Tompi mengira produksi sebuah film cukup beberapa pekan.
Ternyata, proses syuting memakan waktu sampai 1,5 bulan dengan diselingi masa rehat sejenak.
Namun, Tompi akhirnya mantap menjalani debutnya sebagai sutradara. Menurut Tompi, ia nggak akan bisa tenang jika belum menyelesaikan tugas yang diembannya.
Baca: Gara-gara Desta, Tompi Pertama Kali menjadi Sutradara di Film Pretty Boys
3. Desta puyeng jadi produser
"Ini pengalaman pertama sebagai produser. Dibilang kapok, ya, kapok. Puyeng banget," ujar Desta.
Menurut Desta, menjadi produser pelaksana rupanya cukut sulit.
Biasanya Desta hanya memikirkan karakter saja. Namun, sebagai produser, Desta harus mengontrol semua lini produksi yang tentu menguras pikiran dan tenaga.
"Gua biasanya santai, sekarang harus hubungi orang yang susah-susah jadwalnya. Tapi, gua menikmati," ujarnya.
Desta juga menambahkan kalau dirinya nggak mau lagi merangkap dua peran sekaligus dalam produksi film.
Baca: Desta
4. Kontradiksi antara Anugerah dan Vincent
Jika di film Pretty Boys Anugerah yang diperankan oleh Vincent diceritakan memiliki cita-cita menjadi orang yang terkenal, maka berbeda dengan kehidupan nyata seorang Vincent Rompies.
Sejak kecil, Vincent tidak pernah membayangkan akan menjadi seorang publik figur dan dikenal di mana-mana.
Bapak 3 anak ini hanya ingin bekerja di bidang seni, seperti awal kariernya yang dimulai dari dunia musik, yakni sebagai bassist band Club Eighties.
5. Akting Onad sempat diragukan
Film The Pretty Boys ini ternyata jadi ajang debut untuk sejumlah nama, termasuk mantan vokalis Killing Me Inside, Onadio Leonardo (Onad).
Di film ini, Onad ditunjuk Desta dan Vincent untuk memerankan karakter sebagai koordinator penonton bayaran.
Kualitas Onad awalnya sempat diragukan Tompi sebagai sutradara film. Namun, Desta meminta Tompi untuk memberi Onad waktu.
Akhirnya saat syuting, Tompi menyadari bahwa Onad terbukti bisa akting.
"Tapi, pas, syuting terbukti dia bisa," kata Tompi.