan kehidupannya akan ditanggung PKK," ujar Lidyawati.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Lahat AKP Satria Dwi Dharma mengatakan, pelaku S saat ini telah diamankan untuk dimintai keterangan.

Menurut Satria, motif pelaku melakukan penganiayaan karena L pulang sekolah telat tanpa memberikan kabar.

"Karena kesal korban pulang telat, akhirnya pelaku menganiaya korban dengan setrika. Sekarang pelaku masih kami periksa," kata Satria.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved