Pukul Tukang Pipa, Putri Raja Salman Divonis 10 Bulan Penjara oleh Pengadilan Prancis

Hassa binti Salman, yang tidak lain adalah putri Raja Salman bin Abdulaziz divonis 10 bulan penjara yang ditangguhkan oleh Pengadilan Prancis.


Pukul Tukang Pipa, Putri Raja Salman Divonis 10 Bulan Penjara oleh Pengadilan Prancis
KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO
Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud disambut Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo di landasan pacu VVIP Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (1/3/2017). Kunjungan Raja Salman ke Indonesia kali ini setelah 47 tahun lalu dalam rangka kerja sama bilateral Indonesia - Arab Saudi. 


Hassa binti Salman, yang tidak lain adalah putri Raja Salman bin Abdulaziz divonis 10 bulan penjara yang ditangguhkan oleh Pengadilan Prancis.

TRIBUNNEWSWIKI.COM – Hassa binti Salman, yang tidak lain adalah putri Raja Salman bin Abdulaziz divonis 10 bulan penjara yang ditangguhkan oleh Pengadilan Prancis.

Hukuman tersebut dijatuhkan pada Hassa atas kasus pemukulan terhadap seorang pekerja.

Hassa binti Salman dinyatakan bersalah oleh pengadilan karena memerintahkan pengawalnya untuk memukul seorang pekerja yang dipanggil untuk memperbaiki apartemen mewahnya di Paris, 2016 silam.

Dikutip dari Kompas.com, Jumat (13/9/2019), Hassa, yang juga adalah saudara perempuan dari Pangeran Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman, itu diadili secara in absentia atau tanpa hadir di persidangan.

Sebenarnya surat perintah penangkapannya telah diterbitkan sejak Desember 2017.

Selain divonis 10 bulan penjara, Hassa juga dikenai denda sebesar 10.000 euro atau sekitar Rp 154 juta.

Baca: Ini Momen Pengibaran Bendera Setengah Tiang Selain untuk Memperingati Meninggalnya Pemimpin Negara

Baca: Terungkap Detail Transkrip Rekaman Mengerikan Pembunuhan Jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi

Putri Hassa juga tidak pernah hadir di persidangan yang sudah dimulai sejak Juli lalu.

Dilansir Kompas yang mengutip AFP, vonis terhadap Putri Hassa itu lebih berat ketimbang yang diajukan jaksa penuntut umum.

Jaksa sebenarnya hanya menuntut enam bulan penjara yang ditangguhkan dan denda sebesar 5.000 euro atau sekitar Rp 77 juta.

Kasus pemukulan seorang pekerja yang menyeret nama Putri Hassa tersebut terjadi pada September 2016.





Halaman
12
Penulis: Widi Pradana Riswan Hermawan






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2019 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved