AWAS! Pemanasan Global Akan Sebabkan Tanah Kehilangan Kemampuan Menyerap Air

Pemanasan global akan berdampak pada menurunnya kemampuan tanah untuk menyerap air.


AWAS! Pemanasan Global Akan Sebabkan Tanah Kehilangan Kemampuan Menyerap Air
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Kondisi Kelurahan Tamanggapa yang terkena banjir terekam dari atas menggunakan kamera Drone, Makassar, Rabu (23/1/19). Ratusan warga terdampak banjir mengungsi ketempat yang aman, karena rumah mereka kembali terendam banjir dengan ketinggian satu hingga dua meter, akibat meluapnya Sungai Tello. 


Pemanasan global akan berdampak pada menurunnya kemampuan tanah untuk menyerap air.

TRIBUNNEWSWIKI.COM – Pemanasan global akan berdampak pada menurunnya kemampuan tanah untuk menyerap air.

Hal tersebut merupakan masalah serius bagi pasokan air tanah, produksi dan keamanan pangan, limpasan air hujan, serta keanekaragaman hayati dan ekosistem.

Dikutip dari Nationalgeographic.grid.id, Jumat (13/9/2019), tim ilmuwan menemukan bahwa peningkatan 35 persen curah hujan menyebabkan penurunan 21 persen hingga 33 persen tingkat infiltrasi di tanah dan hanya sedikit peningkatan resistensi air.

Perubahan terbesar terjadi karena menyusutnya pori-pori tanah yang besar.

Pori-pori sendir besar berguna untuk menangkap air dan dapat digunakan tanaman serta mikroorganisme.

Baca: Pemanasan Global bisa Membuat Manusia Jadi Kanibal? Ini Perdebatan Para Ahli

Baca: Pukul Tukang Pipa, Putri Raja Salman Divonis 10 Bulan Penjara oleh Pengadilan Prancis

banjir karena pemanasan global
Foto dari udara kondisi banjir yang terjadi di kawasan Jalan Dokter Soetomo, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Senin (10/6/2019). Banjir tersebut diakibatkan meluapnya Sungai Karang Mumus yang merupakan anak dari Sungai Mahakam. (Tribun Kaltim/Fachmi Rachman)

Hal ini juga berkontribusi pada peningkatan aktivitas biologis dan siklus nutrisi dalam tanah untuk mencegah erosi tanah.

Namun, meningkatnya curah hujan menyebabkan akar tanaman membesar dan dapat menyumbat pori-pori tanah.

Studi yang dilakukan oleh para peneliti dari Beberapa kampus di Amerika Serikat meliputi Universitas Rutgers, Universitas California, Universitas Kansas, dan Universitas Colorado ini dipublikasikan dalam jurnal Science Advances pada 10 September 2019.

Penelitian dilakukan menggunakan lahan percobaan yang diberikan hujan buatan selama 25 tahun.

Mengingat bahwa rezim curah hujan diperkirakan akan berubah dengan laju yang semakin cepat secara global, pergeseran dalam struktur tanah dapat terjadi di wilayah yang luas dan dengan demikian mengubah penyimpanan dan pergerakan air di berbagai ekosistem darat.





Halaman
12
Penulis: Widi Pradana Riswan Hermawan






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2019 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved