Sementara itu, Richard menyebutkan kemungkinan untuk mengambil sel-sel manusia untuk ditempatkan di laboratorium.
Sel-sel tersebut kemudian akan “tumbuh” menjadi daging.
Baca: Ini Momen Pengibaran Bendera Setengah Tiang Selain untuk Memperingati Meninggalnya Pemimpin Negara
Kanibalisme pada zaman dulu
Jauh sebelum ide-ide soal kanibalisme tersebut muncul, nenek moyang manusia juga pernah melakukan praktik serupa yang juga merupakan dampak dari pemanasan global.
Namun secara sains, kanibalisme memiliki beberapa risiko kesehatan.
Lebih dari 100.000 tahun lalu, pemanasan global meluluhlantakan spesies mamalia besar seperti bison, rusa, dan mammoth.
Kemudian nenek moyang manusia di Eropa Barat pada saat itu memilih untuk memakan daging manusia.
Kasus terbaru salah satunya terjadi pada suku di Papua Nugini hingga tahun 2009.
Baca: Tak Perlu Obat, Merawat Tanaman Hijau Ternyata Dapat Atasi Kesepian hingga Depresi
Tradisi suku pedalaman tersebut, mereka mengambil daging mayat kemudian mengolahnya kembali.
Penyakit pun kerap datang dan membuat pemakannya meninggal dunia.
Genevieve menilai, kanibalisme tetap bukanlah jalan keluar yang tepat untuk pemanasan global.
“Itu berarti kita (manusia) gagal dalam mitigasi bencana,” tuturnya.
(TribunnewsWIKI/Kompas.com/Sri Anindiati NursastriWidi Hermawan)