Sejarah Pengibaran Bendera Setengah Tiang

Pengibaran bendera setengah tiang banyak dilakukan di berbagai negara dunia. Hal tersebut dimaksudkan sebagai bentuk penghormatan, berkabung, dan kemalangan.


Sejarah Pengibaran Bendera Setengah Tiang
KOMPAS.com/CHRISTOFORUS RISTIANTO
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pengibaran bendera negara setengah tiang pada Kamis (12/9/2019) untuk menghormati wafatnya Bacharuddin Jusuf Habibie. 

Pengibaran bendera setengah tiang banyak dilakukan di berbagai negara dunia. Hal tersebut dimaksudkan sebagai bentuk penghormatan, berkabung, dan kemalangan.




  • Sejarah


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pengibaran bendera setengah tiang biasa dilakukan di Indonesia diantaranya setiap 30 September untuk memperingati tragedi G30S.

Selain itu pengibaran bendera setengah tiang juga dilakukan ketika tokoh nasional wafat atau meninggal dunia seperti Sukarno, Suharto, Gus Dur, dan BJ Habibie.

Pengibaran bendera setengah tiang berasal dari kata half mast jika dilakukan di tiang bendera kapal, dan half staff jika dilakukan di daratan.

Pengibaran bendera setengah tiang berasal dari angkatan laut karena menggunakan kata 'mast' yang berarti tiang kapal.

Satu dari sejarah yang dapat menjadi rujukan awal adanya pengibaran bendera yang lebih rendah menjadi simbol berkabung berasal dari tahun 1612.

Pada tahun tersebut kapten kapal 'Heart Ease', William Hall terbunuh oleh bangsa Eskimo ketika melakukan penjelajahan ke bagian barat.

Menanggapi peristiwa tersebut, bendera kapal di bentangkan di bagian buritan kapal sebagai tanda berkabung.

Ketika kapal tersebut kembali ke London, awak kapal mengibarkan bendera kebangsaan Inggris untuk menghormati sang kapten.

Namun bendera kebangsaan dikibarkan lebih rendah agar bendera kematian berwarna hitam dapat dikibarkan diatasnya, dan kemudian menjadi sebuah kebiasaan.

Tidak setiap saat para awak kapal membawa bendera hitam karena tidak mengharapkan kejadian buruk akan menimpa mereka.

Sehingga jika terjadi suasana duka atau berkabung serta terjadi kemalangan pada awak kapal, bendera kebangsaan akan dikibarkan lebih rendah dengan jarak satu bendera. (1)

Baca: Hormati BJ Habibie, Pemerintah Imbau Masyarakat Kibarkan Bendera Setengah Tiang Selama 3 Hari

Baca: Presiden RI Ke-3, BJ Habibie Tutup Usia, Najwa Shihab: Amblas Rasanya Hati Saya

 

  • Peraturan di Indonesia


Tata cara pengibaran bendera di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009, tentang bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan.

Dalam pasal 7 tertulis :

  1. Pengibaran dan/atau pemasangan Bendera Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 dilakukan pada waktu antara matahari terbit hingga matahari terbenam.
  2. Dalam keadaan tertentu pengibaran dan/atau pemasangan Bendera Negara dapat dilakukan pada malam hari.
  3. Bendera Negara wajib dikibarkan pada setiap peringatan Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia tanggal 17 Agustus oleh warga negara yang menguasai hak penggunaan rumah, gedung atau kantor, satuan pendidikan, transportasi umum, dan transportasi pribadi di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan di kantor perwakilan Republik Indonesia di luar negeri.
  4. Dalam rangka pengibaran Bendera Negara di rumah sebagaimana dimaksud pada ayat (3), pemerintah daerah memberikan Bendera Negara kepada warga negara Indonesia yang tidak mampu.
  5. Selain pengibaran pada setiap tanggal 17 Agustus sebagaimana dimaksud pada ayat (3), Bendera Negara dikibarkan pada waktu peringatan hari-hari besar nasional atau peristiwa lain.

Pengibaran bendera setengah tiang untuk tanda berkabung tecantum dalam pasal 12 :

1. c. penutup peti atau usungan jenazah.

Untuk memperjelas pasal tersebut, maka diatur dalam pasa 12 ayat 4 hingga 11, yaitu :

4. Bendera Negara digunakan sebagai tanda berkabung sebagaimana  dimaksud pada ayat (1) huruf b apabila Presiden atau Wakil Presiden,
    mantan Presiden atau mantan Wakil Presiden, pimpinan atau anggota  lembaga negara, menteri atau pejabat setingkat menteri, kepala daerah,
    dan/atau pimpinan dewan perwakilan rakyat daerah meninggal dunia.

5. Bendera Negara sebagai tanda berkabung sebagaimana dimaksud pada  ayat (4) dikibarkan setengah tiang.

6. Apabila Presiden atau Wakil Presiden sebagaimana dimaksud pada ayat  (4) meninggal dunia, pengibaran Bendera Negara setengah tiang
    dilakukan selama tiga hari berturut-turut di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan semua kantor perwakilan Republik
    Indonesia di luar negeri.

7. Apabila pimpinan lembaga negara dan menteri atau pejabat setingkat menteri sebagaimana dimaksud pada ayat (4) meninggal
    dunia, pengibaran Bendera Negara setengah tiang dilakukan selama dua hari berturut-turut terbatas pada gedung atau kantor pejabat
    negara yang bersangkutan.

8. Apabila anggota lembaga negara, kepala daerah dan/atau pimpinan dewan perwakilan rakyat daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (4)
    meninggal dunia, pengibaran Bendera Negara setengah tiang dilakukan selama satu hari, terbatas pada gedung atau kantor pejabat yang
    bersangkutan.

9. Dalam hal pejabat sebagaimana dimaksud pada ayat (4) meninggal dunia di luar negeri, pengibaran Bendera Negara setengah tiang
    dilakukan sejak tanggal kedatangan jenazah di Indonesia.

10. Pengibaran Bendera Negara setengah tiang sebagaimana dimaksud pada ayat (9) dilakukan sesuai dengan kententuan sebagaimana
      dimaksud pada ayat (6), ayat (7), dan ayat (8).

11. Dalam hal Bendera Negara sebagai tanda berkabung sebagaimana dimaksud pada ayat (5) bersamaan dengan pengibaran Bendera
      Negara dalam rangka peringatan hari-hari besar nasional, dua Bendera Negara dikibarkan berdampingan, yang sebelah kiri dipasang setengah tiang dan yang sebelah kanan dipasang penuh. (2)


Berikut beberapa peristiwa yang terjadi di Indonesia yang diikuti atau diperingati dengan pengibaran bendera setengah tiang :

  • 12 Oktober untuk memperingati peristiwa Bom Bali I
  • Pengibaran bendera setengah tiang secara berkala : setelah kematian presiden/wakil presiden/mantan presiden atau tokoh besar lainya yang memberi pengaruh besar untuk daerah/negara. Berkala pada hari setiap terjadi bencana nasional maupun aksi terorisme.
  • Pada hari berkabung nasional lainnya. (3)

(TRIBUNNEWSWIKI/Magi)



   


Sumber :


1. www.crwflags.com
2. badanbahasa.kemdikbud.go.id
3. id.wikipedia.org








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2019 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved